Wah semakin seru saja diskusinya. Saya kira memang idealnya ketika kita jalan 
bareng masing2 sudah punya rencana sendiri2. Tp mgkn ada orang2 yg baru pertama 
kali jalan sendiri, apalagi keluar negeri (sebagai independent traveller tanpa 
menggunakan jasa travel agent). Jadi dia 'numpang' saja sama teman jalannya 
itu. Saya pun, pernah 'numpang' seperti ini hehe.... 

Tapi menurut hemat saya, pengalaman memang guru terbaik. Mungkin orang yang 
awalnya cuma numpang pun lama-lama sudah bisa menjadi partner jalan yg gak 
nyusahin :D. Jadi selama dia gak komplain, agaknya kita hrs menghargai niatnya 
yg mau travelling bareng kita. Ya, asal jangan keterusan aja hehe.....

-Lenga-

Powered by Telkom Berryberry£

- original message -
Subject: Re: Bls: [indobackpacker] "Ngajak jalan bareng?" ... trus bagaimana
 ceritanya?
From: "Rudy Darwin" <[email protected]>
Date: 27/10/2009 19:11

Pengalaman gw mgkn lbh parah ya. Pergi bareng ama tmn trus pas di sana komplain 
ini komplain itu, pdhl udah pesawatnya gw yg bantu book, itinerary gw yg susun, 
eh malah komplain kalo tmpt yg gw susun tidak sesuai dengan minatnya hehehe. 
Pdhl ngotot mau ikut bareng krn belum pernah ke luar negeri n takut kesasar. N 
sebelumnya udah bilang mau ikut gw aja asal bisa keluar negeri dgn aman.

Tapi itu pahitnya. Manisnya byk juga terutama waktu ke bangkok, pulau seribu 
dan terakhir halimun. Tripnya asik krn teman2 yg ikut bener2 klop abis. Jadinya 
suasana kekeluargaan bener2 tercipta, saling menjaga dan memperhatikan. 

Semuanya jadi pengalaman yg berwarna sih.

"We are prone to judge success by the index of our salaries or the size of our 
automobile rather than by the quality of our service and relationship to 
humanity" (Martin Luther King, Jr)
Sent by Rudy® from mobile device.

-----Original Message-----
From: "Diesty" <[email protected]>
Date: Tue, 27 Oct 2009 11:27:41 
To: abraham lincoln<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [indobackpacker] "Ngajak jalan bareng?" ... trus bagaimana 
ceritanya?

Dear IBPers,



Saya setuju sekali tuh dengan statement Abraham ttg partner travelling yg 
menyebalkan : "mereka mengharapkan yang ngajak harus lebih tau dari yang 
diajak".



Kadang agak malas ya, ngajak temen buat travelling trus yg diajak travelling 
malah jadi ngandelin kita buat booking hotel, nentuin itineraries, budgeting, 
dll, trus disananya jg ga tau mau ngapain. Emangnya kita tour agent! (curhat 
colongan.. hehe)



Yang paling asik tuh tmn barengan yg udah tau mau kemana dan ngapain, jadi 
kalau disana jadwal+tujuannya pas sama, kita tinggal sharing kamar, transport, 
dan saling nemenin pas masa "pahit dan manis" dijalan. Kalau jadwal+tujuannya 
ga sama, at least kita bisa sharing kamar+tips.



Oya, manfaatin moment nih, kalau ada yg mau jalan ke China (terutama Beijing) 
sekitar May tahun depan, info-info ya. Sapa tau kita bisa jalan bareng. 



Buat yg lum ada ide, taun dpn mau kmn, Beijing bisa dijadiin alternatif tempat, 
lhoooo... Yg penting, sebelum kesana, cari tau dulu tentang tempat yg mau 
dituju yaaa.... :)



Warm regards,

Diesty



-----Original Message-----

From: abraham lincoln <[email protected]>

Date: Mon, 26 Oct 2009 19:23:37 

To: <[email protected]>

Subject: Re: Bls: [indobackpacker] "Ngajak jalan bareng?" ... trus bagaimana 
ceritanya?





Pras,



Sejauh ini sih lancar2 aja kalo jalan sama anak2 backpackers lainnya, kita jadi 
nambah temen n malah jadi sering kumpul bareng



Kalo kita ngajak jalan, trus ketemu samatemen yang memang mau jalan ke tujuan 
yang sama sih lebih enak, karena biasanya mereka jg udh punya info yang bisa 
dibagi, tapi ada juga orang yang sebelumnya tidak punya niat pergi kemudian 
tertarik dengan ajakan kita. 



Nah kalo tipe yang diajak ini ngandelin kita, agak repot jg, ada sih satu dua 
orang yang kadang punya eskpekstasi berlebihan, dalam artian, mereka 
mengharapkan yang ngajak harus lebih tau dari yang diajak...padahal seringkali 
kita juga baru pertama kali ketempat itu, jadi walaupun sudah mengumpulkan 
informasi ya selebihnya tinggal on the spot aja. 



Tapi biasanya kalo backpacker sejati sih asik2 ajalah







--- On Tue, 10/27/09, Kang Giman <[email protected]> wrote:



From: Kang Giman <[email protected]>

Subject: Bls: [indobackpacker] "Ngajak jalan bareng?" ... trus bagaimana 
ceritanya?

To: "ken_lanang" <[email protected]>, [email protected]

Date: Tuesday, October 27, 2009, 7:48 AM













 









    

                  Dear Ken, 







Jalan Bareng atau Groups Backpacker / Budger Sharing selain bisa patungan 
homestay, transportasi, dan makan, jalan dengan orang yang belum kenal sebelum 
nya menjadi tantangan baru buat kita, seberapa kita bisa di terima dalam sebuah 
komunitas atau eksitasi kita, memang sih semua kembali ke personal, tapi kalau 
mengutip kata seorang presenter saat wawancara dengan para backpacker,  " 
sebagai backpacker harus gaul, friedly  dan asik, dunk... " kalau enggak, trus 
kenapa selau ingin dikatakan dekat dengan budaya setempat, 







tapi kalaupun seandainya terjadi sesuatu hal yang membuat kita tidak nyaman, 
kita bisa kok minta ijin ke rombongan untuk memisahkan diri, tapi yang terjadi 
ada opini baru buat kamu yaitu enggak asik dan sentimentil jihaaaa.....



tapi apabila memang sangat membuat kamu tidak nyaman, ya bisa aja sih, karena 
backpacker juga adalah independent traveler, independent . ...







oh ya, beberapa temen backpacker juga menulis dalam blognya dan biasanya 
menampilkan alamat blognya di bawah nama / pengirim, silahkan di rujuk saja, 







semoga membantu...







Cheerrrsss



Regards/ Kang Giman   







 







________________________________



Dari: ken_lanang <ken_lan...@yahoo. com>



Kepada: indobackpacker@ yahoogroups. com



Terkirim: Sel, 27 Oktober, 2009 00:45:39



Judul: [indobackpacker] "Ngajak jalan

Kirim email ke