hi dinda, teman saya mengalami hal serupa. landed di T-3 (nyontek Changi) pk 1 dini hari karena delay airasia. kami antri untuk pesan taxi di booth yg tersedia. saya memesan gamya karena antrian bluebird sudah panjang, sdgkan teman saya yg karena sudah terlalu cape jd mau naek taxi apa aja. klo tidak salah merk diamond taxinya & memakai sticker resmi bandara Soekarno-Hatta. tak lama teman saya jalan (saya masih menunggu antrian), saya mendapat sms klo dia ditembak 100rb untuk sampai ke duta mas. karena cm sendiri & takut diapa2in, jd ya mau ga mau harus dibayar. itu dikasih tau bapak supirnya pas di tengah2 tol.
kacau deh terminal-3 koq dirusak dgn service taxi macam ini. cheers, Uce ________________________________ From: Dinda Trisnadi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, December 15, 2009 9:58:10 AM Subject: [indobackpacker] Taksi Tanpa Argo (di Soekarno-Hatta) Halo Semua, Tanggal 4 Desember kemarin, saya dan istri kembali dari Solo dengan pesawat ke Bandara Soekarno-Hatta. Sampe lumayan malem, jam 8-an dan langsung cari taksi untuk pulang ke rumah. Kaget banget kami berdua. Begitu menyambangi tempat taksi, langsung di tembak 150rb. Udah masuk biaya toll katanya. Dari taksi itu, saya cari lagi taksi yang lain. Dan ternyata begitu juga. Ya udah, akhirnya kami ikut antrian silverbird karena bluebirdnya antre banget. Saya kaget banget nemu kenyataan kalo sekarang taksi di bandara tu pake argo kuda ya? Bahkan stoppernya yang menurut saya mestinya jadi pemandu malah yang nawarin saya harga segitu. Apa ada yang punya pengalaman serupa? Saya ga rela karena bandara Soekarno-Hatta selama ini dah tertib dari praktik-praktik tidak indah seperti itu sekarang kembali lagi ke semula. Apa sih yang terjadi sampe kayak begitu? Salam,Dinda [Non-text portions of this message have been removed]
