kalo menurut saya...
emang perlu yang namanya ngumpulin energi agar nantinya gak sakit pas liburan...
tapi, justru yang jadi esensi dan tantangan nya seorang backpackers adalah
- liburan murah
- waktu sempit
- banyak tempat yang harus didatangin
- efektif.
mungkin itu sebabnya banyak backpackers yang mau liburan keluar negeri 
mempersiapkan segalanya
ampe 6 bulan atau satu tahun, banyak utak atik di manajemen waktu,nyari tiket 
murah,penginapan murah ,dll..
masalah energi dan tenaga dipersiapkan dari minimal 1 bulan sebelum 
keberangkatan,(kondisi badan harus fit,
tidak mengalami sakit dalam 1 bulan tsb,dll..) jadi pada saat liburan emang 
bener bener show time dan kondisi
badan tidak pada kondisi manja......
sharing pengalaman aja pada bulan april kemaren saya keliling asia tenggara 
(bangkok,krabi,KL,sing,KL)
dalam 8 hari...rata rata 1 tempat 1-2 hari dibuat se effisien mungkin.....
pas pulang dan mendarat di sukarno hatta ....emang cape banget....tapi rasa 
cape itu ilang ,yang ada malah kepuasan batin tersendiri bisa menaklukan 
tantangan tantangan tsb..
sekali lagi itu menurut saya lho....

thanks

Agie DP


________________________________
From: Ryan Dharmawan <[email protected]>
To: IBP <[email protected]>
Sent: Sunday, July 26, 2009 22:21:08
Subject: Re: [indobackpacker] Menyusun Jadwal Tujuan/Itinerary

Menurut saya, problem utamanya adalah keterbatasan waktu. Kalau waktu bukan 
menjadi halangan, pastinya jadwal travelling akan sangat longgar sekali.

Akhir 2007, saya travelling di thailand 12 hari dari bangkok ke utara sampai ke 
mae sai, lalu turun ke selatan sampai ke hadyai, mampir di phuket lalu kembali 
ke bangkok.
Memang saya sadari waktu 12 hari sangatlah kurang, tapi apa daya, tidak mungkin 
nambah waktu lagi karena waktu berlibur cuma 12 hari.

Regards,

Ryan
Sent from my BlackBerry® smartphone from Vodafone XL

-----Original Message-----
From: "aswin" <[email protected]>

Date: Sun, 26 Jul 2009 09:39:53
To: <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Menyusun Jadwal Tujuan/Itinerary


Rekan2 IBP yok kita berembug.
Entah mengapa saya perhatikan di milis ini banyak sekali ketika menyusun jadwal 
berpergian/itinerary begitu padat sampai-sampai ketika hari ini tiba dikota A 
keesokan harinya langsung cabut ke kota B misalnya. Untuk mengekplor kota 
sendiri idealnya dibutuhkan waktu minimal 1 hari sendiri tanpa hari 
keberangkatan atau hari ketika kita meninggalkan kota tersebut. . Misal: Hari 
pertama dari kota A asal kita menuju kota B. Hari kedua mengekplore kota B. 
Hari ketiga dari kota B menuju kota C/kembali ke kota A.

Tujuannya:
-  Mengumpulkan energi yang mulai terkuras ketika kita dalam perjalan menuju 
kota yang kita tuju. Sehingga kita lebih fit untuk melakukan eksplorasi 
kota/tempat wisata dan perjalanan berikutnya. Jadwal akan berantakan ketika 
kita sakit.
- Mencegah apabila terjadi keterlambatan atau kemacetan dalam perjalanan 
sehingga kita punya waktu lebih agar tidak tertinggal untuk 
perjalanan/penerbangan berikutnya. (Idealnya melakukan penerbangan lanjutan 
adalah paling minim 3 jam sebelum keberangkatan. Itu waktu yang dibutuhkan 
untuk keluar dari pesawat, pemeriksaan bagasi, check in, pengambilan bagasi, 
proses di imigrasi serta delay pesawat yang lazim dilakukan oleh low budget 
airlines. Untuk pengguna bis atau kereta, tiket selambat-lambatnya dibeli 1 
hari sebelum hari H).
- Kita memiliki waktu yang lebih untuk mengenali tempat yang dituju, punya 
waktu banyak untuk berinteraksi dengan penduduk lokal dan yang pasti perjalanan 
kita bisa kita nikmati tanpa diuber2 waktu.

Mungkin itu pendapat saya, mungkin rekan2 disini punya pendapat yang lebih 
menarik. Ayo silahkan dirembug.

Salam,
-aswin-

Kirim email ke