Dear kawan-kawan IBP,
Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih, agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing, berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat, tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar, ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak tahan dengan kondisi ini. Well, walau belum pernah kejadian begini saya tertarik untuk mencari tahu ketika seorang kawan bercerita sehabis mengunjungi sebuah kota yang membuatnya kecewa berat. Kotor, jijik, makanan ngga enak etc membuat saya tertarik pengen mendengar pengalaman teman-teman. Pernahkah mengunjungi tempat dan merasakan sindrom ini? Tidak musti Paris, London, Singapura. Tetapi bisa jadi Jakarta, Surabaya, Jayapura ataupun tempat yang kita tidak familiar. Benarkah ekspektasi yang terlalu besar membuat kita tidak nyaman? apakah ini menghentikan kita untuk 'menjelajahi' kota? apakah 'culture shock' atau kejut budaya adalah sumbernya? Pendapat dan sharing ditunggu. More about Paris Syndrome: http://en.wikipedia.org/wiki/Paris_syndrome Culture Shock: http://en.wikipedia.org/wiki/Culture_shock Salam, ambar [Non-text portions of this message have been removed]
