Well, sudah sangat lama saya ngga ke Borobudur..Miris juga baca email dari sdr Bot S Piliang. Ditambah lagi kelakuan pedagang souvenir yang setengah memaksa, kualitas souvenirnya pun asal asalan shg ngga bisa dibanggakan. Mengomentari soal "mungkin sebaiknya Borobudur dikembalikan fungsi nya sebagai tempat suci umat Budha kali ya....biar denyutnya tetap terasa", menurut saya bagai makan buah simalakama. Ada banyak kepentingan ekonomi disana, walaupun memang nilai sakral borobudur saat ini sudah luntur. Bukan bermaksud SARA, menurut saya pengunjung Borobudur tidak menempatkan borobudur sebagai tempat ibadah. Coba bandingkan dengan objek religi lain misalnya Masjid Agung Demak atau Goa Maria Puhsarang Kediri, mana ada pengunjung yang berbuat seenaknya.... ada pendapat lain? salam, Jati Resmudita
--- On Mon, 12/28/09, Bot S Piliang <[email protected]> wrote: From: Bot S Piliang <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Borobudur yang Malang To: "indopackpacker komunitas" <[email protected]> Date: Monday, December 28, 2009, 1:31 AM Dear Milister... Saya baru saja kembalid ari tur jawa Borobudur - Dieng - Semarang Memang bukan tur Backpacker, secara saya menggunakan kendaraan pribadi/rental kesana, ada beberapa catatan penting,khususnya tentang Borobudur.. Borobudur adalah kebanggan bangsa Indonesia, tidak hanya suku bangsa Jawa tetapi seluruh Nusantara. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Borobudur. Megah, Indah dan Mengagumkan. Saya hampir tak percaya kalau pada abad ke 7, bangsa ini bisa membangun sebuah maha karya semegah ini. Tapi kekaguman saya segera hilang melihat tingkah polah anak cucu bangsa iniyang tidak menghargai hasil karya nenek moyangnya. Beberapa patung Budha rusak tak berkepala. Pengunjung seenakya menduduki stupa dan ornamen Buddha lainya. Borobudur jadi hilang auranya. Bangunan megah ini taklebih seperti monumen besar saja. Sangat di sayangkan, mengapa pemda Jateng tidak memperlakukan Borobudur lebih baik. Beberapa tempat harusnya di tutup. Jumlah pengunjung yang memasuki bangunan candi harusnya dibatasi jumlahnya, dan dibatasi jam kunjungannya. Dengan demikian, kesakralan Borobudur tetap terjaga. Ato mungkin sebaiknya Borobudur dikembalikan fungsi nya sebagai tempat suci umat Budha kali ya....biar denyutnya tetap terasa. gimana pendapat kawan2 milister?? Salam Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani. wordpress. com Hp. 08123885300 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
