ergh...rasanya rekan Bot menulis "Ya, memang tak mudah. Apalagi Borobudur sekarang berada di komunitas Muslim" saya menangkap bukan konteks menguasai, tapi lebih pada konteks letak geografis dan demografi lingkungan dimana Borobudur berada sekarang.
Kalo buat saya tak mudahnya adalah; karena yang datang ke Borobudur, mulai dari orang yang cuma pengen melihat keramaian, sampai pada orang yang punya apresiasi terhadap Borobudur sebagai karya seni masa lalu beserta segenap makna filosofisnya. Yang bisa membuang waktu seharian hanya untuk mengikuti reliefnya. Entah gimana caranya supaya tingkat apresiasi yang datang bisa meningkat, tidak sekedar cari keramaian. Saya jadi ingat usaha Pemda untuk membangun mall disekitar borobudur. Bisa jadi ini solusi yang jitu untuk mengurangi orang yang naik ke atas candi selama bangunan pusat perbelanjaan tidak merusak landscape. Toh banyak juga orang yang cuma pengen foto didepan Borobudur...dan di tag di facebook(lagi?!) Saya pribadi, kalau melihat keadaan Indonesia beberapa tahun terakhir ini, lebih mudah menerima penjelasan bahwa Borobudur dahulunya dibangun oleh kontraktor sipil asing, dengan tukar guling konsesi penebangan hutan atao pertambangan. hehehe... Tabik, Puguh --- In [email protected], Sari Musdar <smus...@...> wrote: > > Maaf, sy kurang setuju dgn pernyataan "mungkin krn saat ini berada di bwh > kekuasaan muslim". Jgn krn kelakuan oknum turis yg tdk menghargai warisan > budaya, lalu menyalahkan phk lain. Borubudur msh tempat peribadatan umat > budha, saat mereka mengumpulkan air suci & beribadat di sana. Anda tahu > relief candi adalah cerita wayang yg dekat sekali utk org jawa yg beragama > apapun. Apa tiket msk yg tdk seberapa itu -compare to museum/gereja di eropa- > cukup utk mengelola? Salam, > sh > http://oceanebleue.multiply.com > > To: [email protected] > From: botsos...@... > Date: Sun, 27 Dec 2009 17:31:29 -0800 > Subject: [indobackpacker] Borobudur yang Malang > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Dear Milister... > > > > Saya baru saja kembalid ari tur jawa Borobudur - Dieng - Semarang > > Memang bukan tur Backpacker, secara saya menggunakan kendaraan pribadi/rental > kesana, ada beberapa catatan penting,khususnya tentang Borobudur.. > > Borobudur adalah kebanggan bangsa Indonesia, tidak hanya suku bangsa Jawa > tetapi seluruh Nusantara. > > Ini adalah perjalanan pertama saya ke Borobudur. Megah, Indah dan > Mengagumkan. Saya hampir tak percaya kalau pada abad ke 7, bangsa ini bisa > membangun sebuah maha karya semegah ini. > > Tapi kekaguman saya segera hilang melihat tingkah polah anak cucu bangsa > iniyang tidak menghargai hasil karya nenek moyangnya. Beberapa patung Budha > rusak tak berkepala. Pengunjung seenakya menduduki stupa dan ornamen Buddha > lainya. > > Borobudur jadi hilang auranya. Bangunan megah ini taklebih seperti monumen > besar saja. Sangat di sayangkan, mengapa pemda Jateng tidak memperlakukan > Borobudur lebih baik. Beberapa tempat harusnya di tutup. Jumlah pengunjung > yang memasuki bangunan candi harusnya dibatasi jumlahnya, dan dibatasi jam > kunjungannya. Dengan demikian, kesakralan Borobudur tetap terjaga. > > Ato mungkin sebaiknya Borobudur dikembalikan fungsi nya sebagai tempat suci > umat Budha kali ya....biar denyutnya tetap terasa. > > > > gimana pendapat kawan2 milister?? > > > > Salam > > > > Bot Sosani Piliang > > Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream > > www.botsosani.wordpress.com > > Hp. 08123885300 > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > _________________________________________________________________ > Tchattez en direct en en vidéo avec vos amis ! > http://www.windowslive.fr/messenger/ > > [Non-text portions of this message have been removed] >
