Teman2 backpacker semua, Saya hanya meneruskan pesan seorang teman. Barangkali ada yang tertarik untuk mengikuti. Rasanya teman2 backpacker disini msih pada peduli lingkungan dan jago dlm urusan foto dan menyampaikan ide.
Goodluck! Salam, Dea Please kindly distribute this following announcement to your network. Sorry for double posting. Kita Terhubung, Kita Peduli Lomba Fotonovela � South to South Film Festival 2010 Fotonovela sudah membantu masyarakat Latin di California untuk memerangi obesitas dengan cara mengkomunikasikan gaya hidup sehat,� Helda L. Pinzon-Perez, PhD, Departemen Ilmu Kesehatan, California State University. Fotonovela adalah sebuah karya yang berupa rangkaian foto yang dilengkapi dengan teks cerita. Foto dan novel. Itulah Fotonovela. Film Festival ingin menjadikan Fotonovela menjadi media penghubung, mengkomunikasikan apa masalah lingkungan dan bagaimana peduli. Beberapa pakar menyatakan bahwa media ini muncul pada akhir Perang Dunia ke-II, saat buklet foto mulai diproduksi di Itali sebagai produk sampingan dari industri film. Mulanya, Fotonovela merupakan rangkuman gambar dari film-film Hollywood sampai akhirnya berkembang menjadi media pembelajaran. Fotonovela kerap kali dikaitkan dengan historietas, serupa dengan Fotonovela namun menggunakan ilustrasi gambar sebagai pelengkap cerita. Hingga akhir 1980an, Mexico merupakan pusat perkembangan Fotonovela sebelum akhirnya menyebar ke belahan dunia lain seperti Amerika Serikat, Ekuador, beberapa negara Afrika. Media ini telah mengalami sejarah panjang dan berdampak besar terhadap komunitas Latin di Amerika Serikat, juga di Mexico dan Amerika Latin. Dr. Irene Herner, seorang sosiologis asal Mexico menyatakan besarnya potensi Fotonovela dan historieta sebagai alat pembelajaran publik. Banyaknya gambar dan sedikit teks membuat jenis media seperti ini mengundang publik untuk membaca dan memahami makna Fotonovela. Dalam perkembangannya, Fotonovela telah menjadi alat melakukan pendidikan, advokasi publik, penyadaran, proses diskusi, dan peningkatan motivasi untuk berbagai isu seperti gender, budaya, politik, lingkungan dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri, penggunaan Fotonovela sudah sering digunakan, baik yang dinamai Fotonovela maupun buku komik, booklet, presentasi, foto bersuara, dan masih banyak lagi. Fotonovela memiliki nilai lebih karena bisa memotret realitas nyata dan relatif lebih mudah dibuat. Kekayaan alam serta karakteristik unik setiap wajah dan wilayah Indonesia bisa ditangkap dengan baik, dan jika dilengkapi pesan yang sesuai akan memperkuat gambaran keadaan lokal apa adanya. Untuk melengkapi ragam cerita kondisi lingkungan dari hulu ke hilir, South to South Film Festival mengundang anda untuk ikut peduli lingkungan dengan mengikuti Lomba Fotonovela. Berikut Pertanyaan & Jawaban tentang Lomba Fotonovela StoS 2010: Mengapa Fotonovela? Fotonovela merupakan salah satu alternatif media tayang audiovisual yang menarik dan bisa digunakan untuk menunjukkan kepedulian dan penyadaran publik. Fotonovela juga bisa menyuarakan pendapat maupun realitas dengan biaya rendah, dengan hanya memerlukan kamera dan komputer sederhana. Dengan foto yang representatif dan mengundang, akan mudah untuk menggugah perasaan pembaca dan memahami cerita. Untuk penilaian, penguasaan teknis fotografi tidak akan menjadi fokus utama. Rangkaian foto yang hebat sekalipun tidak akan berbunyi tanpa pesan yang jelas. Oleh karenanya, alur cerita serta kemampuan dalam menyampaikan pesan akan lebih diprioritaskan. Mengapa saya harus ikut lomba Fotonovela? Yang pasti, anda sudah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengikuti lomba Fotonovela. Selain itu, jika terpilih maka karya anda akan ditayangkan pada South to South Film Festival 2010 di hadapan seluruh penonton. Sekadar informasi, South to South Film Festival sebelumnya dihadiri lebih 1000 penonton. Dan ada 5 pemenang, yang akan mendapat hadiah total Rp 8 juta. Apa tema untuk lomba Fotonovela ini? Kita Terhubung, Kita Peduli Tema ini bisa mengekpresikan apa saja disekeliling kamu, yang bercerita tentang kondisi lingkungan, dari pangkal penyebab perusakan lingkungan, dampaknya, serta apa kaitannya dengan kita. Dan bagaimana kita peduli. Misalnya, tentang darimana kertas berasal, dibuat, dipakai, dan kemana limbahnya dibuang. Selain itu bisa juga terkait apa saja disekeliling kita, yang bercerita tentang kepedulian terhadap lingkungan. Syaratnya, cerita fotonovela harus faktual (bukan fiksi). Bisa jadi cerita warga yang bersepakat menjaga hutannya dari penebangan kayu, pembukaan kebin sawit skala besar atau penggalian bahan tambang yang merusak. Atau kisah pemulung yang inspiratif. Bisa juga cerita rekan anda yang mengganti penggunaan transportasi untuk ke kantor. Dan masih banyak lagi. Fotonovela seperti apa yang dilombakan? Yang akan dilombakan adalah Fotonovela dalam bentuk tayangan powerpoint slide. Maksimal durasi penayangan adalah 7 menit untuk seluruh slide, dan maksimal 20 detik untuk setiap satu slide. Naskah akan dikirim dalam bentuk Power Point (*.ppt atau *.pps). Apa saja yang dinilai? Kesesuaian dengan tema, alur cerita, pesan yang ingin disampaikan, originalitas, serta estetika. Apakah boleh menggunakan audio? Audio yang diperkenankan adalah musik sebagai latar belakang dan special effects sederhana. Tidak diperkenankan menggunakan audio dalam bentuk narasi. Apakah ada syarat tertentu untuk komposisi, pemilihan teks, cara penulisan cerita, dan lainnya? Tidak ada. Peserta bebas berkreatifitas sesuai apa yang ingin disampaikannya. Penulisan teks bisa berupa dialog tokoh dalam Fotonovela, atau pesan untuk menerangkan dan memperkuat foto dalam Fotonovela tersebut, dan lainnya. Bagaimana dengan hak ciptanya? Seluruh materi dalam Fotonovela yang dikirimkan tidak boleh mengandung unsur SARA & pornografi, tidak boleh melanggar hak cipta, dan segala materi isinya dapat dipertanggungjawabk an oleh pengirim. Materi yang sudah masuk menjadi milik panitia South to South Film Festival dan akan digunakan untuk kepentingan penyadaran publik, maupun kepentingan non-komersil lainnya. Bagaimana cara pengirimannya? Fotonovela bisa dikirimkan dalam bentuk CD atau DVD, yang dilengkapi dengan data yang terdiri dari nama, nomor KTP/SIM, tempat tanggal lahir, nomor yang bisa dihubungi, email, dan alamat lengkap. Kirim dalam amplop tertutup beserta data dengan tulisan dipojok kiri atas FOTONOVELA STOS 2010 ke alamat berikut: JATAM (up. Voni Novita) Jl. Mampang Prapatan II no 30 Jakarta Selatan 12790 Kapan tenggat waktunya? 31 Oktober 2009 cap pos. Bagaimana jika ingin berdiskusi lebih lanjut tentang Fotonovela dan lomba ini? Silahkan hubungi panitia South to South 2010 untuk lomba Fotonovela melalui Dwi Rahardiani pada email dwi.rahardiani@ gmail.com. Selamat berkarya! [Non-text portions of this message have been removed]
