Hallo Mas, Desa Teges memang terkenal dengan keseniannya. Pada dasarnya kecak formulanya sama dengan yang lain, tapi ada bagian2 yang dibuat lebih detail sebagai kesenian kontemporer. Kalau mungkin saat backpaking yang lebih kearah kesenian, saya sarankan lebih lama untuk "berkeliaran" di Ubud, banyak tempat untuk menginap, dan banyak tempat makan yang available.
Tambahan dikit, CMIIW, Tari Kecak pada dasarnya bukan tari kesenian Bali asli, tapi baru ada saat Belanda mulai menduduki Bali setelah awal tahun 1920an. Tahun itu tahun yang penting di Bali, karena ada rombongan wisatawan yang langsung datang dari Eropa datang ke Bali, dan beberapanya mulai mencoba menetap di Bali (Ubud). Kreator nya orang asing (lupa namanya) dan salah satu seniman di Ubud, pada dasarnya mereka mencoba membuat sebuah kesenian yang melibatkan banyak orang. Karena pada dasarnya sifat kesenian Bali adalah individual. Dan lakon Ramayana dipakai sebagai basic lakon. Segitu tambahannya, semoga berguna. made in bali ----- Original Message ----- From: Albertus Adrian To: [email protected] Sent: Thursday, July 16, 2009 4:43 PM Subject: [indobackpacker] [Ask] Tentang tari Kecak Cak Rina di Bali Permisi.. Numpang nanyaa.. Kemarin saya liat di Elshinta TV ulasan mengenai tari Kecak Tegesnya Cak Rina.. Ada yg pernah menonton tari Kecak Teges grupnya Cak Rina di Bali? Kira2 worth to watch ngga yah? Kebetulan minggu depan saya berencana untuk backpacking ke Bali. Ada yg punya informasi contact info atau lokasinya? Saya sudah coba Googling tetapi tidak ketemu (mungkin keyword saya salah). Terima kasih.. ---------- Best Regards, Albert ------------------------------------------------------------------------------ Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG - www.avg.com Version: 8.5.386 / Virus Database: 270.13.8/2226 - Release Date: 07/08/09 21:51:00 [Non-text portions of this message have been removed]
