Bung Jimmy dan warga milis yb, Seperti pernah saya tulis juga di milis ini. Bahwa Indonesia, Malaysia dan bangsa2 di Asia Tenggara ini serumpun, dalam bahasa, budaya maupun asal-usulnya. Dalam salah satu diktat sejarah yg saya baca, ini ditunjang oleh bukti sejarah ditemukannya kapak2 persegi, lonjong di wilayah2 mulai dari Yunan (Cina selatan, yg diduga asal orang2 Asia tenggara) hingga ke seluruh semenanjung Malaya hingga kepulauan Nusantara. Akibatnya, kita berbagi budaya dan bahasa yg kurang lebih mirip2.
Lalu di jaman setelah Masehi, wangsa2 pertama yang menguasai tanah Nusantara yg kala itu belum mengenal sistem kerajaan datang dari Champa (vietnam selatan) sebagai pelarian yg kalah tapi lalu menjadi raja-diraja di bumi Jawa sebagai wangsa Sanjaya dan Syailendra. Meski ada yg menyangkal bahwa wangsa2 tersebut adalah orang nusantara (Jawa) tulen. Tapi bukti2 sejarah paling banyak mendukung hipotesis pertama. Keris yang kita bangga2kan sebagai warisan budaya nasional, ternyata bukan hanya kemampuan yang dimiliki Indonesia, terlebih Jawa. Seluruh Asia Tenggara mengenal berbagai macam bentuk keris. Mungkin juga batik, motif tenunan, dll. Bagi kita orang Indonesia mungkin harus lebih cerdas menyikapi situasi ini, analisis dulu kebenarannya jangan asal menyalak tanpa dasar. Malu nantinya kalau tahu fakta bicara beda. Kita semakin akan dicap bangsa yang as-bun, nggak intelek. Berangkat dari asumsi kesamaan historis tersebut, banyak hal jadi mungkin. Namun, dengan ruang perbedaan yang tipis2 begini justru jadi rawan terjadi simpang siur, tumpang tindih dan bukan tidak mungkin pengakuan sepihak. Inilah yang harusnya disikapi secara arif oleh pemerintah. Misalnya mengirim perwakilan khusus ke Malaysia, atau mendaulat Unesco atau badan2 multilateral yg relevan menyelesaikan polemik demikian. Era sekarang ini kan era diplomasi, kalau tidak berdiplomasi ya dianggap nggak merasa/keberatan. Jadinya pihak Malaysia pun sah2 aja melenggang kangkung. Masa suruh mikirin umpatan2 orang di milis, nggak level lah yauuuww..! Sebagai introspeksi, bangsa indonesia yang sedang terpuruk ini memang tidak berpikir segesit Malaysia yang telah berevolusi menjadi sebuah entitas industri. dalam logika industri, apapun harus bisa dikelola jadi produk yang bisa dipasarkan. Mereka telah siap dengan tatanan abad baru ini. Sementara bangsa kita hanyut energi dan perhatiannya utnuk masalah2 internal yang merobek2 kita dari dalam; sengketa pemilu, korupsi, tawuran & konflik SARA, pemalsuan makanan, dll dll dlll... yang melemahkan bangsa ini sehingga tidak memiliki visi mendunia yang tajam. so pasti selalu tertinggal dalam dinamika global. Saya setuju dengan anda untuk tidak usah reaktif menyikapi ini, lakukan tindakan nyata yg bisa mengharumkan nama bangsa. Salah satunya menunjukkan citra bahwa orang Indonesia bukan pemarah, tidak suka tawuran, dan memilih berdiskusi dengan logis jika ada masalah. Persoalannya, tindakan orang per orang belumlah cukup tanpa kebijakan politik yang tegas dari pemerintah. Ini yagn masih ditunggu2 kapan akan terjadinya??? tabik, Adi --- On Fri, 21/8/09, Jimmy J.S <[email protected]> wrote: From: Jimmy J.S <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Malaysia Klaim Tari Pendet: Sikap Kita? To: [email protected] Received: Friday, 21 August, 2009, 12:14 PM Begitu mendengar kabar bahwa malaysia meng-klaim tari pendet dari mereka langsung saja membuat masyarakat Indonesia membikin suasana rame twitter & fb. Cacian, makian & sumpah serapah dilontarkan didunia maya ini. Bahkan saya pribadipun sempat melontarkan " dasar malingasia " ( dikit emosi ). Tapi akhirnya saya sadari terkadang bangsa kita begitu mendengar kabar bahwa kebudayaan kita dicaplok malaysia langsung emosi, marah tapi setelah itu tidak ada tindakan untuk mempertahankan atau melestarikan budaya bangsa ini. Kita tidak pernah tahu sampe kapan budaya bangsa Indonesia bisa bertahan ditengah modernisasi dunia saat ini, saya sempat berpikir kenapa malaysai begitu "bernafsu" ingin merebut beberapa warisan asli budaya bangsa kita ? apakah mereka tidak punya budaya asli malaysia seperti kain, tarian, makanan ?? saya ga tau jawabannya. Tapi yang PASTI saya ketahui adalah malaysia benar-benar tahu bahwa kebudayaan Indonesia mulai dari tarian, kain tradisional, rumah adat, makanan tradisional akan mempunya nilai yang luar biasa mahal jika dikelola dengan baik, malaysia tahu benar bahwa ketika sebuah tarian bisa menjadi identitas unik sebuah bangsa maka akan menarik pariwisata, malaysia tahu benar bahwa kain batik bisa menjadi peluang bisnis yg bagus. Setelah tari reog, kain batik, tari pendet, angklung apalagi yang akan diklaim ??? jawabannya TIDAK TAHU. Buat teman2 yg berada diluar sana yg suka traveling kepenjuru dunia banyak hal yg bisa kita sampaikan kepada dunia bahwa INDONESIA bangsa yg mempunyai warisan budaya yang luar biasa. STOP mencaci, memaki & bersumpah serapah kepada tetangga kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa yg berbudi luhur, tunjukkan dengan cara yang lebih elegan yang akhirnya dunia akan tahu seperti apa INDONESIA yg sesungguhnya. JAYALAH INDONESIAKU. ......... ......... ......... ......... ........ [Non-text portions of this message have been removed] __________________________________________________________________________________ Find local businesses and services in your area with Yahoo!7 Local. Get started: http://local.yahoo.com.au [Non-text portions of this message have been removed]
