Telaga Bodas merupakan salah satu kecantikan yang tersembunyi di atas gunung 
gunung garut yang menyimpan banyak rahasia akan kecantikan nya dari para 
wisatawan yang berpotensi merusak nya kalau menurut saya.Letak telaga bodas 
tidak jauh dari kota Garut kurang lebih 20 km dari pusat kota nya.Satu hal yang 
saya salut dari garut adalah sign system yang sangat tourist friendly untuk 
menuju lokasi-lokasi wisata nya .Itu semua tidak akan terwujud kalau tidak di 
dukung oleh PEMKAB Garut yang mendukung penuh pariwisata di daerah 
nya.Berdasarkan sign system tersebut,anda jangan takut tersesat di Garut or 
jangan malu bertanya pada waga garut yang ramah.

Back to telaga bodas

Sekitar 10 kilo sebelum Telaga nya jalan mulai rusak,bahkan jauh lebih rusak 
dari pada jalan menuju Malela.Kondisi jalan hanya tanah yang di cover dengan 
pecahan-pecahan batu kali yang tidak beraturan dan menanjak.Setelah menempuh 
jarak 3 KM kami memutuskan untuk lanjut dengan ojek,karena kondisi jalan yang 
benar-benar rusak.Kebetulan di sana banyak ojek yang lalulalang,mungkin 
kehidupan warga di sini sangat bergantung pada ojek untuk mengangkat 
hasil-hasil bertani mereka ke bawah.Ojek di sini rata-rata menawarkan tariff 
menuju telaga yang hanya 7km lagi dari lokasi kita parkir sebesar 
100.000,berhubung kami ber 5 jadi tidak mungkin hanya untuk ojek dengan jarak 7 
KM,kami ngehabisakn 500rb.So tawar menawar berlangsung sangat sengit antara 
kita dan tukang ojek,setelah tawar menawar yang memakan waktu 1 jam dan tanpa 
korban jiwa disepakati lah tariff sebesar 40 rb PP.

Perjalanan 7km ini akan di tempuh selama 1 jam lebih dengan ojek,so bisa 
bayangin kan gimana rusak nya jalan menuju telaga bodas.Jalan yang di tempung 
dengan ojek lebih parah dari yang kami bayangkan.Benar-benar menanjak dan batu 
yang lebih besar dari jalan yang sudah kami tempuh dengan mobil.Setelah 3/4 
jalan,para tukang ojek berhenti sebentar untuk istirahat di perempatan jalan 
yang di kelilingi gunung-gunugn hijau tak bertuan(lebay).

Perjalanan di lanjutkan setelah istirahat 10 menit di perempatan

Tidak sampai 15 menit,kami telah tiba di gerbang masuk telaga.Bau belerang 
sudah tercium sangat jelas dari situ.Tampak riak-riak air biru dari kejauhan 
yang di balut dengan pasir putih dengan latar pegunungan hijau dan beratapkan 
langit biru yang di temani sang awan.Semua itu menambah rasa penasaran kami 
untuk segera masuk.Telaga ini mungkin mirip dengan kawah putih,tapi dengan di 
bukit dan awan yang terlihat memberi nilai plus dari telaga bodas (*menurut 
teman yang sudah ke kawah putih).

Karena bau belerang yang menyengat,kami hanya menghabisakan 30 menit di 
sana.Hanya sekedar mengabadikan dan melihat seperti apa Telaga bodas yang masih 
bisa di katakan “virgin”.

Perjalanan turun kami mengalami sedikit hambatan,karena 2 dari motor yang kami 
tumpangi mengalami bocor ban.Jadi dua motor di tumpangi oleh 2 orang.Berhubung 
jalan yang menurun dan lumayan terjal,jadi mesin motor tidak di nyalakan sampai 
bawah.Hanya sesekali saja di nyalakan kalau ada jalan yang sedikit menanjak

untuk foto perjalnan nya dapat di lihat di

http://mustofawalker.wordpress.com/2009/12/24/oasis-of-garuttelaga-bodas/


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke