Satu hal yang mohon harus dihindari saat di Amed: Bangun Siang. You'll miss the show!
Kalau menginap di Viena Bungalow atau Good Karma, masing2 penginapan ini terletak berdampingan dengan sebuah kampung nelayan, bahkan bungalow di Good Karma bisa dibilang bercampur dengan perkampungan nelayan. Tergantung musim, kalau sedang musim melaut, pukul 2/3 pagi, bapak2 nelayan bangun dan mendorong perahu mereka kelaut. Ketika matahari hampir terbit, naiklah ke atas bukit. Layar kecil perahu nelayan yang berjumlah puluhan menyebar di lautan. Dan jika beruntung dilatar belakang akan terlihat matahari terbit dibalik Gunung Rijani. Saat-saat yang tepat untuk mengajukan pertanyaan retorik; apa sih yang gue cari?...hayah...pret... Picture say a thousand words; http://puguhimanto.multiply.com/photos/album/20/Amed#photo=15.jpg http://puguhimanto.multiply.com/photos/album/20/Amed#photo=19.jpg Foto diambil dari atas bukit persis di ujung tanjakan sesudah Viena Bungalow. Sekitar pk 8 mereka kembali mengkandaskan perahunya di pantai, menarik ke pantai, dan mengeluarkan ikan tangkapan. Berada ditengah kesibukan bapak2 nelayan ini bener-benar mengisi kembali energi kita. Yang kadang tidak terlihat oleh kita, pengunjung ke Amed, daerah ini termasuk daerah termiskin di Bali karena lahan keringnya. Warga sekitar harus berjuang untuk mendapatkan air bersih terutama di musim kemarau. Silakan sore-sore berjalan disekitar penginapan untuk coba membeli hasil pertanian mereka(sayangnya biasanya hanya jagung) atau membeli ikan langsung dari nelayan yang merapat ke pantai. Perasaan saya, dari Amed ini pasti ada akses ke pura Buku yang bisa banyak memberikan informasi ttg wisata bali yang tidak umum adalah; "Natural Guide to Bali" (http://naturalguide.org/ng_about.asp?cat=1000252). Saya lihat ada di kinokuya, dijual dengan harga Rp 180rb. Mahal? Jangan kehabisan akal. Amazon.com memberikan fasilitas book excerpt. Screen captured `em, dan paste `em dan print `em. Masih terlalu "umum"? Ayo, sewa jukung dan berangkat ke Gili Trawangan dari Amed...berangkat jam 7 pagi 3,5-4 jam, merasa jadi Santiago dalam "The old man and the sea". Anda bisa janjian dengan pak nelayan untuk kembali dijemput dari Gili ke Amed. Tabik, Puguh ...yang sempat ingin-ketika saatnya tiba-diperabukan dan abunya disebar di Amed....sekarang sudah tidak pengen...sebar di food court aja! > > Dari Amlapura, coba lanjut ke Amed. Di kampung nelayan ini ada banyak hotel, > kamu bisa snorkeling di Japanese Wreck, lokasinya tepat di depan hotel Eka > Purnama. Pemilik Eka Purnama orang Amrik yg nikah sama orang Bali, George & > Iluh, anaknya Iona (8thn) cantik sekali, kalau kamu demen sama anak indo, > anak satu ini mirip Shirley Temple...Harga di Eka Purnama sekitaran Rp 200an > semalam, termasuk breakfast, lokasi di atas bukit, jadi anginnya kenceng > banget, bungalownya bersih dan romantis...pemandangan dari restorannya indah > sekali, langsung ke laut biru, dibingkai taman hijau yang dirawat rajin sama > Iluh. Siap2 dibangunkan subuh2 sama segerombolan nelayan yang bertolak > menjaring ikan...mereka suka nyanyi2 lagu Bali, seru deh... >
