Haiiii...

Baru balik dari Dili, Timor Leste kemarin..
mau review sedikit tentang Negara kecil ini yang baru merdeka 20 Mei 2002 ini..

di negara ini kita bisa menggunakan Visa On Arrival dengan bayar $30, airlines 
yg dapat digunakan setauku hanya Merpati (transit melalui Denpasar) dan Silk 
Air (dari Singapore..Airport tax pas balik $10 yah..Hotel ada dari harga $25 
sampe yg paling mahal "hotel Timor" semalam $250 lhoo..

Aku sempat ke Cristo Rei di Tanjung Fatucama, walaupun aku muslim tapi kata 
teman ku yang orang Dili bilang klo liat view dari atas bukit tempat patung 
Yesus berada sangatlha amat bagus, apalagi aku kesana pas Sunset. Sungguh 
indaah, pantainya sangat bersih dan terkesan damai. Banyak turis yang bersepeda 
dan lari sore di sepanjang pantai. sayang aku tidak sempat menyewa sepeda 
disana.

Makan di restoran Tropical dengan menu buffet $5 cukup untuk mengisi perut yang 
kelaparan, design restoran layaknya di film2 cowboy, tembok yang ditutupi seng, 
 tempelan-tempelan plat mobil dari berbagai negara, ban bekas, petromak, 
peralon2 yang sengaja dipasang menambah uniknya restoran tersebut.

Keliling Kota Dili dengan menggunakan taxi cukup hanya membayar $1-$2, mau 
jalan kaki juga cukup koq. Kebetulan hotel yang kutempati ditengah kota bernama 
"Vila Verde" dekat dari mana-mana. Olahraga pagi dengan berjalan kaki ke Port 
hanya makan waktu 10 menit. Port'nya bersih dan tertata rapi tidak seperti di 
Tanjung Priok, samping kanan kiri port juga bersih gak ada sampah tercecer di 
pantai.

Pengemis atau preman hampir tidak kujumpai di Dili, sangat amat berbeda seperti 
yg kupikirkan tentang Dili sebelum aku kesana.
Juga aku melihat banyak sekali mobil2 UN berwarna putih berkeliaran di Dili, 
banyak bule2 yang merasa aman2 saja di kota ini.

Cobalha Coffee Timor Leste dan Sambal Timor, kopinya lembut, cukup 
strong,nikmat, baunya juga khas, dan atasanku yang orang Jepang bilang klo 
sambalnya sangat enak, sampai2 dia membeli sambal Timor Leste sebotol Aqua 
ukuran 150ml dengan harga $1.5 untuk oleh-oleh.
Dan juga pergi ke "Tais Market", tempat dimana kerajinan asli Timor Leste 
terutama kain tenun, dari harga $1 (tempat koin) sampai $30 blanket dengan 
ukuran besar..

Aku juga sempat menyantap makanan buffet di restoran 88, lumayan dgn $3 cukup 
mengenyangkan apalagi ditambah Bakpao rasa ayam yang sangat besar dan lembut 
dengan harga $1.5, menambah kepuasan lidahku :-)

satu tambahan lagi, masih banyak yang bisa bahasa Indonesia lhoo, walaupun 
bahasa nasional mereka Portugese dan Tetum.

Temanku bilang Timor Leste sekarang cukup aman karena pemerintah mendekatkan 
diri ke masyarakat dengan segi sosial seperti memberi beras, membangun 
tempat-tempat ibadah, dana malah yang aku merasa kaget, masayarakt dengan 
gampangnya bisa bertemu dengan presiden dan menyampaikan kritikannya.
"Jika masyarakat dekat dan akur dengan pemerintah/presiden buat apa ada polisi? 
masyarakat Dili yang akan jadi polisi untuk negaranya sendiri"

Obrigado, Timor Leste..

Cheers,
_Piska Aprilia_

Kirim email ke