Diteruskan...... Salam,
Tari YM ID : [email protected] http://kuntarini.multiply.com http://profiles.friendster.com/kuntarini --- On Wed, 1/13/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Curhat :bila aku Bule...(encourage wisatawan asing) & opini : Lagu Indonesia To: "Tari" <[email protected]> Date: Wednesday, January 13, 2010, 11:47 AM Salam kenal semua'y. saya ian, sudah 7 thn bekerja di imigrasi. btw saya sangat menghargai mas aris,dan rekan2 yg lain. btw masalah VOA, pada awalnya hanya diberikan 3-7 hari. namun setelah dirapatkan, memang tidak cukup bagi wisatawan yg ingin melancong ke indonesia. karenanya diputuskan VOA, diberikan tuk 7-30 hari. dalam pengamatan kami, saat ini lebih banyak terjadi penyalahgunaan VOA. hanya sekitar 20 persen pengguna VOA untuk tujuan wisata. yang lainnya untuk bisnis, bekerja dll. tentu ini merugikan kita. btw tidak perlu khawatir bagi turis asing yg ingin tinggal lebih lama di indonesia. karena mereka dapat mengajukan visa di KBRI di seluruh negara yg dapat diperpanjang hingga max stay 6 bln. jadi tugas kita untuk jaga stabilitas dan keseimbangan antara benefit dan kerugian dengan datangnya orng asing ke indonesia. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! From: Tari <[email protected]> Date: Tue, 12 Jan 2010 18:11:05 -0800 (PST)To: <[email protected]>Subject: Re: [indobackpacker] Curhat :bila aku Bule...(encourage wisatawan asing) & opini : Lagu Indonesia Mas Aris, Kang Giman, & kawans..... Saya sudah pernah coba hubungi TV, formatnya DISKUSI dua arah antara travelers dgn pemerintah. Saya tekankan DISKUSI, krn tujuannya utk cari solusi, sedangkan DEBAT bertujuan cari siapa yang menang silat kata. Sayang semua TV yg saya hubungi bilang gak ada format acara itu.....semua bentuknya Debat karena lebih menarik, tinggi rating. Padahal saya yakin pemirsa udah lelah juga mendebatkan politik dgn gaya urat tegang. Karena menurut saya lebih baik fokus utk cari solusi dan bukan cari siapa yg salah, maka menurut saya yang penting kita bisa ketemu dalam acara informal dgn para 'tuanku yang terhormat' di departemen pariwisata untuk diskusi, kalau tidak bisa di TV ya gak apa2, dan gak diliput media pun gak apa2. Mungkin ada yg punya akses utk menghubungi menteri scr informal? Mengenai saran mas Aris visa 3 bulan, saya termasuk orang yang agak hati2, alert......kalo diperhatikan, di negara2 yg kasih visa 3 bulan, maka yg ada adalah influx tenaga kerja asing illegal sebanyak turis yg masuk. Tiga bulan adalah cukup waktu utk kerja illegal, dan cukup ke singapore utk masuk lagi ke Indonesia, cap paspor dapat another visa 3 bulan lagi. Sekarang aja udah pada begitu prakteknya, apalagi kalo dikasih visa 3 bulan...... COba lihat Bali, sudah banyak tempat yg dibeli orang asing padahal menurut peraturan gak boleh tanah Indonesia dibeli orang asing. Sama aja dgn kolonialisme dong, tanah kita dimiliki asing.....Nah apalagi kalo visa 3 bulan......Menurut saya, kalo turis itu mau extend, ya pergi aja ke Singapore/Malaysia lagi dan masuk lagi, toh itu gak mahal buat mereka dan cukup menambah 1 hari pp ke perbatasan, apalagi banyak promo flight. Gara2 ngejar devisa masuk dari turisme jangan sampai mengorbankan Indonesia secara makro. The point is, saya support devisa masuk dari pariwisata, dan perlu dicari mekanisme yg terbaik. Salam, Tari YM ID : kuntarini_rahsilawa t...@yahoo. com http://kuntarini. multiply. com http://profiles. friendster. com/kuntarini
