Ah, dicampur dengan tema email sebelumnya 'film apa yang menginspirasi kamu 
jalan-jalan'...sedikit melenceng karena tidak persis film, namun beberapa video 
klip musik berhasil memprovokasi saya untuk jalan-jalan;

- Burung Gereja - Nugie: Segoro Wedi, Bromo
http://www.youtube.com/watch?v=LYZ2fxTj60Y

- Maha Dewi - Padi: Pantai Badegeur, Malingping/Muara Binangeun
http://www.youtube.com/watch?v=dmm6KVt5psc&feature=related

Dan yang satu ini, membuat selalu ingin kembali ke Bali;
(Kuta Bali-nya Andre Hehanusa boleh lah, tp gak cukup mengugah untuk pergi 
kesana, dan Denpasar Moon-nya Maribeth, kenapa gak ambil Jimbaran Moon, 
Denpasar macet jeng...)

- Lembayung Bali - Saras Dewi
http://www.youtube.com/watch?v=tUdBWhYu-5E#watch-main-area

...ihik...ihik...

:D
Puguh


--- In [email protected], mei chandra <meich...@...> wrote:
>
> Tulisan ini pernah saya posting di blog saya, numpang share di milis ini ya,
> mumpung banyak yang mudik selama libur Lebaran:
> 
> Teman-teman, Ayo Manfaatkan Youtube untuk Promosikan Indonesia
> 
> 
> Kemudian saya mencoba beberapa keyword lagi, seperti "Bali", "Yogyakarta,"
> dan "Jakarta", ternyata hasil pencarian tidak terlalu banyak. Paling banyak
> adalah "Bali" yang menghasilkan 44.100 hasil search saja.
> 
> Bila dibandingkan dengan hasil search di Google, kata kunci "Indonesia"
> sudah cukup baik, yaitu menghasilkan situs-situs resmi pemerintah,
> wikipedia, dan situs tourism Indonesia di halaman pertama. Namun, dengan
> meningkatnya penggunaan youtube sebagai search engine, terutama di
> negara-negara maju, sudah saatnya kita lebih serius memandang youtube.
> Terlebih lagi di bidang pariwisata, youtube adalah suatu tools yang dapat
> kita pergunakan dengan lebih maksimal lagi.
> 
> Ketika ribut-ribut tentang Malaysia mengklaim tari Pendet, di milis-milis
> orang mulai membicarakan bahwa Indonesia juga harus membuat film dokumenter
> tentang budaya Indonesia. Saya berpikir, kalau bikin film dokumenter yang
> serius gitu kan lama, dan juga berbiaya tinggi. Untuk masuk Discovery
> Channel seperti Malaysia mungkin mahal sekali sehingga pemerintah Indonesia
> perlu memikirkan cara lain yang lebih murah sekaligus efektif.
> 


Kirim email ke