Itu juga pernah terjadi pada saya...
Waktu itu batavia air, dan transaksi nominal 5 juta rupiah
Untungnya sebelumnya pihak CC saya konfirmasi sebelumnya kpd saya pd saat ada 
transaksi tersebut, sehingga langsung dibatalkan


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Thu, 24 Dec 2009 02:15:52 
To: Indobackpacker<[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Transaksi ilegal kartu kredit ketika pesan tiket AA

Sekedar berbagi pengalaman.....

Semoga tidak terjadi pada pembaca yang lain cukup menjadi pelajaran saja 
hehehe.....
Ceritanya saya dan teman merencanakan untuk pergi ke Krabi tahun depan dengan
pembayaran menggunakan kartu kredit saya. Akhirnya saya beli tiket Air Asia awal
Oktober lalu via online dan berhasil mendapatkan tiket yang dimaksud.

Singkat cerita pada saat menerima tagihan kartu kredit bank A saya agak kaget 
kok
tagihan jumlahnya dua kali lipat dari jumlah tiket yang saya pesan, dan yang 
lebih
mengejutkan lagi ternyata saya beli tiket online tidak menggunakan kartu bank A
tersebut melainkan dari bank B yang belakangan mengirimkan tagihan kepada saya
sesuai dengan jumlah tiket yang saya pesan....meskipun plus biaya Cross Border 
hehe.

Saya cek lagi (sampai buka account saya di Air Asia) tidak ada pemakaian / 
pembelian
tiket senilai Rp 4.713.000,- , tidak ada juga teman yang titip beli tiket 
sampai sebanyak
itu. Saya telp ke call center bank A untuk mengecek, ternyata benar tagihan 
dari AirAsia untuk pembelian secara online. Pihak bank A mengirimkan form 
sanggahan untuk diisi dan menyarankan untuk cek ke AirAsia karena data detail 
ada pada pihak AA.

Akhirnya saya coba telepon ke call center Air Asia, nasib belum beruntung karena
waktu saya cek kemarin bertepatan dengan promo gratis kursi AirAsia. alhasil 
call center
sibuknya bukan kepalang sampai pernah saya menunggu selama 10-20 menit hanya
'ngobrol' dengan mesin penjawab yang agak merdu hehehe....

Saya coba bersabar meski campur was-was takut harus bener2 bayar transaksi 
ilegal tsb. Akhirnya setelah masa promo selesai bisa menghubungi call center, 
kaget juga ternyata transaksi itu benar adanya dan dilakukan oleh seorang yang 
bernama **** Holihah (****[email protected]) yang membeli tiket Jakarta (28/12/09 
21.05) ke Denpasar PP (06/01/10). Untuk tiga orang a/n Mustika Widi Pratiwi, 
Jeni Martalina dan Agus Haryanto.

Lemes rasanya karena saya tidak mengenal si 'pelaku' pembobol kartu kredit juga 
ketiga calon penumpang tersebut. Saya laporkan ini sebagai tindakan fraud ke 
call center AirAsia tapi call center menyarankan saya lapor ke kepolisian 
terdekat karena penanganan tindakan fraud ini akan melibatkan interpol.

Sempat terlintas dalam bayangan saat melaporkan ke pihak berwajib nantinya akan 
diatur semacam penyergapan di Soekarno Hatta karena 3 calon penumpang tersebut 
dicekal dan 'diamankan' untuk diminta mengungkap siapa mereka dan juga **** 
Holihah. hehehe kaya cerita di film pokoknya.

Tapi kemudian saya berpikir tentang waktu, tenaga dan biaya yang mungkin perlu 
keluar untuk hal tsb. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk melaporkan kepada 
pihak yg berwajib, sambil berpikir untuk solusi yg lebih baik.

Saya telepon lagi call center AA, saya menanyakan kode booking CSKLAX dan saya 
ceritakan kronologisnya. Saya sampaikan maksud untuk membatalkan tiket tersebut 
karena saya sebagai pemilik kartu tidak merasa melakukan. Awalnya agak rumit 
tapi setelah saya jelaskan pembatalan tiket tidak merugikan AA karena 
penerbangan belum terjadi. Sehingga AA bisa membatalkan tagihan ke bank A dan 
bank A akan mengkredit ulang tagihan saya.

Alhamdulillah pihak AA dapat bekerja sama dengan baik dengan membatalkan tiket 
dengan kode booking tersebut, serta akan mengirimkan pembatalan transaksi 
pembelian kepada bank A, Saya sampaikan kepada pihak bank A bahwa transaksi Rp 
4.713.000 tsb akan dikreditkan oleh AA kembali, pihak bank A memperoleh 
informasi bahwa pihak AA akan mengkreditkan pada pertengahan Desember lalu.

Lega rasanya meski proses belum selesai, namun ternyata pada tagihan bank A 
bulan Desember ini ada pengkreditan ulang sebesar nominal pada akhir Nopember 
(lebih cepat dari perkiraan semula), Alhamdulillah saya tidak perlu membayar yg 
bukan transaksi saya dan bebas dari bunga bank A.

Pesan yang saya petik disini jangan terlalu mudah mempercayakan kartu kredit 
anda kepada orang lain, karena dari pengalaman saya begitu mudahnya fraud 
terjadi. Dalam transaksinya saudara ****Holihah menggunakan referensi alamat 
Jl.Setiabudi Timur no.13 Jakarta, cukup dekat dari kantor saya :) dan nomor 
telepon 021-57937700, 087877218297, 021-98513679, pernah saya coba menelpon 
salah satu nomor tapi tidak diangkat.

Alhamdulillah akhirnya kesabaran saya berbuah nikmat meskipun tanpa proses yg 
panjang dan njelimet akhirnya transaksi fraud itu bisa dibatalkan :) sebetulnya 
masih ingin tau juga alasan dan cara **** Holihah melakukan fraud tersebut tapi 
setelah masalah terselesaikan rasa itu pupus sudah.

Cuma cerita ini sebagai gantinya yang pengen saya bagi dengan rekan-rekan 
IBP.....hehehe bukan cerpen hanya sharing pengalaman saja, itung2 oleh2 libur 
panjang......have a nice long holidays.

Ardi

NB : Tidak bermaksud menjelekkan siapapun juga, hanya bermaksud menceritakan 
kebenaran yang ada. Terima kasih AirAsia dan bank A atas kerjasamanya yang baik.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke