Kalau waktunya terbatas, lebih baik di sekitar Makassar aja. - Benteng Rotterdam, lengkap dengan ruang penahanan Diponegoro, dengan lukisan mistisnya
- nyebrang ke Pulau Samalona (hy 10-20 menit, sewa kapal klo ga salah sekitar Rp. 200rb, bisa isi s/d 10 org kayanya), itu sudah PP, nanti dia akan nunggu sampai kita mau pulang. Pantainya kereeen dan sepi, sedikit kotor di pantainya karna sampah, buat snorkling asik bgt, 2 jam ga kerasa. Ikannya suka mendekat ke kaki kita. Pulaunya mungil banget, 20 menitan cukup buat ngiterin. Bisa sewa saung2, atau rumah penduduk buat istirahat/nginep. - wisata kuliner n nongkrong di sekitar pantai Losari. Ada yang jual es pisang ijo, palu batung, dll (sayangnya ga cocok dengan lidahku, tp minimal nyobain aja). - Bantimurung: Agustus lalu udah ga ada kupu2nya, hanya ada 1-2 ekor aja. Biasa aja. Kalau ada waktu beberapa hari: - Tanjung Bira, Bulukumba: pantainya rame kalau lagi weekend, dan menurutku sih biasa aja. Perjalanan ke sana 4 jam sekali jalan dari Makassar. Tapi yang menarik justru perjalanan ke sana, akan ngelewatin pemandangan yang oke banget. Kita juga bisa liat aktivitas masyarakat, mulai dari bikin kapal Phinisi (bisa mampir dan masuk perkampungannya, naik ke atas kapalnya), menjemur rumput laut, membuat garam, dll. - Toraja: liat rumah adat dan kuburan, 8 jam dari Makassar. Kalau mau ke sana lebih baik naik bus besar, apalagi kalau jalan malam. Pas ke sana Agustus yang lalu, 'hampir' berhadapan dengan preman bermotor (bajing loncat), ada ber4 orang. Padahal di mobil sewaan kita, hanya sopirnya yang cowo. Serem juga klo diingat2. - Danau Tempe dan Sengkang: Sepulang dari Toraja ke arah Makassar, bisa ngelewatin Sengkang. Di sana bisa liat pembuatan sutra, bisa beli sarung, dasi, dari sutra buat oleh2. Danau Tempe, aku rekomendasiin juga, 7km dr Sengkang. Danaunya sih dah surut banyak kedalamannya, banyak dipakai buat sejenis keramba ikan, dengan bantuan eceng gondok. Masuknya dari sungai Walennae. Banyak burung bangau putih di sini, keren pas ngeliat mereka terbang, atau sekedar mencari makan di pinggiran. Di sini bisa sewa perahu, untuk muterin danau, bisa liat rumah2 terapung penduduk di tengah danau. Nanti ditawarin mampir di rumah mereka untuk menikmati makan pisang goreng hangat, dan minum teh di tengah danau. Nikmat bgt, masih kebayang sampai sekarang. Pisang goreng dan teh paling enak kayanya. hehehe.. Selamat jalan2.. Margareth Dessy
