Mungkin sedikit OOT tapi perlu diketahui. Saya sudah lebih dari 13 tahun tinggal di Kaltim dan rasanya tidak ada perubahan berarti di ruas utama Samarida - Balikpapan. Secara kualitas arteri utama Kaltim ini masih di bawah trans-Halmahera (Sidangoli - Tobelo) yang saya lewati awal Januari ini. Bukan karena jalan di Kalimantan dibuat dengan biaya lebih murah tapi karena kondisi tanahnya yang kurang menguntungkan. Jalan Samarinda - Balikpapan berada di atas tanah yang dibawahnya tersimpan lapisan batubara. Perbatasan lapisan ini berpotensi menjadi bidang gelincir. Sekali ada singkapan batubara dan air masuk ke perbatasan lapisan, longsor tinggal menunggu waktu. Ini masih diperparah dengan banyaknya kendaraan dengan muatan melebihi kelas jalan (dan tentu saja pembukaan hutan yang menambah jumlah singkapan).
Secara umum kondisi jalan raya di Kaltim seperti arteri utamanya. Tidak aneh jika orang-orang Kaltim menggerutu "daerah dengan kekayaan alam melimpah kok miskin prasarana". Ini memang buah simalakama. Jika jalan diberbaiki, terbuka pula akses untuk menjarah kekayaan alam (utamanya hutan). Malangnya lagi, perbaikannya lebih sering tambal-sulam. Diperbaiki setahun, dalam 2 tahun sudah hancur lagi. Sebagai contoh bisa dilihat di jalur Bontang - Sangatta. Sebelum diaspal awal 2000 (saat masih berupa jalan makadam) hutan di kiri-kanan jalan masih rapat. Tegakan setinggi lebih dari 10-15m gampang dilihat mata. Di beberapa tempat terpasang rambu 'awas satwa melintas'. Setelah diaspal, orang-orang dengan sedih bertanya 'mengapa hutanku hilang dan tak pernah tumbuh lagi'. Rambu 'satwa melintas' sudah disingkirkan karena satwanya telah menyingkir tergusur para pendatang. Kalau ada pertanyaan bagaimana agar jalan di Kaltim kualitasnya bagus dan tahan lama? Setidaknya ada 2 pilihan. Pertama, buat jalan tol. Kedua, ambil (tambang) batubara yang ada di bawah tanah yang direncanakan akan menjadi jalur jalan. Contoh yang serupa dengan pilihan kedua ini ada di Kalimantan Tengah antara Palangkaraya - Tangkiling sepanjang 34km yang dibangun 1960-an oleh para insinyur Rusia. Biayanya pembuatannya bisa 3-5 kali lipat pembuatan jalan biasa (di Jawa tentunya) karena tergantung kedalaman tanah yang harus digali. Salam dari Sangatta 27-Januari-2009 ________________________________ From: gunadi guns <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, 26 January 2010 4:28:23 Subject: [indobackpacker] trans kaltim dari balikpapan sebelum kesanrinda bisa kebukit bengkirai skitar setengah jam tiba disimpang sepaku dan samboja, 14 km arah sepaku menuju bengkirai. balikpapan-samarind a 2jam dengan bis dg ongkos 20ekonomi-30ribu Ac. jika ingin coba menuyusuri sungai mahakam, samarinda - long bagun 2hari 1malem 200rb. jika masih ingin lanjut ganti long boat menjuju long apari untuk merasakan jeram udang,panjang danmatahari. samarinda-berau sekitar 18jam perjalanan darat 200rb, bisa mampir pampang (kampung adat dayak) setengah jam dr samrinda plus ojek ke dalam skitar 20rb, smd - bontang 2jam 20rb, bisa ke tanjung laut, bontang koala dan pulau beras basah lanjut kesangata skitar setengah jam ketemu Taman Nasional Kutai bukit sangkimah yang terdapat pohonulin raksasa,rumah pohon dantreknya yang sangat bagus. bontang-sangata 1jam perkiraan10rb, bisa liat kegiatan tambang dari menara pandangmilikKPC dan aguatik. sangata-sangkuliran g sekitar 2jam bisa liat kawasan karts dan beberapa gua berau - tanjung batu 2jam sebelum menyeberang kepulau derawan ongkos 50rb begitu juga naekkapalny berau-tanjung selor 3jam danmenyeberang ke tarakan dan bisa langsung nekpesawat kejawa Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer [Non-text portions of this message have been removed] New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/ [Non-text portions of this message have been removed]
