Jailolo adalah nama sebuah kecamatan
di wilayah Kabupaten Halmahera Barat, biasa disingkat dengan Halbar, merupakan 
salah
satu kabupaten di propinsi Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Barat dimekarkan
dari Kabupaten Maluku Utara sejak tahun 2003 lalu.

 

Dalam rangka memperkenalkan potensi
seni dan budaya milik Halmahera Barat yang begitu kaya dengan
keunikan dari suku-suku asli yang masih tetap dilestarikan
hingga saat ini, seperti suku sahu,dan potensi bawah lautnya yang merupakan
kawasan segitiga coral (coral triangle) Indonesia  yang menjadi pusat 
keanekaragaman hayati laut
dunia,Pemerintah Kabupaten Halmahera barat,
Maluku Utara kembali mengadakan Festival
Teluk Jailolo 2010 (FTJ 2010). 

 

FTJ 2010 yang tahun ini mengambil
tema “COLOURFUL SEA OF GILOLO” adalah festival kedua yang diselenggarakan 
dengan konsep yang lebih
menarik. Berdasarkan semangat membangun daerah secara bersama-sama, maka konsep
festival kali ini melibatkan masyarakat secara utuh dan maksimal, keikutsertaan
mereka berada dalam tingkat penyelenggara dan pengisi acara. Paduan dari
beragam seni ini dibungkus dalam sebuah konsep baru pertunjukan, yang diberi
nama  Theatre on the sea. 

 

Theatre on the sea, adalah program unggulan utama FTJ 2010. Pertunjukan teater 
diatas
laut adalah sebuah konsep teater yang belum pernah ada di Indonesia bahkan
dunia. Beberapa perahu nelayan akan membentuk konfigurasi tertentu hingga
menjadi panggung “apung” lengkap dengan setting yang menggambarkan biota-biota
laut dengan pendekatan realisme sesuai kebutuhan visual yang melakukan gerakan
kinetik sesuai aslinya. Perubahan bentuk dari perahu ke biota laut diupayakan
menggunakan bahan atau materi dari daerah setempat, sehingga semua sumber daya
alam dan sumber daya manusia Halmahera Barat bersatu  mendukung terlaksananya 
pertunjukan yang
orisinil , milik Halmahera Barat, yang juga milik Indonesia tentunya. 

 

Unsur seni tradisi Halmahera Barat juga akan menjadi
bagian dari pertunjukan Theatre on the sea, seperti musik
yanger, alat musik bambu tataruba, menuru dan tarian tradisional khas Halmahera
Barat seperti Legu Salai, Sara dabi-dabi, tidak ketinggalan pula Horom Sasadu,
acara makan bersama, sebuah kegiatan budaya, sebagai ungkapan rasa syukur atas
panen yang melimpah. Kegiatan seni dan budaya ini adalah persembahan dari 
masyarakat tani kabupaten
Halmahera Barat. Theatre
on the sea sendiri akan
berlangsung pada 29 Mei 2010 mulai pukul 15.00 WIT. 

 

Untuk itu
masyarakat Teluk Jailolo akan diberikan pelatihan seni
pertunjukan dengan unsur pemeranan, membangun artistik panggung, mengubah 
perahu ke dalam bentuk biota laut, musik, kostum serta
bagaimana mengemas sebuah pertunjukan yang profesional dan menarik sehingga
mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. 

 

Kegiatan pelatihan ini adalah sebuah
rangsangan untuk memicu semangat dan kreatifitas masyarakat Halmahera barat
agar di kemudian hari mereka dapat melakukan hal-hal kreatif bagi perkembangan
diri, keluarga, lingkungan sekitar, daerah dan bangsa Indonesia secara luas.
Jenis pelatihan ini adalah sesuatu
yang menantang dan berbeda karena selama ini mereka sering diberikan pelatihan
mengenai pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan
saja. Pelatihan
seni yang diusung sekarang memberikan warna lain bagi masyarakat Halmahera
Barat yang notabene memiliki jiwa seni yang kuat. 

 

Selama dua
bulan lebih mereka akan mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut diatas dan pada 
puncak acara Festival Teluk Jailolo 2010, hasil karya mereka
dalam pelatihan tersebut akan dipertunjukkan dalam Theatre on the sea. 

 

Festival ini
akan diselenggarakan selama seminggu, sebelum puncak acara, panitia juga akan
menyelenggarakan banyak kegiatan lain seperti penampilan seni dan budaya
Halmahera Barat di desa- desa yang tersebar dalam wilayah Halmahera Barat dan 
berbagai lomba. 

 

Selain itu
festival juga akan diramaikan oleh para penyelam dan fotografer dari berbagai
daerah di Indonesia. Para fotografer akan mulai hunting dari tanggal 24 Mei
2010, sedangkan kegiatan menyelam atau Fun
Diving dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Mei 2010. Fun Diving  akan
menghadirkan Indonesian Diving Icon
yaitu Nadine Chandrawinata yang bertujuan untuk memperkenalkan
keindahan bawah laut Teluk Jailolo sebagai
salah satu diving spot
unggulan baru yang ada di timur Indonesia dan merupakan kawasan segitiga
coral  (triangle coral). Acara
ini juga diramaikan oleh ratusan peselam dari berbagai daerah Maluku Utara dan 
diluar
Maluku Utara.  

 

Keindahan alam dan keunikan budaya di
Halmahera Barat juga menjadi sebuah potensi wisata para penghobi fotografi yang
saat ini memiliki komunitas yang cukup besar di Indonesia, untuk itu panitia
juga  menyelenggarakan program Photographer
Hunting pada festival ini. Hasil karya fotografi yang telah dicetak
dalam buku “Gorgeous Gilolo” rupanya menarik minat para pencinta fotografi
untuk mengabadikan keindahan alam yang belum banyak diketahui komunitas
tersebut dalam gambar. Rencananya untuk memberi motivasi bagi para fotografer
juga akan dilaksanakan lomba fotografi dengan juri Yadi Yassin yang
merupakan maestro dalam Landscape
Photography.

 

Dengan konsep wisata petualangan,
PemKab berupaya memberikan sensasi khas dengan menyiapkan penginapan masyarakat
desa yang terpilih untuk menjadi Homestay bagi tamu dan penonton festival dari
luar Halmahera Barat. Homestay
adalah bentuk lain dari keterlibatan masyarakat dalam festival ini, dengan
tujuan meningkatkan sadar wisata dan menerapkankan Sapta Pesona. Pengunjung 
tidak perlu khawatir akan kenyamanan dan keramahan di Homestay,
karena masyarakat Halmahera Barat secara umum dan Teluk Jailolo secara khusus
telah dibekali pengetahuan mengenai bagaimana sebaiknya menerima tamu dan
mengelola Homestay yang ramah, aman dan nyaman. Situasi dan kondisi
masyarakat dan lingkungannya sangat kondusif bagi tamu yang ingin menginap,
mereka memiliki sikap  terbuka dan ramah
kepada  pendatang.

 

Untuk menuju
Teluk Jailolo tidaklah sulit, hanya memerlukan waktu 3 jam penerbangan dari 
Jakarta menuju
Ternate, bisa juga dengan alternatif penerbangan via Makassar atau Manado
menuju Ternate. Dari Pelabuhan Dufa Dufa di Kota Ternate, perjalanan dilanjutkan
melalui jalur laut dengan menggunakan speed boat selama 40 menit. Jadi tunggu
apalagi ? Sampai jumpa di FESTIVAL TELUK
JAILOLO 2010. 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke