Indah, mungkin tips dibawah bisa dipertimbangkan. Ini berdasarkan pengalaman 
pribadi aja.

1. Membeli travel cheque mempunyai keuntungan dan kekurangan. Keuntungannya 
adalah bisa ditukarkan dengan mudah di bank ataupun tempat penukaran uang. 
Sayangnya nilai tukar travel cheque jauh dibawah dibandingkan nilai tukar 
dengan mata uang asing (misalnya dollar/euro) karena adanya fee processing. 
Tapi dari sisi keamanan travel cheque bisa diandalkan. Karena hanya si traveler 
yang bisa menarik cek tadi.

2. Membawa mata uang asing, misalnya euro/dollar dalam jumlah tertentu. 
Kemudahannya lebih besar daripada dengan travel cheque tetapi bersifat sangat 
fleksibel nilai tukarnya karena bergantung pada nilai tukar saat itu dan juga 
lokasi penukaran. Enaknya sih tidak ada processing fee jadi bisa ditukar di 
tempat2 yang ada. Kekurangan lainnya adalah sisi keamanan. Uang kes selalu bisa 
hilang, dicuri atau dijambret. Salah satu strategi saya jika bawa uang kes 
adalah tidak menaruh kes dalam satu tempat (misalnya dompet), tetapi dibagi 
dalam beberapa lokasi. Misalnya emergency pocket di tempat tersembunyi di 
rucksack yang cukup untuk biaya seadanya.

3. Dengan kartu kredit. Mengambil kes dari kartu kredit di ATM sangat tidak 
disarankan. Ini karena sebenernya kita berhutang pada bank dengan nilai bunga 
yang jauh lebih tinggi (baca dulu bank yang mengeluarkan kartu kredit tentang 
ketentuan mengambil uang di LN dan biaya transaksi plus bunga). Juga yang cukup 
mencekik konsumen adalah biaya processing fee pengambilan kes di kartu kredit 
yang berkisar 2-2.5% dari nilai uang diluar nilai bunga. Transaksi dengan kartu 
kredit hanya disarankan pada pembelian items. Misalnya beli tiket atau pesan 
akomodasi. Kemudian begitu tagihan datang, bisa dibayarkan segera. Ini karena 
bunga kes dengan bunga transaksi kartu kredit berlaku berbeda.  

4. Dengan kartu debit dari bank (non visa-mastercard). Ini sebenarnya lebih 
saya sarankan jika mengambil kes di ATM luar negeri. Kelebihan adalah uang 
diambil dari tabungan langsung sehingga bukan bentuk hutang (kredit). Terkadang 
(saya bilang terkadang karena tergantung pada bank ybs) nilai tukar langsungnya 
juga lebih baik. Kekurangannya adalah dibutuhkan kartu debit yang bisa di debit 
di LN, jadi harus diurus dulu ke bank sebelum perjalanan. Ada juga processing 
fee per transaksi tidak peduli jumlahnya berapa. Misal ambil 2juta 
processingnya sama dengan ambil 5juta. Ini beda dengan kartu kredit yang 
processing fee-nya tergantung besaran uang yang diambil. Kekurangan lainnya 
adalah sekuriti kartu, karena kartu debit langsung berhubungan dengan tabungan 
jadi lebih 'berbahaya' jika disalahgunakan. 

Kalau tidak salah, milis ini pernah membahas soal kartu kredit yang dengan 6PIN 
vs 4PIN yang dipakai di Eropa. Secara prinsip sebenere tidak masalah apakah 
dipakai di Asia/Eropa. Coba lihat di arsip pada thread ini 
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/message/31723

Saya sendiri lebih suka memakai gabungan antara mata uang asing, kartu debit 
dan kartu kredit. Kes jika dipakai pada hal2 seperti transportasi (terutama 
sehabis di bandara atau makanan di jalan), debit jika butuh uang menambah kes, 
dan kartu kredit untuk transaksi tiket atau biaya laen yang lebih besar. Saya 
tidak pernah ambil kes dari kartu kredit karena sadar betul bahwa bunganya 
lebih mencekik dari processing fee dengan traveller cheque. 

Jadi menurut saya sih lebih enak mengkombinasi daripada hanya terpaku satu 
sistem. Disamping lebih aman dan lebih terkendali, kita juga bisa 
mempertimbangkan kemungkinan2 buruk jika salah satu hilang/dicopet. 

Tips : jangan naruh kartu debit dan kartu kredit dalam satu pocket. 


Semoga berguna ya.

Salam,
ambar



--- In [email protected], Indah Situmorang <inc...@...> wrote:
>
> Salam,
> membaca catper dari anthony tentang musibah dalam perjalanan di Italy,
> mungkin dari rekan2 ada tips, sebaiknya untuk travel ke luar negri, membawa 
> uang dalam bentuk traveler's cheque atau kalaupun cash dalam kisaran jumlah 
> berapa ya...
> Dan tips tentang pemakaian credit card di berbagai negara, karena kadang beda 
> negara, beda aturan.
>  
> ditunggu input2nya dan
> terimakasih..
>  
>  
> Indah MS.
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke