Malang & Pulau Sempu... (12 September 2009)

 

Weekend kemarin, saya travelling ke Malang & Pulau Sempu. Dari Surabaya,
saya ke Malang menggunakan kendaraan pribadi selama 2 jam. Saya tiba di
Malang sekitar pukul 19.00 kemudian mandi & langsung jalan" keliling
Malang...

 

Kota Malang memiliki banyak universitas dengan lokasi kampus yang sangat
luas dan megah. Tidak mengherankan, suasana kota Malang selalu ramai dan
keramaian ini relatif merata di seluruh kota Malang. Di satu sisi,
Malang menyimpang berbagai pesona dengan struktur bangunan kuno yang
masih terawat, seperti Toko Oen, Hotel Tugu, gereja Katolik & GPIB, dan
perumahan elite di area Boulevard Ijen yang tampak seperti Menteng-nya
Malang dan masih banyak lagi place of interest lainnya, namun, hanya
beberapa tempat itu yang bisa saya kunjungi). Di sisi lain, terdapat
deretan ruko-ruko padat yang pada malam hari akan disulap menjadi
lesehan ala PKL yang ramai dikunjungi banyak mahasiswa.

 

Untuk kuliner, Malang juga menawarkan banyak pilihan. Mulai dari makan
ringan seperti Ote-ote, pia mangkok, pia telo, ice cream eskimo & ice
cream Toko Oen yang asli hand made, sampai makanan "berat" seperti cwie
mie, bakso, pecel, soto Madura, Rawon Nguling, dan masih banyak lagi...

 

Dari Malang, kita bisa berkendara 2 jam ke Pantai Sendang Biru. Dari
kejauhan, air tampak sangat biru dan cantik. Untuk masuk ke Pantai
Sendang Biru, pengunjung akan dikenai tarif Rp 3.500 per orang dan
parkir mobil Rp 1.000. Jangan heran kalau biaya yang dikenakan akan
lebih mahal dari karcis yang kita terima. Kemarin, untuk 4 orang
pengunjung dan 1 mobil saya dikenai biaya Rp 15.000. Oleh petugas
karcis, karcis diselipkan di wiper (tidak diserahkan langsung ke tangan
pengunjung) dan ketika dicek, petugas hanya memberikan 1 karcis
pengunjung dan 1 karcis mobil yang jika ditotal hanya senilai Rp 4.500.

 

Ketika berputar-putar di area wisata, seorang warga setempat menghampiri
kami dan menawarkan jasa penyeberangan ke pulau Sempu. Harga kapal sudah
dipatok asosiasi setempat, untuk berkeliling pulau dan diturunkan di
area berenang (setelah puas berenang, pengunjung akan dijemput) tarif
yang dikenakan sebesar Rp 100.000, untuk antar-jemput (15 menit) ke
lokasi start Segara Anakan dikenakan sebesar Rp 100.000. Apabila kita
mengambil rute kapal ke Segara Anakan, kita harus membayar tambahan
biaya Rp 50.000 jika ingin berkeliling Pulau Sempu (saya tidak mengambil
paket tambahan melalui makelar kapal tsb, namun langusng nego dengan
tukang kapal dan hanya dikenakan tarif Rp 30.000).

 

Jika kita ke Pulau Sempu, rasanya tidak lengkap jika kita tidak ke
Segara Anakan. Makelar kapal menawarkan jasa pemandu senilai Rp 100.000
(non negotiable) karena menurutnya, kondisi jalan banyak yang bercabang
dan akan membingungkan. Namun, saya dan 3 orang teman saya memutuskan
untuk jalan sendiri. Sebelum ke Pulau Sempu, kita diharuskan melapor ke
pos setempat dan tentu saja, diharuskan membayar biaya siluman (awalnya
mereka mengatakan jika kita harus membayar biaya sukarela, namun ketika
saya membayar Rp 10.000, mereka minta tambahan menjadi Rp 25.000).

 

Dengan kapal, kita akan diturunkan di start jalan setapak ke Segara
Anakan. Kondisi jalan setapak masih alami namun cukup baik. Memang ada
beberapa cabang jalan, namun jalan yang benar masih bisa dikenali dengan
ciri-ciri jalan tsb lebih padat dan tampak sering terinjak. Kondisi
jalan bervariasi, kadang tanjakan dan kadang turunan, banyak akar
tanaman di jalan setapak yang menguntungkan kita karena mencegah kita
terpeleset. Sepanjang perjalanan, sering terlihat/terdengar gemerisik
monyet di pepohonan yang tinggi, namun mereka tidak mendekat ke arah
kita. Hindari berpergian pada musim hujan karena jalan setapak akan
becek dan licin. Pada rute akhir perjalanan, kita harus lebih
berhati-hati karena kondisi jalan seperti tebing namun masih bisa
dilewati (awalnya saya sempat mengira kalau saya salah jalan karena
kondisi jalan yang seperti tebing, namun seorang teman saya berjalan
terlebih dahulu dan ternyata jalan di depan masih baik dan bisa
dilewati). Dengan kecepatan jalan sedang, kita bisa mencapai Segara
Anakan dalam waktu 1 jam.

 

Kondisi Segara Anakan masih sangat alami dan cukup bersih. Tidak ada
penginapan, toilet, dan warung. Segara Anakan merupakan laguna dengan
pantai berpasir putih yang diikeliling tebing tinggi, di satu sisi,
terdapat karang berlubang yang sering terhempas ombak dari laut di
baliknya. Sungguh suatu pemandangan yang indah dan unik. Walaupun cuaca
terik, namun air lautnya sangat segar dan akan sangat menyenangkan jika
kita mandi di sana.

 

Setalah puas, saya kembali dan minta dijemput tukang perahu (telepon via
ponsel). Saat hendak pulang, ternyata kondisi air laut sedang surut
sehingga kami harus berjalan agak ke tengah untuk mencapai kapal. Dan
lucunya, kapal kami ternyata karam, sehingga kami berempat ditambah
tukang perahu harus mendorong kapal (proses mendorong kapal ini memakan
waktu sekitar 20 menit ^^). Setelah itu, kami berkeliling pulau Sempu
dan bisa melihat pemandangan laut dengan karang-karangnya yang besar dan
cantik..

 

Sesampainya di demaga, kami menuju ke rumah makelar kapal untuk makan
siang (Bahan makan kami beli sebelum pergi ke pulau Sempu. Kami membeli
ikan tuna Rp 12.000 / kg, kangkung Rp 1.000 per 3 ikat. Ada pilihan ikan
lain dengan harga bervariasi, paling murah Rp 9.000 / kg & cumi Rp
20.000 / kg.) Makelar kapal memasakkan bahan makanan yang kami beli dan
pada awalnya dikatakan kalau biayanya seikhklasnya saja. Utk menggoreng
ikan tuna 1 kg, menyediakan nasi putih utk 4 org dan sambal, saya
memberikan Rp 40.000, tp kemudian makelar tsb minta tambahan menjadi Rp
50.000.

 

Setelah makan, kami kembali ke Malang dan kemudian melanjutkan
perjalanan ke BNS (Batu Night Spectacular). Di BNS, terdapat beragam
atraksi dan permainan seperti di Dufan, hanya saja jauh lebih kecil,
seperti ontang-anting, trampolin, gocart, bombomcar, teater 4 D, dan
yang menurut saya paling bagus dan unik adalah taman lampion. Biaya
masuk MBS Rp 10.000 per orangh dan untuk masuk ke tiap" atraksi akan
dikenakan biaya lagi (rata-rata Rp 10.000). Perjalanan Malang-BNS
sekitar 45 mnt.

 

Saya menggunakan jasa rental mobil untuk perjalanan ke Sendang Biru &
BNS. Biaya rental Malang - Sendang Biru Rp 375.000 untuk 12 jam termasuk
BBM & driver. Karena saya menambah perjalanan ke BNS, tarif yang
dikenakan menjadi Rp 500.000 termasuk BBM & driver.

 

Apabila teman-teman ada yg berminat ke Sedang Biru / Pulau Sempu, mgkn
bs langsung kontak Bpk Hendro (Tukang Kapal) : 085234691014.

 

Itinerary

08.00                            Start dari Malang

08.00 - 09.00                Foto" di gereja Katolik Ijen dan makan
rawon Nguling

09.00 - 11.30                Perjalanan ke Sendang Biru (sempat berhenti
untuk beli air)

11.30 - 12.00                Beli bahan makan

12.00 - 12.15                Menyeberang ke Pulau Sempu

12.05 - 13.15                Menuju Segara Anakan

13.15 - 14.30                Have fun at Segara Anakan...

14.30 - 15.30                Perjalanan kembali

15.30 - 16.00                Keliling Pulau Sempu dengan kapal

16.00 - 16.45                Makan

16.45 - 18.45                Perjalanan kembali ke Malang

18.45 - 19.30                Makan bakso di Malang

19.30 - 20.15                Perjalanan ke BNS

20.15 - 22.00                Enjoy BNS...

22.00 - ..                       Kembali ke Malang

 

note : Catper ini dibuat tanpa maksud menyudutkan/mendiskreditkan pihak
mana pun. Mohon maaf apabila ada kesalahan tulis.. =) Viva pariwisata
Indonesia!

 

Best Regards,

Agnes Dian Marsiska - Jakarta Pusat

 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke