Temans, Mungkin melawan 'one-off mindset' juga penting...Istilah Indonesianya yang paling enak mungkin 'mentalitas sepukul'?
Taksi bandara, bis antar kota, ojeg, carter angkot naik ke gunung, banyak cerita orang yang melakukan perjalanan harus membayar lebih dari ongkos 'normal' dimana si pemberi jasa sebenernya sudah mendapat untung yang layak. Kalo sekedar tawar menawar diawal, masih bisa dianggap proses transaksi yang wajar. Tapi mengubah komitmen yang sudah disepakati ditengah jalan yang sulit diterima kalo gak mau dibilang penipuan. Misalnya taksi bilang pake argo tp setelah jalan minta borongan. Sepertinya asumsinya orang yang melakukan perjalanan punya uang kas dikantong yang bisa dikeruk saat itu juga. Dia minim informasi, dan tak punya pilihan...jadi keruklah uangnya saat itu juga...peduli setan dia kapok datang ke daerah itu ato dia akan menyebarkan kabar buruk tentang daerah itu... Dari bandara cengkareng, kalau tak dikejar waktu, saya memilih naik damri tujuan blok m dan turun di semanggi kemudian disambung taksi... dengan pertimbangan mengurangi carbon footprint.. (halah-halah...) ato rekor paling murah adalah naik bis damri jurusan bekasi, turun di pinto tol jatibening dan disambung Koasi sumber arta-pd gede... ato mending sekalian naik taksi plat hitam resmi... pernah ketika saya tanya ke pengemudinya, kenapa taksi bagus sering kosong di depan bandara, beliau memberi tahu bahwa dia menduga ada kerjasama dengan dispatcher taksi bagus untuk tidak memanggil armada di parkir pengendapan supaya taksi yang lain bisa dapet penumpang...busyet(diluar bayangan saya...) Pemandangan yang juga nista dari bandara cengkareng adalah melihat jelata desak-desakan melawan calo taksi dan porter liar di lapangan parkir...sementara mobil2 mewah pejabat sipil dan militer dengan bebas masuk daerah terbatas dideretan antrian taksi, padalah terkadang menjemput nyonya ato keluarganya...selamat datang di "banana republic" tabik, Puguh --- In [email protected], ayrto...@... wrote: > > Setuju sekali mgni image bandara soetta. > bener2 bikin malu. Kecuali taksi yg suka aneh2, Modus lain adlh mrk ikut2an > masukin brg ke mobil. Udah gitu minta duit. Gak peduli apakah mereka ikut > masukin barang atau gak. > yang aneh lagi adalah trolly yg dikuasai oleh porter. > Gimana biar gerbang negara ini bisa nampak indah dan cantik? Apa perlu > gerakan 'kumpul koin' juga? >
