Dear kawan-kawan Indobackpacker,

Tanggal 20 Januari 2010 sebuah buku tentang backpacker dan explorer, Selimut
Debu karya Agustinus Wibowo telah terbit dan mulai bisa dinikmati. Kebetulan
dia juga adalah anggota awal milis Indobackpacker semenjak tahun 2002 (?)
ketika backpacking di Asia seperti Vietnam dan Cambodia. Berikutnya
menjelajah India-Tibet-Nepal kembali ke Mongolia dan akhirnya terdampar di
Afghanistan, negeri yang membuatnya jatuh hati dan memutuskan bekerja disana
sebagai jurnalis dan photografer.

Buku Selimut Debu ini mungkin hanya sedikit dari kisah perjalanannya. Tetapi
sebagai buku pertama, mungkin bisa dinikmati dan menggali petualangannya.
Memang bukan berisi banyak cerita keindahan, tetapi juga memberikan
perenungan dan pembelajaran tentang hidup sebagai manusia. Sebuah gaya
menulis yang mengingatkan saya pada Paul Theroux.


Selamat ya Weng, ditunggu seri berikutnya.


Salam,
ambar

=====================================

Selimut Debu

 Harga : Rp 69.000,- *  Ukuran : 13.5 x 20 cm  Tebal : 480 halaman
Terbit : Januari
2010

Pada tahun 2006, Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju
Afghanistan, dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer
jurnalis---catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu
tak singkat.

*Selimut Debu* akan membawa Anda berkeliling "negeri mimpi"---yang biasa
dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan
mengemis di jalan umum---sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah
lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan
sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh
dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis
oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang
menyelubungi kecantikan "Tanah Bangsa Afghan" dan onggokan debu yang
menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada
prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah,
dilupakan---sampai akhirnya ditemukan kembali.

"As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which
other travelers would have most likely avoided."
---*The Jakarta Post*

"Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat
sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan,
berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan
berinteraksi dengan masyarakat setempat."
---*Kompas*
http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=KAHI4419&jenis=3&kat=


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke