Kiluan Day 3 : Explore Pulau Kelapa
Menurut saya pribadi, Pulau Kelapa yang terletak di
kepulauan Kiluan indahnya biasa aja, sama seperti Pulau2 lainnya, tidak ada
yang special, apalagi tidak ada spot snorkeling, terumbu karangnya biasa aja dan
airnya tidak jernih seperti KepulauanSseribu. Tapi kiluan mempunyai satu spot
Laguna yang cantik, tempat sunset yang menarik, dan juga pastinya tersedia
lumba-lumba yang cantik yang menari-nari dengan lincahnya.
Anyway, pagi hari ke 3 ini kami semua sudah bangun pada
pukul 05.30 pagi, dan siap2 untuk melihat lumba2. Ada banyak kapal yang
disediakan, satu kapal
kayu hanya bisa memuat 3 orang saja (termasuk nahkodanya), jadi kami harus
menyewa 9 kapal angar terangkut semuanya. Sewa satu kapal untuk melihat lumba2
adalah Rp 250,000.
Kami harus menuju ke laut lepas yang berjarak sekitar 30
menit dan di laut lepas terdapat puluhan
kapal yang juga antri untuk melihat lumba2. Para photographer terlihat sudah
siap dengan kamera canggih mereka masing2,
sementara yang lainnya juga sudah menyiapkan berbagai macam kamera under water
yang mereka punya.
Under water camera :
Secara lautnya dalam, arus serta ombaknya lumayan “unpredictable”,
sangatdisarankan agar membawa under-water camera, kecuali kalo kamera DLSR nya
mempunya chasing under-water atau kalian berani menempuh resiko kamera nya
terciprat air laut.
Terlepas dari bahaya kamera kemungkinan kamera akan
tersiram air, kamera DLSR memang bagus untuk digunakan dikarenakan kamera2
seperti ini mempunyai beberapa feature yang kamera lain tidak ounyai seperti
“continous
shutter” alias bisa menjepret berkali2 secara otomatis selama sekian detik. Hal
ini perlu sekali karena lumba2 nya bergerak amat sangat cepat sehingga apabila
menggunakan kamera manual rasanya susah sekali untuk menagkap pergerakan lumba2
tersebut.
The dolphins :
Jam 7 pagi kami semua sudah
berada di laut lepas dan belum ada tanda2 kehidupan. Kami menanti dan menanti,
dan akhirnya putar haluan ke beberapa spot untuk melihat lumba2 tersebut hingga
akhirnya lumba2 yang kami nanti muncul dimana2, dan mulailah kamera2 tersebut
sibuk membidikkan arah dan memotret lumba2. Sayangnya, peraturan tidak
memperbolehkan kami untuk berenang bersama lumba2, sehingga kami harus merasa
cukup puas memotret dari atas perahu atau menggunakan kamera unde water untuk
mengambil photo/video dibawah laut.
Melihat sendiri lumba2 dari
laut yang biru memang merupakan kenikmatan sendiri yang tidak bisa dilukis
dengan kata2. Rasanya indah dan dami sekali. Perjalanan ini lebih terasa
berarti setelah melihat lumba2 yang memamng menjadi salah satu tujuan
perjalanan kami ini. Rasanya tidk puas2nya memandangi mereka yang lucu2
tersebut.
Anyway, setelah sekitar 30 – 45
menit acara hunting lumba2 ini selesai, dan kami kembali ke Pulau kelapa untuk
sarapan dan ber istirahat.
Laguna :
Selesai makan, kepala saya
mendadak pusing, mungkin efek2 kecapekan selama 12 jam perjalanan dari kemarin,
maka saya memilih untuk ber istirahat sementara teman2 yang lainnya memilih
untuk melanjutkan jelajah Pulau kelapa untuk menuju ke sebuah Laguna yang
indah.
Laguna kecil ini merupakan
suatu lembah karang yang indah di sebelah selatan Pulau Kelapa. Teman saya
Yudhi yang sudah pernah kesana 1 tahun sebelumnya memimpin rombongan ini untuk
trekking
selama 1 jam untuk menikmati laguna
dimana mereka bisa berenang dan photo2 sepuasnya, yang membuat kami2 yang tidak
ikutan ke Laguna menjadi amat sangat menyesali setelah melihat photo2 yang
ditampilkan, laguna nya sangat menawan, seakan2 lokasi nya diluar negri !.
Yang perlu di ingat, untuk menuju
ke laguna ini, disarankan agar memakai sendal yang nyaman dikarenakan
trekkingnya lama dan medan nya terjal (lihat di photo). Jangan lupa untuk
menggunakan topi dan memakai banyak sun-lotion nya karena hawanya panas dan
mataharinya terik sekali, bisa2 nanti kepala pusing 7 keliling!.
Puas photo2 dan berenang di
Laguna, team laguna kembali untuk bergabung dengan kami untuk makan siang dan
ber istirahat.
Malamnya setelah makan malam,
kami kembali berkumpul di pinggir pantai dan bersantai. Dimulai dengan
mengobrol santai, main gitar dan bernyanyi2 sambil menari2
(masing2 negara mengajarkan masing2 tarian dari negara mereka masing2), main
games, lalu terakhir ada yang bikin full
moon party dan dancing till morning!
Kiluan Day 4 :
Pulau Kelapa – Kiluan – Jakarta
Di hari ke 4 ini, masih ada sebagian teman yang masih belum
puas melihat lumba-lumba, sehigga sebagian dari mereka mengulang perjalanan.
Sekembalinya mereka dari melihat lumba2 bagian kedua, mereka bergabung dengan
kami dan bersiap2 untuk packing untuk meninggalkan Pulau kelapa.
Setelah sarapan pagi dan photo keluarga, kami semua pamitan
dengan pak Dirham dan menyebrang Pulau kelapa untuk kembali ke Teluk kiluan
untuk segera naik ke mobil elf sewaan kami yang kami tinggal di warung pingir
pantai tersebut.
Penginapan Supir :
Secara di teluk Kiluan tidak banyak tersedia penginapan,
mobil bisa dititipkan ke warung bu Jono aka tetapi kita akan “diwajibkan” utnuk
membayar Rp 20,000/mobil selama 2 hari tersebut, dan supir juga di inapkan
disana dengan membayar sejumlah uang kepada ibu Jono tersebut. Kalo ngak salah
bayarnya Rp 150,000 buat 2 malam untuk kedua supir kami.
Supir disarankan agar tidak ikut menyebrang ke Pulau kelapa
yang jaraknya 10 menit dari Kiluan dikarenakan mereka harus memantau mobilnya,
mobil sebaiknya tidak ditinggal tanpa penjagaan.
The “chicken
incident” :
Setelah semua peserta kembali
ke mobil, ada sedikit “situasi”. Supir di mobil kami tanpa minta ijin terlebih
dahulu meletakkan ayam disebuah box yang diletakkan dibelakang bagasi. Saya dan
teman2 di mobil saya protes dan menganjurkan kepada sang supir dan meminta agar
sang supir tidak membawa ayam2 tersebut yang ditolak dengan sukses oleh sang
supir dikarenakan beliau mengaku, ayam2 tersebut adalah ayam oleh2. Ok,
kemudian kamipun menawarkan win-win solution, yaitu agar sang supir meletakkan
box ayam tersebut di atas mobil, tapi sang sopir bersikeras agar ayam tersebut
diletakkan kedalam bagasi. Akhirnya salah seorang teman saya dengan gaya
“pahlawan” nya mengalah dan meletakkan ayam2 tersebut di mobil mereka, biarpun
kami semua sudah memberikan “warning” kepada dia bahwa perjalanan akan memakan
sekitar 12 jam hingga tiba di Jakarta dan ayam2 tersebut akan meninggalkan bau
yang akan membuat penumpang mual dan muntah, tapi dia tetap keukeh & bersedia
membawa sang ayam akhirnya kami mengalah dan membiarkan dia meletakkan ayam2
tersebut dibagasi mobil sebelah.
Dan seperti yang sudah di
prediksikan sebelumnya, beberapa jam kemudian ayam2 tersebut buang air besar
dan mengeluarkan “wangi” nya memenuhi mobil yang satu lagi sehingga mereka
tidak tahan dan mau muntah yang menyebabkan ayam2 tersebut akhirnya di ikat di
mobil bagian depan, dan apabila sang supir masih ngeyel ngak mau ngalah, ayam2
tersebut akan dilepas ke alam bebas. Akhirnya, sang supirpun terpaksa mengalah
dan mencari tali untuk mengikat ayam2 bawaan nya, yang terhanya bukan cuman 1
box, melainkan 3 box ayam! Waaaaaaaaaaaaa, kenapa kami semua bisa nggak nyadar
bahwa ayamnya ternyata banyak banget ya ? huahahahaha
Kami tertawa amat sangat keras
ketika peristiwa itu terjadi. Kami juga menertawakan teman2 kami yang mau
menunggu sekian jam dan harus mencium “bau tai ayam” dulu sebelum akhirnya
memutuskan untuk
memindahkan ayam2 dari dalam mobil ke luar mobil. Huahahahahahaha.
Sang supir yang “ngambeg”
karena ayam2nya dipindahkan mulai menyetir seperti orang gila sehingga salah
satu dari kami harus marah dulu agar dia kembali menyetir dengan aman dan
nyaman.
Lesson learn :
Cari penyewaan mobil yang
reputasi supirnya bagus, jangan ambil sembarang supir yang keras kepala dan
ngak mau dibilangin.
Setelah kejadian ayam tersebut,
kami semua bersiap2 untuk menyebrang
Jakarta kembali menyebrangi lautan dengan kapal ferry raksasa dari pelabuhan
Bakauheni ke Merak, dan tiba kembali di Sarinah Thamrin pada pukul 12 malam,
save, healthy and happy :-)
Demikian lah sekilas catatan
perjalanan Kiluan kali ini, semoga berguna bagi yang mau berangkat ke Kiluan.
Photo2 Day 3 and Day-4 bisa di akses di :
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/328/.ber_Kilau_di_KILUAN_Day_3-4_dancing_with_the_DOLPHIN_
salam,
Deedee Caniago
*they don't care how much you know until they know how much you care*
[Non-text portions of this message have been removed]