Dalam keseharian saya mengamati konsep pariwisata di pemuteran bali sini,
lumayan bagus juga untuk diteladani. Seperti bahwa pedagang asongan gak
terlihat secuilpun di pantai. wah rasanya senang sekali lihat turis bule sun
bathing tanpa diganggu. Kadang soalnya malu sendiri melihat turis bule diganggu
pedagang asongan. Soalnya aku juga merasa sebel abess kalau diganggu pedagang
asongan.
Kuncinya ternyata adalah kerjasama dengan pecalang setempat. Pecalang sudah
wanti2 bahwa pedagang asongan dilarang berdagang di pantai. sebagai gantinya
maka mereka bikin kios penyewaan alat snorkling dan penjualan suvenir. yup,
kios itu milik kas desa dan disewa oleh penduduk lokal yg ingin berjualan.
sistem bagi keuntungan. jadi keuntungannya ya balik lagi ke warga desa untuk
pemeliharaan fasilitas. Di kios itu ada penjelasan tertulis dalam bahasa asing
bahwa kios membeli dalam partai besar kerajinan warga lokal terutama memang
untuk menjaga agar pantai bersih dari pedagang asongan. hmm konsep yg lumayan
bagus.
Hal bagus lainnya adalah bio rock yg terkenal itu. kalau dipikir secara
singkat, orang bisa kritik ngapain sih ngebuang2 listrik untuk memupuk karang?
gak ada gunanya. Tapi dari pengamatan disini, ternyata segi positifnya banyak.
Pemberdayaan masyarakat lokal misalnya. listrik dan karang2 itu harus dirawat
yg tentunya menyerap pekerjaan untuk warga lokal. dana untuk gaji mereka? efek
turunannya menjadi contoh positif berikutnya: Pariwisata. turis2 bule memenuhi
pantai ini karena mendengar bio rock ini. mereka bisa snorkling disana, dengan
menyewa snorkling set dari kios desa. sebagian kecil uang sewa buat menyumbang
bio rock. mereka juga bisa menyumbang langsung atau membeli T Shirt bio rock
atau ikut menanam karang dengan nama mereka diukir pakai kawat. semuanya
mendatangkan pemasukan bagi perawatan berkala plus pemasukan bagi warga desa.
Ditambah dive center2 di sekelilingnya juga memberi sumbangan bagi setiap turis
yg menyewa jasa penyelaman. ini
berarti saya juga menyumbang ke biorock setiap kali ada turis asing menyewa
jasa saya buat mengajari selam mereka. I don't mind and happy also with that.
Mungkin ini juga kunci berikutnya, kerjasama saling menguntungkan antara warga
asing dan penduduk setempat. dalam acara kesenian lokal di balai desa, selain
lurah dan camat yg memberi hadiah bagi para juara lomba 17 an, ada orang asing
juga yg maju ke depan memberi hadiah selain disuruh pidato dalam bahasa
indonesia yg terpatah2. lumayalah, dia promosi lagi tentang menjaga hutan,
penyu ya environment awareness lah.
Ps, di panggung kemudian band anak muda setempat menyanyikan lagu rock dalam
bahasa bali yg saya tidak mengerti. MC kemudian bilang kalau ini lagu ciptaan
mereka sendiri. wah hebat. band anak desa bali sudah bisa menunjukkan kepada
malaysia bahwa indonesia gak bakalan kering karya karena menghargai kreativitas
dan kemajemukan budayanya gak seperti malaysia yang seragam dan monoton dan
tinggal menunggu sekaratnya sebagai sebuah bangsa :)
regards,
Johannes Keioranto
PADI Diving Instructor
Part Time di pemuteran
[Non-text portions of this message have been removed]