Perjalanan ini pernah gua tulis sebelumnya di blog gua di 
http://andhikapandu.blogspot.com/2009/11/perjalanan-singapura-dan-malaysia-kapok.html

Gua copas di sini sini untuk dibagi sama temen-temen.

--

Perjalanan ini adalah perjalanan perdana gua ke luar negri sendiri. Di sini gua 
belajar banyak tentang "tata cara" menaiki sebuah pesawat jurusan Internasional 
:D.. katro memang. Tapi ada baiknya cerita katro ini dibagi kepada katro-katro 
lain yang mau ke luar negri, tapi bingung musti ngapain pas di bandara?! :p


--


Bulan Maret kemaren gua memutuskan traveling ke Singapur sendiri untuk pertama 
kalinya. Persiapan pra-keberangkatan telah siap : Passport, NPWP, dan tiket. 
Mengenai NPWP, gua emang sengaja apply, karena orang tua belum ada yang punya 
waktu itu. Karena masalah teknis "berusaha" menghindari fiskal-lah. Akhirnya 
gua memutuskan untuk apply NPWP atas nama sendiri.


Gua adalah seorang brondong jomblo keren yang sedang patah hati, dan ingin 
melihat dunia. Dengan modal nekat dan keuangan terbatas. Gua berusaha menikmati 
dunia dengan uang seadanya :-p.


Makanya selama traveling ke Singapura kemaren gua berusaha menekan biaya hingga 
seminim-minimnya. ~yang akhirnya malah over budget dikarenakan oleh-oleh~ :(


(Nasehat baik : Jangan pernah membeli oleh-oleh kalau lo mau jalan-jalan murah)


--
NPWP


Manjadi kewajiban setiap WNI untuk memiliki kartu kuning bernama NPWP ini. 
Sebenernya mahasiswa yang belum bekerja ga perlu apply, tapi kalau lo suka 
jalan-jalan, tapi ga pernah pamitan sama orang tua, maka ini adalah kartu ajaib 
yang dapat mengantarmu ke seluruh dunia tanpa dikenakan fiskal!.. hehe


(Note : Menurut informasi yang gua dapat. Komponen biaya fiskal akan 
dihilangkan pada tahun 2011 bagi "seluruh" WNI. Baik bagi yang tidak mempunyai 
NPWP sekalipun).


Pengalaman membuat kartu ini cukup mudah. Langkah pertamanya adalah pergi ke 
Dirjen Pajak terdekat, kemudian ikuti prosedur baku, seperti :


1. Mengisi formulir
2. Mengambil nomor antiran
3. Menunggu giliran dipanggil


Di sini gua cuma menjelaskan tahap yang ke tiga aja. Ketika nomor gua dipanggil 
untuk menyerahkan formulir di counter pengembalian formulir. Karena pada kolom 
pekerjaan dalam formulir gua ga mencontreng apa-apa, maka di sana gua sempat 
ditanya, "Pekerjaan sebagai wiraswasta, PNS atau Swasta, mas?". Dengan 
entengnya gua menjawab, "Mahasiswa". Petugas pun tidak bertanya lagi, dan 
berkata "Ok, kalau begitu, Kartu NPWP bisa diambil minggu depan di lantai dua".


Sebegitu mudah kah? Ya, sebegitu mudah..


Minggu depannya gua kembali lagi ke Dirjen Pajak untuk mengambil kartu NPWP. Ga 
ada perasaan bangga memegang kartu ini sebenarnya. Karena apa? 
"SPT"..Pengurusan SPT menjadi bagian yang cukup merepotkan untuk seorang 
"bukan-pekerja-bukan-wiraswasta-tapi-pengen-punya-NPWP-buat-jalan-jalan-ini".


Adalah kewajiban setiap pemegang NPWP, untuk melaporkan kekayaan bersihnya 
setiap tahun. Di formulir SPT terdapat isian : penghasilan selama setahun, 
kekayaan, dll. yang kemudian harus diisi dengan seksama dalam formulir lima 
lembar berturut-turut.. Untuk gua yang belum bekerja dan tidak tahu tata cara 
pengisiannya, mungkin akan sedikit kerepotan. GUA HARUS ISI APA??. Tapi, ini 
adalah kewajiban gua sebagai wajib pajak. Jadi,ya jalanin aja..


------------
DOKUMEN


Semua dokumen yang diperlukan untuk pergi ke wilayah ASEAN sama sekali tidak 
merepotkan. Hanya modal passport kosong aja. Khusus kawasan ASEAN dan beberapa 
negara lainnya di seluruh dunia, mereka memberi visa masuk gratis dan 
visa-on-arrival kepada pemegang passport hijau.



Passport Hijau Indonesia


Untuk informasi tentang negara apa saja yang memberi visa masuk gratis dan 
visa-on-arrival kepada passport hijau. Bisa dilihat di situs wikipedia, dengan 
keyword "indonesia passport".


-- 
APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA DI BANDARA?


Langkah-langkap yang dilakukan ketika di bandara di Indonesia :


1. Counter Check In


Di counter check in. Lo menunjukkan tiket dan passport lo untuk mendapatkan 
boarding pass beserta kartu imigrasi Indonesia. Jika ada barang bawaan berlebih 
lo juga bisa memasukkan ke dalam bagasi di sini (ada biaya tambahan). Siapkan 
juga uang berjumlah Rp.150ribu untuk biaya airport tax penerbangan luar negri.


Selipkan boarding pass dalam passport. Bording pass ini berisi petunjuk nomor 
seri penebangan dan gerbang berapa nantinya lo akan berangkat. Dan carilah 
tempat untuk mengisi kartu imigrasi! Isilah semua kolom baik di lembaran 
keberangkatan maupun kedatangan (arrival atau depature). Supaya ga merepotkan 
orang, setiap perjalanan ke LN jangan pernah lupa bawa "bulpen" untuk mengisi 
kartu imigrasi.


--


Note : Kartu imigrasi dibagi menjadi dua bagian yang dapat dirobek. Depature 
dan Arrival (Pemberangkatan, dan Kedatangan). Isi dengan seksama, selipkan ke 
dalam passport, kemudian petugas gerbang (gate) tempat lo akan menunggu pesawat 
nanti akan merobek bagian depature. Ingat kartu imigrasi ini jangan sampe 
ilang. Karena lo wajib memberikan potongan kartu arrival (kedatangan) lainnya, 
sekembalinya lo ke Indonesia sehabis melancong nanti.


Di negara kedatangan, lo, akan mendapatkan kartu imigrasi negara kedatangan lo 
yang lain. Isi dan simpan, jangan sampe ilang.. Gua ga tau konsekuensi kalau 
ilang, coba aja, ntar ceritain gua ya :)


contoh kartu imigrasi yang masih gua simpen : (silahkan klik gambar untuk 
memperbesar ukuran)



kartu imigrasi Indonesia



kartu imigrasi Vietnam


--


2. Cari loket Fiskal


Kalau lo terbang dari Bandara Sukarno Hatta mungkin lokasi loket Fiskal berada 
di Terminal 2 E, di mana di sana terdapat counter check in maskapai Garuda 
Indonesia, Merpati, Lion Air (kalau ga salah). Cari loket fiskal di sekitar 
itu. Kalau ga nemu, coba tanya sama pekerja di sana, mereka cukup koperatif kok 
untuk memberitahu tempatnya.


Siapkan kartu NPWP, boarding pass, dan passport. Ketika di loket berikan semua 
dokumen-dokumen itu dan tunggu aja sampe petugas memeriksa kebenaran data-data 
lo di komputernya, tak lama kemudian petugas akan mengembalikan dokumen-dokumen 
perjalanan lo, beserta bording pass yang sudah diberi stiker bertuliskan "BEBAS 
FISKAL".. Setelah itu silahkan bergembira, karena secara resmi lo bebas dari 
Fiskal sebesar. Rp 2,5 juta! "Horeee...!!!"


3. Masuk pintu pemeriksaan fiskal


Tunjukkan boarding pass yang telah diberi stiket "BEBAS FISKAL" beserta 
passport lo.


4. Masuk bagian imigrasi.


Deretan meja imigrasi dibagi menjadi dua macam :


1. Imigrasi khusus Warga Negara Indonesia (WNI),
2. Imigrasi khusus Warga Negara Asing (WNA).


Jadi udah tau meja imigrasi mana yang akan lo tuju? --> "ya benar!". Silahkan 
melangkah maju, menuju meja imigrasi khusus WNI.


Petugas imigrasi akan men-scan passport dan memeriksanya di komputer. "apakah 
lo bisa pergi ke LN atau tidak". Kalau lo dilarang pergi karena status lo 
sebagai : BURONAN NEGARA, maka di komputer mereka akan tertera "DENIED".


Setelah lo aman dan passport lo dinyatakan "GRANTED". Mereka akan memberikan 
sebuah cap "keberangkatan" beserta tanggal kapan lo pergi di halaman Visa 
passport lo.


Selesai langkah imigrasi, silahkan menuju ke gerbang (gate) apa lo akan 
mengambil pesawat. Oh, ya petugas pintu gate akan merobek kartu imigrasi 
"depature" lo. Potongan kartu imigrasi "arrival" silahkan masukkan ke dalam 
passport, jangan sampe hilang dan jaga baik-baik untuk di kembalikan lagi nanti 
sekembalinya lo dari melancong.


Gampang kan?

Kirim email ke