PLESIRAN ke Italia, dari Swiss,  paling ideal naik ya kereta api. Meski
bukan paling murah, tapi transportasi darat massal ini sangat menentramkan
hati : tepat waktu, nglenyer dan bisa sambil baca tages anzeiger, salah satu
koran prestisius di swiss. Sebagai buruh di Mcdonald, jika pegang koran ini,
tak terlihat wong kampung katro ini sebagai buruh kasar.



Jika tidak minder, jika beruntung, bisa mendapatkan konco perjalanan
wanita-wanita muda yang sedang kuliah di Milano. Jika kerap memimpikan
wanita londo, kulit pucat, idung lancip,  dan tentu saja modis – Milan cak,
kota mode jack – jalur inilah salah satu biro jodohnya. Tapi kami memilih
jalur lain. Jodoh toh, meski tak aduhai amat, sudah ditangan. Ia, yang
penting, memberikan ketentraman hati : anak anak yang lucu dan sehat, dan
tentu saja : kasih sayang seluas danau danau Swiss.



Biasanya pun, jalur lain, well, jalur mobil itu, ya lewat terowongan San
Gottardo, terowongan terpanjang di swiss, 21 kilo meter loh. Jika
pembangunan terowongan sejenis,  di jalur yang sama selesai, negara keduaku
in akan memiliki terowongan paling panjang di Eropa, jika tak keburu kiamat
sebagaimana yang diramalkan film 2012. Meski dihantui kemacetan, terowongan
ini tetap jalur paling ideal jika bermobil ke Italia. Tapi, itu tadi, kami
memilih jalur lain. Kami memilih jalur atas, menghindari terowongan nan
gelap, naik lereng gunung Alpen, di antara desiran angin musim gugur dan
butir salju yang mulai berjatuhan.



Jodohku, yang jauh dari modis, yang tidak seaduhai mahasiswi yang kuliah di
Milan, biasanya enggan di atas mobil lebih dari tiga jam, tipikal orang
Swiss. Kali ini tak banyak bersuara. Ia tahu, aku, suaminya, akan
berseri-seri jika nyetir di antara lereng gunung, di antara kerkahan jurang
pegunungan paling perkasa di Swiss ini. Selain itu, tentu saja kujanjikan
kupetikkan seuntai sinar matahari di puncak sana. Orang Swiss, apalagi di
musim yang mulai dingin ini, sangat kalap dengan energi yang banyak
mengandung vitamin D ini. Meski tak disembah-sembah seperti di Mesir Kuno,
atau di Peru, matahari menjadi salah satu klangenan orang Swiss, dimana
hidupnya lebih banyak dihabiskan bersama The Misty Mountain and   Faraway
Hills. Jadilah kami, berdua saja, karena anak anak diungsikan ke mertua,
merayap di lereng Alpen, tepatnya Passo Dell San Gottardo, Saint Gotthard
Pass. Dan ini juga bagus sebagai ujian untuk mobil baru kami, Citroen Xsara
Picasso.



 Dulu, kira kira abad ke 13-an, jalur Passo del San Gottardo adalah pilihan
mati jika dua negara itu, Italia dan Swiss, ingin berhubungan. Terowongan
belum ada, kereta api masih dalam mimpi, jalur inilah yang digunakan
musafir-musafir itu. Kematian adalah kisah sehari-hari, jika bukan karena
longsor tertimbun salju, ya juga karena beku. Dan tentu saja tidak bisa
melewati jalur ini dalam hitungan jam, seperti kami, namun bisa
berhari-hari. Maklum, masih jalan setapak, belum ada jembatan, dan rambu –
rambu lalu lintas kerap tertimbun salju, yang menyebabkan mereka  tersesat.



Kini, jalanan mulus, aspal hotmix dan tentu saja pemandangan indah tak
terkira. Citroen Picasso Xsara juga tak begitu kesulitan di antara kelokan,
tanjakan juga turunan, yang bagi belum terbiasa, bisa menetaskan mual serta
sakit kepala. Saya, yang sudah nyaris tujuh tahun di Swiss ini, memang
sedang mengumpulkan “pengalaman” mencoba pass di Swiss, tak memedulikan
kepeningan itu.



Dan kami beruntung saat itu. Passo San Gottardo belum ditutup, matahari juga
bersinar penuh. Menjelang musim gugur, jalur jalur semacam ini ditutup,
karena Pemda Swiss tak kuat membiayai perawatan jalan di jalur semacam ini.
Lagi pula, kalau mau ke Italia, kan masih ada jalur “bawah”, bisa kereta
api, boleh menembus terowongan.


bersambung


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community 
visit our website at http://www.indobackpacker.com 

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja. 

Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi 
mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. 

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh)
Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected]
Satu email perhari: [email protected]
No-email/web only: [email protected]
Berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke