Berikut adalah beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan Everest Base Camp Trek yang dikirim via japri baik blog ataupun pesan. Saya sendiri melakukannya kira-kira dua tahun yang lalu lewat Nepal (Lukla) dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya karena ke EBC itu untuk menikmati perjalanannya (journey), bukan hanya masalah destinasi. Ini yang agaknya perlu ditekankan, karena proses perjalanan itu sendiri lebih menarik dari sekedar EBC (hehehe...hanya gundukan batu dan beberapa kemah kecuali emang cuman bikin snapshot kirim ke facebook sebagai bukti pernah kesana).
Q1. Apakah tidak berbahaya, melakukan kegiatan trekking ke EBC, dikaitkan dengan penyakit ketinggian (AMS)? A: Saya menulis di majalah Umag Edisi Februari 2010 tentang Trekking di EBC via Nepal. Disitu disinggung tentang altitude sickness dan fasilitas medis selama disana. Jadi pertanyaan apakah berbahaya melakukan kegiatan ini menurut saya sangat kondisional sekali. Tergantung fisik masing2, masa pelatihan dan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan ketinggian. Kalau berbahaya iyah terutama bagi yang tidak biasa naik gunung/trek. Tapi ribuan orang melakukannya dalam setahun, jadi kembali bertanya pada diri sendiri. Apakah mampu menghadapi tantangan ini. Apakah punya dedikasi untuk melatih tubuh membiasakan udara tipis. Dan apakah bersedia menanggung resikonya. Q2. Karena waktu cuti saya sangat terbatas, tetapi berkeinginan ke EBC via Tibet. Apa betul dibutuhkan 5 hari? A: Saya tidak tahu untuk waktu tempuh dari Lhasa ke EBC di Tibet. Tetapi makin sedikit waktu yang digunakan untuk adaptasi, makin besar kemungkinan mengalami altitude sickness. Untuk EBC di Tibet, bisa ditempuh dengan kendaraan, dan hanya butuh jalan kaki sekitar 2km dari ujung jalan. Tetapi bahaya makin besar jika belum pernah mencicip ketinggian diatas 3500mdpl (level umum ketika orang mulai merasakan gejala awal). Keuntungan lewat Nepal adalah karena waktu tempuh yang lebih lama dan jalan kaki, membuat perjalanan lebih mengesankan buat saya. Jalur Nepal juga tersedia tenaga medis bagi trekker di Pheriche dan EBC jika mengeluh sakit. Q3. Kalau seandainya bisa kita urus sendiri perjalanan ke Lasha, apakah masalah transportasi umum di sana mudah, misalnya untuk ke kota-kota tertentu di sekitar Lasha? A: Saya tidak bisa menjawab tentang rute ke Lhasa karena tidak melalui sana. Akses masuk sama dengan ke Tibet dan booking lewat agen disana untuk membawa ke EBC. Tur harus dilakukan karena itu syarat memperoleh ijin masuk Tibet dari pemerintah China. Cara lain adalah lewat Nepal via darat/udara tetapi itu makan waktu lagi dengan visa yang diperoleh lewat agen di Kathmandu (belum termasuk masa tunggu visa/ijinnya jadi, in total bisa lebih dari 7hari). Q4. Tentang EBC Tibet dari Agustinus Wibowo A: Kalau dibaca di catper Agustinus di situsnya, ia bisa melalui rute ini dengan hitchhiking (numpang truk). Ia sendiri masuk lewat Tibet karena kebetulan punya visa belajar di China -waktu itu kalau ngga salah ia masih sekolah di Tsinghua Beijing (?). Ia juga berhasil menggunakan kartu mahasiswanya untuk meyakinkan pihak imigrasi/tentara China yang mengawasi di EBC. Gus Weng berbahasa Mandarin dengan fasih sehingga memudahkannya untuk berkomunikasi. Beberapa faktor ini membuat Gus Weng mampu 'menyelinap' ke EBC Tibet tanpa bermasalah, murah dan independen. Q5. Berapa biaya untuk helicopter rescue dari Tyangboce ke Lukla saat mengalami AMS? A: Biayanya saya ngga ingat, tapi sekitar diatas $2000-$3000 dan harus dibayar cash (yups..) di Rumah Sakit Pheriche. Pihak medis disana punya fasilitas komunikasi kontak dengan Himalayan Rescue Association -HRA. Sebaiknya pihak trekking agen di Kathmandu yang memberikan garansi dan kita punya asuransi sebelum datang ke Nepal (soal asuransi ini sempat disinggung di catper-nya Puguh di situs indobackpacker.com -sorry lagi down nih). Untuk lengkapnya coba buka ini http://www.himalayanrescue.org/hra/heli_rescue.php Amat jarang yang dikirim dengan heli ke Lukla kecuali si penderita udah ngga kuat sama sekali atau emang punya duit banyak. Biasanya pihak medis menyarankan dibawa turun segera baik dipapah, menunggangi yaks/keledai atau apapun caranya yang lebih cost-effective. Karena itu trekking di EBC tidak disarankan sendirian, tetapi ditemani guide/porter jikalau membutuhkan rescue. Salam, ambar [Non-text portions of this message have been removed]
