dear all, 
stasiun kereta, terminal bus, bandara, dll merupakan area publik, sehingga 
siapa pun yang merasa bagian dri publik bebas untuk berbuat apa saja, selama 
tidak mengganggu ketertiban dan merugikan pulik mana pun. 
namun memang utk beberapa area, ada hal2 yg bersifat personal, seperti bandara 
yang memiliki beberapa hanggar serta area yg riskan bila dimauki umum. 
tapi akan halnya sts kereta dan terminal, setahu saya TIDAK ADA LARANGAN APA 
PUN untuk foto2, ngobrol sama masinis nganggur, tukang asongan, dll. Namun 
kenyataannya, ada beberapa tempat di mana petugasnya 'sedikit' paranoid melihat 
kamera. Jangankan yg bukan wartawan, sy yg jurnalis pun terkadang mendapat 
'hadangan' seperti ini. Cuma memang kebanyakan saya gertak balik (kecuali ada 
bbrapa area yg saya mesti lihat sikonnya)
Solusinya ? 
1. Ada beberapa tempat yg Anda / kita bisa cuek bebek. Stasiun Bandung (bahkan 
Kiara Condong yg byk premannya ) sy masukkan dlm kriteria ini. Jika Anda 
mendapat teguran satpam, Anda mesti yakin dan siapkan jawaban. Plis, jgn kalah 
gertak. 
2. Beberapa area yang mesti hati2 premannya dan termasuk top memang stasiun Tnh 
Abang & Terminal Tj Priok. Banyak fotografer masih bisa motret, karena mereka 
tau sikonnya atau sudah 'kenal' beberapa org di sana. 
3. Di beberapa kota lain pun demikian, entah itu di Yogya, Semarang, Sby dll. 
Intinya kuasai situasi dn lihat2 sikon. Kalau anda 'bermental baja' kalau 
tiba2  dipaksa oknum, langsung saja temui kepala stasiun, kepala terminal, atau 
kepala2 lainnya. Tunjuk hidungnya kalau perlu (heheheu, bcanda..) 
4. Ada kemungkinan beberapa sts / terminal parno melihat kamera karena baru 
saja mendapat sorotan media, entah kerena pelayanan, calo atau lainnya. Apalagi 
ini musim liburan di mana byk calo berkeliaran. Selain itu ? ya emg ad beberapa 
yg nakal mau minta duit. 
Saya ykin masalah seperti ini bukan cuma ada di negara kita. Bahkan di Amerika 
pun pemerasan di terminal dan area publik lain msh terjadi . Cuma yaa.. 
Indonesia negeriku.. u know lah.. (heu2 bukan pesimis, cuma ironis..)

Demikian ms Gabriella, mr Joe dll. Keep fight on d' ROAD!



________________________________
From: Gabriella Maria Rahayushakti <[email protected]>
To: [email protected]; Rahmad Setiadi <[email protected]>
Sent: Mon, December 28, 2009 4:44:47 PM
Subject: Bls: [indobackpacker] Re: Mengambil foto di Stasiun Kereta Kota Bandung

  
Saya pernah mengalami ditegur ambil foto di stasiun Tanah Abang dengan kamera 
HP. Saya ditanya untuk kebutuhan pribadi atau untuk apa?  Saya jawab untuk 
kebutuhan pribadi dan dibolehkan, mereka sepertinya khawatir banget..  

Tapi apa yang mau ditutup-tutupi dengan kondisi kereta api kita yang demikian?  
Siapapun bisa foto di mana saja sepanjang rel. Teguran yang aneh.

Salam,

--- Pada Sen, 28/12/09, Rahmad Setiadi <rah...@blitzmegaple x.com> menulis:

Dari: Rahmad Setiadi <rah...@blitzmegaple x.com>
Judul: [indobackpacker] Re: Mengambil foto di Stasiun Kereta Kota Bandung
Kepada: indobackpacker@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 28 Desember, 2009, 5:40 AM

 

yang kayak gini memang susah..

Satpam tsb sekedar menjalankan fungsinya. dia akan merasa menjadi satpam ketika 
memberi peringatan. kalo sampai tak memberikan peringatan, maka dia tidak 
menjalankan fungsinya. 

saya rasa, satpam tsb tak pernah tahu atau diberitahu aturan, mana hal-hal yang 
boleh di foto dan mana yang tidak. 

Saya juga berkali-kali mengalami hal seperti ini, dan selanjutnya saya terima 
saja sebagai kesialan. buang-buang waktu saja untuk berusaha menjelaskan 
padanya, pasti lebih ngotot.

salam

rahmad

--- In indobackpacker@ yahoogroups. com, francesca.wicaksono @... wrote:

>

> 

> Hi joe

> Itu ga bener sama sekali. So apa bedanya dengan penumpang lain yang sibuk 
> jepret2 untuk mengabadikan kenangan ketika mereka trip?. Make sense lah kalau 
> tempatnya perbatasan negara. Ini publik area. 

> Beberapa kali ini saya juga mengalami peristiwa serupa, yaitu diminta ijin 
> dan UUD (ujung2nya duit) untuk mengambil foto suatu lokasi. Contoh di Bukit 
> Sentul dan jalanan di Gn. Geulis. Please deh, gimana kita mau promo ke org 
> lain mengenai suatu tempat sementara sometimes gambar lebih berbicara. 

> Herannya kalau pake kamera HP atau pocket ga masalah. Tapi kalau pake 
> SLR/DSLR pokoknya yg keliatan ada lensa panjangnya langsung disamperin.. .

> Hal ini juga sudah menjadi suatu keprihatinan buat komunitas fotografer 
> karena semakin sempitnya ruang gerak untuk berlatih dan menghasilkan karya. 

> Sedih juga ya...

> 

> 

> 

> 

> Rgds,

> 

> 

> Kennoy

> Sent from my BlackBerry®

> powered by Sinyal Kuat INDOSAT

> 

> -----Original Message-----

> From: "Joe's Spy" <shock...@.. .>

> Date: Mon, 28 Dec 2009 10:04:52 

> To: <TamasyaIndonesia@ yahoogroups. com>; <indobackpacker@ yahoogroups. . com>

> Subject: [indobackpacker] Mengambil foto di Stasiun Kereta Kota Bandung

> 

> Hi guys...sebelumnya saya mau ucapin Merry Christmas buat teman2 yang 
> merayakannya yah....

> 

> Selama liburan tgl 24-27 kemarin saya jalan2 sekitar bandung aja neh apalagi 
> klo nggak ke FO2nya bandung :), selain itu coba hunting2 foto dikota bandung 
> misalnya disekitar jl. Braga yang lumayan banyak bangunan zaman belanda.

> 

> Berangkat dari Jkt to bandung saya menggunakan travel, lalu pulangnya dengan 
> kereta api. Naa..h pas mau pulang nunggu di stasiun kereta kota bandung saya 
> sempatkan cari beberapa foto2 kenangan di stasiun kereta ini misalnya : 
> Bangunan stasiun tampak depan, jalur lintasan kereta, atap ruang tunggu 
> penumpang yang terbuat dari seng dengan tiang penyangga besi yang cukup tua ( 
> perkiraan saya masih made in Belanda ), lalu hiruk pikuk penumpang yg keluar 
> masuk kereta. Tidak berapa lama kemudian saya didatangin seorang petugas 
> satpam yg menanyakan saya dari mana, saya jawab hanya penumpang. lalu si 
> satpam tersebut melarang saya untuk mengambil foto aktivitas didalam stasiun 
> kecuali ada surat izin. 

> 

> Alangkah kagetnya saya kok bisa ?? saya cuman ngambil foto2 spt yg saya 
> sebutkan diatas dilarang. saya tanyakan mana peraturannya & sejak kapan 
> peraturan itu dikeluarkan sedangkan dibandara saja saya sering take foto 
> didalam ruang tunggu penumpang ( polonia, soetta, juanda, ahmad yani ) tidak 
> pernah sekalipun ada petugas bandara yang melarang kok malah statiun dilarang 
> kecuali ada surat izin ?? bahkan kita tahu bersama klo dibandara itu malah 
> tingkat pengamanannya lebih ketat. si satpam minta saya tanya ke ruang 
> informasi stasiun saja, berhubung kereta saya sudah datang saya urungkan niat 
> bertanya ke bag.informasi. 

> 

> Buat rekan2 yg tahu ttg aturan di stasiun atau punya pengalaman yg sama mohon 
> share donk apa bener emang ada aturan spt itu di stasiun ??

> 

> Rgd's

> Joe

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>

Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat 
chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke