Hai hai…
 
Secara saya udah beberapa kali ke Jogkarta, jadi kali ini
saya hanya akan menceritakan pengalaman berkunjung ke Candi Borobudur, Museum
Ulen Sentalu, dan Gudeg Mbok Lindu

Candi Borobudur
 
Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau 
Warisan
Dunia oleh UNESCO.  Sejarah
mengenai Candi borobudur bisa kamu baca di :
 
http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/182-candi-borobudur.html
 
(hehe, ketauan banget males
nulisnya)
 
Yang saya mau tekan kan disini
adalah, pengalaman berkunjung ke candi tersebut.
 
Pertama, 
begitu tiba di pintu masuk, kamu akan dikerubungi oleh
banyak tukang ojek payung. Secara cuaca di Jogjakarta lumayan panas, apabila
kamu tidak tahan panas dan tidak membawa topi dan payung, maka menyewa ojek 
payung
akan sangat disarankan, apalagi di cuaca musim hujan yang tidak menentu ini,
dimana mendadak cuaca yang panas terik akan mendadak akan segera berubah
menjadi hujan deras, dan kalau kamu udah berada di lokasi candinya, tidak ada
tempat untuk berteduh. Sewa payung selama berada disana lumayan murah, Rp
3,000/orang. Oh ya,
jangan lupa oleskan sun-block lotion yang banyak ya, sumpah deh, teriknya
menyengat !
 
Kedua
Masuk ke dalam candi nya bayar Rp 25,000/orang, dan apabila
kita ingin di dampingi oleh pemandu wisata/guide, maka kita harus membayar 
ekstra
Rp 60,000/pemandu/grup. Kalo kita hanya ingin photo2 saja, tidak harus membayar
apa2 lagi.  Sampai didalam, kita dikasih
pilihan, apakah kita mau jalan kaki ke areal bangunan yang terletak sekitar 1 
Km,
atau naik delman Rp 15,000/4 orang atau naik kereta api Rp 5,000/orang, dan
kami yang malas berjalan kaki memilih untuk naik kereta api. Suasana
dipintu masuk sangat hijau dan rimbun, toiletnya juga bersih. Akan tetapi 
begitu memasuki candinya,
area berubah menjadi panas karena disekitar candi benar2 kering dan gersang.
 
Ketiga, 
dianjurkan memakai pakaian yang sopan, tidak bercelana
pendek atau ber rok mini ria. Duluuuu, banget, bercelana pendek masih di
ijinkan, akan tetapi ketika kami berkunjung kesana kemarin, saya berdua sepupu
saya yang kebetulan memakai celana pendek diminta untuk memakai sarung yang
mereka sediakan disebuah tempat khusus. Biarin deh, mendingan disarungin
daripada dikarungin, hehehe. Tapi jangan khawatir, tidak ada pungutan biaya
untuk pake sarung pinjeman tersebut, kita cuman diminta untuk isi buku tamu
aja. Saya sendiri tidak mengisi buku tamu karena saya tidak merasa ada fungsi
apapun untuk mengisi buku tamu buat orang2 yang memakai sarung. Sarung bisa
dikembalikan di akhir perjalanan, ada sebuah tenda yang akan menampung sarung2
yang dipinjamkan tadi.
 
Keempat: 
Candi Borobudur akan selalu ramai dikunjungi oleh ratusan
wisatawan lokal dan mancanegara, sehingga kita harus waspada terhadap copet
karena selama disana saya sempat mendengar beberapa orang kecopetan dompet atau
HP nya.
 
Kelima, 
ada kisah legenda sebuah patung dewa (saya lupa nama dewa
nya siapa) yang katanya kalo kita menyentuhnya, jodoh kita akan cepat datang.
Saya tidak tahu kebenaran ceritanya, tapi yang jelas saya ikut2an memegang kaki
patung tersebut, dan kita lihat saja nanti, apakah saya akan segera dapet jodoh
dalam beberapa waktu yang akan dateng. Kalo iya, nanti saya kasih tau dimana
letaknya patung tersebut, hehehe.
 
Keenam: jam buka tutup loketnya : Buka setiap hari, Senin – Minggu jam 06.00
pagi, tutup jam 17.00 sore.
 
Ketujuh :
Untuk membeli souvenier, jangan khawatir, sebelum keluar
area, kita akan diarahkan ketempat souvenir nya, dimana kita bisa membeli
segala macam pernak pernik yang berhubungan dengan Candi Borobudur, dan kita
bisa menawar harga disana.
 
Kedelapan :
Bagi yang tertarik untuk
menonton pementasan tari Ramayana, coba lihat terlebih dahulu jadwal tayangnya,
yaitu hanya mentas di hari Selasa, Kamis, Sabtu jam 19.30 –21.30 malam
 
Apabila ada pertanyaan lainnya,
untuk pusat informasi, silahkan hubungi Information Centre sana : Candi 62 293 
788-266
 
Photo2 bisa dilihat di :
 
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/330/Semarang_-_Jogja_Day-2_Borobudur_World_Culture_Heritage
 
Museum Ulen
Sentalu
http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Ullen_Sentalu

Museum Ullen Sentalu, terletak di daerah Pakem, Kaliurang (bagian utara
kota Yogyakarta)
adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan putri / wanita Keraton 
Yogyakarta beserta koleksi
bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta). Museum ini juga 
menampilkan tokoh
raja-raja (Sultan) di keraton Yogyakarta beserta permaisurinya dengan berbagai 
macam pakaian yang dikenakan
sehari-harinya.
Nama Ullen Sentalu merupakan
singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning
LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk
manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah
lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang 
merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan
menerangi perjalanan hidup kita.
Di
Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik
yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga 
berbagai sejarah
mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang
dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa
kuno yang mengagumkan.

Menurut saya pribadi, museum Ulen Sentalu merupakan
satu2nya museum yang harga tiket masuknya paling mahal dari semua museum yang
sudah pernah saya kunjungi di Indonesia.
Harga tiket masuknya Rp 25,000/orang untuk sekitar 1 jam keliling. Museum nya
sendiri indah, sejuk dan nyaman, akan tetapi, kita sama sekali tidak boleh
menggunakan kamera atau memotret selama berada di dalam museum (kecuali di area
pintu masuk dan area di pintu keluar).
 
First impression begitu masuk gedungnya yang berupa rumahan
itu agak2 spooky. Entah cuma perasaan saya aja, entah gedungnya emang spooky
sehingga saya dan teman2 agak merinding selama didalam. Semua gedungnya dingin
ber AC dan tempatnya nyaman dimana disepanjang jalan kita akan ditemani oleh
mbak2 pemandu wisata yang akan menjelaskan segala macam isi museum, mulai dari
sejarah dan silsilah orang2 Keraton, sehingga semua isi yang terdapat 
didalamnya.
 
Berada disana kita jadi tau, bahwa dari jaman dahulu kala,
orang2 Keraton ternyata juga narsis, (hehe) secara photo2 cantik mereka banyak
banget disana. Trus disana kita akan berkhayal tingkat tinggi jadi orang kaya
(atau at least ditaksir sama salah satu keturunan keraton) secara banyak photo2
keturunan keraton yang (misalnya) lagi makan siang dengan Pangeran Charles dan
Lady Di, terus makan malam nya dengan Ratu Juliana, dll dsb. Dan pangeran2
keraton banyak yang ganteng looohh.
 
Selesai tour, kita akan disuguhi dengan minuman teh jahe
hangat yang konon katanya bisa membuat aura wajah kita awet muda. Otw out, kita
bisa melihat puluhan anak2 yang sedang belajar tari2an keraton yang dipandu
oleh ibu gurunya, dan sebelum pintu keluar, kita akan disuguhi pemandangan
taman yang dikelilingi pohon2 hijau segar dengan akar yang besar2 menandakan
bahwa pohon tersebut sudah berumur ratusan tahun. 
 
Menarik rasanya berkunjung ke Museum ini, menambah
pengetahuan kita mengenai sejarah keratin dan kekayaan asli keratin, sehingga
rasanya tidak sia2 membayar mahal kesana.
 
Museum hanya buka dari hari
Selasa-Minggu, mulai dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 15.00 sore. Hari senin
tutup. Museum Ulen Sentalu ini terdapat di : Jl. Plemburan No. 10 Sleman
Yogyakarta INDONESIA 55581, telp: +62-274-895161, 880158, 881743

Photo2 bisa dilihat di :

http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/331/Semarang_-_Jogja_Day-3_Museum_Ulen_Sentalu_Rumah_Palagan_Colonial_Cruise_Gudeg_Mbok_Lindu


Gudeg Mbok Lindu

Gudeg mbok Lindu merupakan salah satu gudeg yang rasanya
paling original atau authentic yang
pernah saya coba. Gudeg ini direkomendasikan oleh teman saya orang asli Jogja, 
yang
lokasinya terdapat di Jalan Sostrowijayan, seberangnya café bintang, Malioboro.
 
Mbok Lindu nya sendiri sudah berusia 92 tahun, akan tetapi
beliau terlihat masih dalam keadaan sehat dan masih bisa berkomunikasi dengan 
lancar.
Beliau bercerita bahwa beliau sudah menjual gudeg dari masih gadis, hingga
menikah dan punya 5 anak (2 diantaranya meninggal) dan 15 cucu. Gossipnya sih,
salah satu cucu mbok Lindu itu cantik sehingga menjadi rebutan pemuda2 lokal
:-).  Mulai dari Jogjakarta masih berupa sawah hingga menjadi salah satu kota 
besar hingga sekarang ini, mbok Lindu
tetap bertahan berjualan Jogja di lokasi yang sama. 
 
Beliau dibantu oleh anak cucunya untuk mengantarkan mangkal
disana, dan jam buka nya hanya dari jam 5 subuh sampai sekitar jam 09.00 pagi.
Porsinya cukup untuk sekali sarapan, tapi berapapun uang yang kita berikan
kepada beliau, (dari Rp 10,000 – Rp 15,000) porsinya tetap aja sama, hehehe.
 
Gudegnya memang gurih, nikmat dan segar. Cuma yaitu, untuk
meracik gudegnya, mbok Lindu menggunakan tangan nya sendiri, ngak pake sendok,
dan beliau juga menggunakan tangan yang sama untuk menerima uang dan
mengembalikan duit kita, hihi.
 
Tapi bener deh, kalo kalian ke jogjakarta, kalian harus coba gudeg racikan
mbok Lindu ini! Sedap tenan…
 
Photo2 bisa dilihat di :
 
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/331/Semarang_-_Jogja_Day-3_Museum_Ulen_Sentalu_Rumah_Palagan_Colonial_Cruise_Gudeg_Mbok_Lindu
 
 salam,
Deedee Caniago
*they don't care how much you know until they know how much you care*


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke