Dear Temans,

Share juga ya..

Saya pernah posting ajakan jalan bareng dan ikut juga acara jalan bareng
yang ditawarkan. Pertama kali ya ikut ajakan ke P Seribu dan seperti kata
iklan, kesan pertama begitu menggoda. Dari situ ketemu beberapa teman yang
terus-an kontak2 dan ajak2 kalo pengen jalan lagi. Selanjutnya ikut lagi
acara jalan IBP ke Cilacap-Pangandaran-Green Canyon, lebih berkesan lagi
karena selain bertemu teman2 eks P1000, ketemu lagi teman2 baru yang jauh
lebih banyak. Dari situlah, mengutip kata teman, kami tidak terpisahkan lagi
ha ha ha...

Dari situ, kami terus keep contact. Di sinilah seleksi alam muncul, untuk
peserta yang nyeleneh2 kebangetan pasti tersingkirkan. Dalam arti ga bakalan
ada yang ajak2 jalan dia. Dan yang tersisa adalah yang dapat menyesuaikan,
memiliki interest sama dari tempat, tujuan, budget dan waktu. Saya sendiri
memiliki beberapa kelompok jalan yang terpisah yang memiliki beberapa
"anggota tetap", tapi antara kelompok satu dan yang lain tetap bisa membaur
alias bergabung ikut jalan bareng tanpa syarat. Biasanya dihubungkan oleh
beberapa orang yang bisa membaur tanpa terikat ke kelompok2 tersebut
(swinger). Yang agak susah memang, meng-"tune in" kan beberapa kelompok yang
background-nya berbeda. Yang satu suka ke gunung, satu suka ke pantai, satu
suka masuk gua, satu suka liat patung dan candi, satu ngider2 kota aja dan
suka wisata kuliner dll. Biasanya di awal si sudah disusun "kesepakatan"
meliputi itinerary, beaya dll sehingga kekompakan tetap terjaga. Lagipula,
sering kumpul2 di saat tidak trip sebenarnya juga merupakan seleksi alam.
Kenapa? Kalo sedang nge-trip kan kita enjoy2 aja bawaannya. Kayak saya yang
kalo suasana kerja galak abis pun, kalo trip bisa jadi friendly abis dan sok
cool (he he). Intinya, nge-trip itu bukanlah realitas sesungguhnya dalam
hidup sehingga interaksi di luar trip sebenarnyalah yang membuat ikatan
menjadi lebih kuat sesama teman. Maap ya kalo buat kesimpulan ga ilmiah
(yang niat masuk psikologi ga kesampaian he).

Apakah semua trip selalu fun dan berkesan? Tidak juga. Pernah ketemu dua
trip yang ga fun karena ulah beberapa teman yang nyeleneh. Sebenarnya
nyeleneh ga papa asal sudah dipaparkan di muka jadi pas acara dan hari H
tidak membuat kaget dan sebel yang lain. Toh kita memang tidak saling
mengikat, tapi kalo tiba-tiba ngilang sementara kita sudah atur sana-sini ya
repot juga buat yang lain.

Well, sebagai resume, saya kira buat ajakan jalan di milis ini bermanfaat
banget kok. Kita bisa dapat teman baru, berbagi pengalaman baru dan tentu
saja dapat share beaya. Seperti trip saya beberapa waktu lalu, dapat teman
dua orang yang bergabung (teman lama) dan saya sukuri. Bagaimana tidak,
beaya nginap share bertiga, bisa diskusi, bagi2 tugas nawar2 harga, dan saya
tidak bisa membayangkan jika ngetrip 10 hari hanya sendirian saja. Ya kalo
dapat teman baru buat ngobrol enak di bis, kalo tidak? Bisa-bisa trip hanya
manyun sendirian ngandelin music player dan kamera saja. Kemungkinan ketemu
teman ga enak pasti ada, tapi saya rasa tidak banyak yang begitu lah. Jauh
lebih banyak baiknya dari ga enaknya.

Salam


RHH





2009/10/27 ken_lanang <[email protected]>

>
>
> Temans,
>
> di milis kita ini rasanya lumayan sering kita baca message: "saya mau ke
> tempat anu, tanggal sekian, ada yang mau bareng gak"
> dsbnya...
>
> Jadi pengen tahu saja, ada ga yang berhasil nemu teman jalan bareng trus
> bagaimana story-nya?
>
> hehe... penasaran saja.
>
> salam,
> Pras
>
>  
>



-- 
-------------------------------------------------------
Kabaena Camp-D3W North Pit; S 5 deg 25.73 min/E 121 deg 59.43 min
YM : heru_hendarto


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke