Jana, Setahu saya ada kriteria tertentu untuk menjadi World Heritage. Selain itu akan melewati seleksi ketat lewat proposal yang diajukan masing2 negara via kementrian. Pokoknya prosesnya agak ribet dan subjective sekali. Duluuu di milis ini pernah diskusi soal itu, terutama berkaitan dengan yang dimaksud "warisan dunia" itu apakah buatan manusia seperti Patung Liberty yang seumur jagung dibanding dengan Pyramid yang ribuan tahun umurnya.
Ada list lagi yang disebut Tentative List, yakni daftar situs2 yang diajukan oleh negara ybs tetapi belum bisa mencapai status Warisan Dunia. Di website Unesco disebutkan kriteria apa aja untuk bisa dimasukkan dalam daftar Tentative itu dan kemudian diloloskan ke proses nominasi. (http://whc.unesco.org/en/nominations/). Jika di bagian jembatan itu menunjukkan World Heritage, kemungkinan adalah badan itu memberikan dana untuk perbaikan ataupun proses maintenance. Soalnya lembaga ini memang menjadi satu dengan Unesco dan punya keterkaitan dengan Departemen Pendidikan & Kebudayaan ketimbang dengan Departemen Pariwisata. Itulah kenapa saya sempat 'curiga' kenapa Warisan Dunia kurang promosinya di Indonesia. Kemungkinan karena Dep. Pariwisata menganggap itu adalah ranah Depdikbud. Atau mungkin memang dianggap tidak menjanjikan sebagai potensi. Semoga aja saya salah :) Dibawah ini adalah daftar tentative untuk Indonesia dengan tanggal diajukannya : * Banda Islands (07/02/2005) * Banten Ancient City (19/10/1995) * Belgica Fort (19/10/1995) * Besakih (19/10/1995) * Betung Kerihun National Park (Transborder Rainforest Heritage of Borneo) (02/02/2004) * Bunaken National Park (07/02/2005) * Cultural Landscape of Bali Province (18/01/2007) * Derawan Islands (07/02/2005) * Elephant Cave (19/10/1995) * Great Mosque of Demak (19/10/1995) * Gunongan Historical Park (19/10/1995) * Maros Prehistoric Cave (19/10/1995) * Ngada traditional house and megalithic complex (19/10/1995) * Penataran Hindu Temple Complex (19/10/1995) * Pulau Penyengat Palace Complex (19/10/1995) * Raja Ampat Islands (07/02/2005) * Ratu Boko Temple Complex (19/10/1995) * Sukuh Hindu Temple (19/10/1995) * Taka Bonerate National Park (07/02/2005) * Toraja (19/10/1995) * Trowulan Ancient City (19/10/1995) * Wakatobi National Park (07/02/2005) * Waruga Burial Complex (19/10/1995) * Yogyakarta Palace Complex (19/10/1995) Salam, Ambar B www.ceritaambar.com | Gtalk : ambar.briastuti | Gvoice +1 (408) 940-5013 Adventures. Backpacking. Photography. On 16 Jul 2009, at 04:29, Janarius Sandy wrote: Mmm, permisi.... Saya baru saja selesai dari perjalanan ke titik nol, lewat medan, disana saya melihat ada jembatan kebajikan yang merupakan UNESCO heritage juga. Apa itu tidak masuk dalam list 7 situs anda? kalau tidak, kenapa ya? padahal jelas2 ada tulisan itu jembatan kebajikan termasuk dalam UNESCO heritage (ada pahatan dindingnya) From: Ambar Briastuti <[email protected]> To: Indobackpacker Groups <[email protected]> Sent: Saturday, July 11, 2009 4:10:43 AM Subject: [indobackpacker] Tips dari Friends of World Heritage Dear temen2 backpackers, Saya lupa terus untuk meneruskan pesan ini. Tips yang mungkin berguna buat teman-teman yang tertarik atau memulai perjalanan dengan tema Situs Warisan Dunia atau World Heritage Sites UNESCO. Indonesia mempunyai 7 buah situs, tercatat paling banyak se Asia Tenggara. Bicara tentang tema ini, mungkin yang bisa dijual baik untuk pengunjung lokal dan pengunjung internasional. Saya masih hutang tiga dari tujuh untuk Indonesia. Sebuah ambisi yang ingin saya katamkan sebelum mati (well, bicara 1000 places to visit before die, mungkin 800-nya adalah Situs Warisan Dunia). Untuk referensi saja ketujuh situ tadi adalah : * Borobudur Temple Compounds * Komodo National Park * Prambanan Temple Compounds * Ujung Kulon National Park * Sangiran Early Man Site * Lorentz National Park * Tropical Rainforest Heritage of Sumatra Semoga bermanfaat. [Non-text portions of this message have been removed]
