Kalau mau berkunjung ke Kraton Pura Mangkunegaran di Solo, kita akan melewati 
jalan Triwindu yang menjadi 'avenue' keraton ini. Sepanjang jalan ini berderet 
kios-kios yang menjual barang elektronik, buku, kaset, dll.
Tersembunyi dibalik deretan kios ini terdapat pasar barang antik : Pasar 
Triwindu yang sebenarnya sudah dikenal banyak turis asing dan domestik. Salah 
satu "harta terpendam"nya adalah kaset-kaset lawas yang mungkin sudah ga 
beredar umum lagi.

Lokasi kawasan ini cuma 200 meter-an dari kawasan Jl Keprabon di Solo yang 
terkenal dengan kulinernya: nasi liwet, nasi gudeg, dll
Dari sini juga dekat dengan kawasan 'backpacker' (hotel murah) di jl Ahmad Yani 
(Keprabon Timur)

Adalah pemerintah kota Solo saat ini: walikota Jokowi dan wakilnya FX Rudy yang 
punya visi penataan dan revitalisasi lokasi-lokasi di Kota Solo yang tidak saja 
mempercantik kota namun juga memicu peluang pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya adalah area pasar Triwindu ini.

Penataan dilakukan dengan relokasi kios-kios elektronik, buku, dll ke sebuah 
gedung "Ngarsapura" (*belum sempat motret) dan menjadikan lahan bekas kios-kios 
tersebut ruang-ruang yang dapat digunakan sebagai wadah terbuka masyarakat Solo.
Konon area ini akan dijadikan semacam 'pasar malam'. Beberapa kali lewat daerah 
ini memang diadakan semacam bazaar, dsbnya.

Pasar Triwindu sendiri juga dipugar dan dibangun keren. (*belum sempat masuk 
juga) dan sekarang bernama Pasar Windujenar

Semalam habis nutup warung, jalan-jalan sendiri bawa kamera. Sampai di lokasi 
sudah jam 2100 lebih tapi masih lumayan penuh orang narsis.

Foto-foto dapat di lihat di : 
http://celeronpras.blogspot.com/2009/09/revitalisasi-pasar-antik-windujenar.html

Kirim email ke