Hari ini, tgl 8 Agustus di Yogya ada acara Travel Writing Weekend yang diselenggarakan oleh Forum Sembari Minum Kopi (www.sembariminumkopi.com) dengan Regol Event bekerja sama dengan Bentang Budaya (penerbit laskar pelangi), Reader's Digest, Yayasan Umar Kayam, dll.
Aku bela-belain mengalahkan berbukit-bukit gawean di Solo memaksa diri ikut acara (gratisan) ini. Kapan lagi bisa ketemu orang2 yang suka berkelana sekaligus nulis! Siapa tahu kenalan sama publisher njuk blog aku dibukukan kayak si kambingjantan hehehe . (*ngarep!!!) Dari Solo aku naik pramex jam 13.20. Sejam kemudian turun sta Tugu trus naik ojek ke Jalan kaliurang. Acaranya di resto FoodFezt Jl Kaliurang KM 5,5. Setelah daftar ulang, tiap peserta mendapat goodie bag yang berisi 1 majalah reader's digest, boklet, astu kotak minuman. Pesertanya lumayan banyak, kursi yang disediakan hampir penuh. Panitia menyediakan kopi panas. Acara dimulai tepat waktu jam 1500, pembicaranya : Matatita (penulis buku Tales From the Road), Salman Faridi (CEO Bentang Pustaka) dan Wahyu Hidayat (Redaktur Senior RD) Tapi yg terakhir ini urung datang karena penerbangannya dibatalkan. suasananya santai sih, ada penyampaian materi dan tanya jawab. Wuih tiap kali dibuka kesempatan, yang angkat jari mau tanya pada rebutan! Rasanya bisa dapat banyak sekali pengetahuan, beberapa diantaranya: Bagaimana sebuah perjalanan dapat produktif (instead of seminggu keliling asia, mendingan tinggal dan mengamati kehidupan sebuah komunitas secara detail) Bagaimana meng hi-lite detail2 dalam sebuah perjalanan menjadi tulisan menarik Oleh-oleh sebuah perjalanan seharusnya bukan kaos atau gantungan kunci, tapi akan sangat rewarding kalau berupa sebuah tulisan. Menulis adalah previleges, tidak semua orang bisa (mau) menulis. Bikin blog yang baik, segmented, dstnya agar dapat dilirik oleh penerbit (oh yeah! Habis ini mau bikin blog yang travelling specialized) Bentuk naskah dan tulisan yang bisa diterima oleh Bentang Budaya (kebayang gak : jadi penulis kayak andrea hirata yihaa! Bisa ke Paris gratis!!) Dan banyak lagi . Ohya, ada cerita Matatita tentang koteka di Papua, ternyata tiap suku punya ciri khas sendiri, ada suku yang pakai koteka segede lengan, yang ternyata ujung koteka ada tempat nyimpen daging babi sebagai bekal dan uang. Hiyaaaaaa! Hahahaha .. Rasanya masih ada yang kurang dibahas di pertemuan ini, antara lain: teknik dan sistematika menulis ca-per, hambatan menulis, dll. Tapi dapat dipahami, ini pasti karena waktunya yang mepet. Acara selesai tepat jam 1700, masih ada beberapa acara: book signing, dll Sebenarnya acara ini juga masih dilanjutkan dengan acara `Bike 2 Kotagede' besoknya: naik sepeda menjelajahi kawasan heritage mataram kuno. Jelas aku ga bisa ikut. Tapi kalau lain kali acara ini diselenggarakan lagi dan disertai dengan workshop nulis dan diterbitkan yuhuuuu! Aku pasti ikut lagi!!!
