1
Hai semua!
Ini tulisan saya
tentang kota Versailles yang ada dekat Paris, France.
Selamat
membacanya, moga ada tambahan pengetahuan dan bermanfaat
Salam
Luth
================================
SISI-SISI ARTISTIK KOTA VERSAILLES
Istana Versailles
Ketika saya keluar dari
bus yang saya dan beserta rombongan mahasiswa asing tumpangi, saya melihat
istana yang besar dan eksotik di depan saya. Warna dinding luar istana tersebut
didominasi warna krem dan atapnya berwarna hitam. Pada saat itu saya bergabung
dengan grup eksekursi mahasiswa-mahasiswa asing yang diorganisasi oleh
Departemen Pendidikan Nasional Perancis.
Sebelum kami memulai
kunjungan kami, beberapa mahasiswa sibuk mengambil foto di taman istana
Versailles. Taman ini sangat indah. Ada beberapa kolam, air mancur dan patung.
Pengaturan tanamanya juga sangat fantastis.
Kami tidak seberapa lama
di taman Versailles. Ketika guide datang, kami bergabung dengan dia untuk
memulai kunjungan ke bagian dalam istana Versailles yang dibangun sejak abad
17. Ketika saya melihat bagian luar melalui jendela, Sangat banyak orang yang
lagi antri untuk membeli tiket masuk. Istana ini memang menjadi tempat menarik
bagi orang-orang.
Istana yang pernah
ditinggali oleh raja Louise XIV dan beberapa raja France mempunyai banyak
ruangan yang indah seperti ruang tidur, ruang kerja, perpustakaan dan ruang
ibadah. Setiap ruang mempunyai dekorasi dan ornamen yang berbeda. Beberapa
ruangan mempunyai koleksi unik seperti koleksi lukisan di beberapa ruangan,
buku-buku tua di ruang perpustakaan, ruang makan dengan perlengkapan makan yang
antik dan koleksi jam di ruang bekerja. Kami termasuk grup pengunjung yang
beruntung. Kami bisa memasuki sebuah kapel/tempat beribadah yang tidak bisa
dimasuki oleh semua grup kunjungan. Di kapel tersebut dihiasi dengan
pahatan-pahatan yang indah di dindingnya dan lukisan-lukisan yang indah di
langit-langit kapel.
Pencinta seni dapat
menikmati istana ini dari berbagai sisi. Mulai dari galery kristal yang
mempunyai
lampu-lampu kristal yang indah, lorong-lorong yang dihiasi dengan patung-patung
dan ruangan-ruangan dengan lukisan-lukisan yang mengagumkan.
Jika anda mempunyai waktu
banyak, jangan lupakan untuk mengunjungi taman istana Versailles. Istana
Marie-Antoinette terletak tidak jauh dari istana (masih dalam satu area) adalah
juga termasuk tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Bagian tua Versailles
Kenyataannya, objek wisata
kota Versailles tidak hanya istana Versailles. Ada banyak objek wisata
mengagumkan di kota yang bisa dicapai dari Paris bus atau kereta api daerah.
Dan jarak antar objek wisata tersebut tidaklah terlalu jauh.
Suatu saat, saya berkunjung ke objek-objek wisata
kota Versailles. Menurut informasi dari kantor pariwisata, kota Versailles yang
terletak di department Yvelines dan
region Ile de France ini objek
wisata bagian kota tua dan bagian moderen. Dan setiap bagian mempunyai
tempat-tempat yang unik.
Saya memulai perjalanan saya dari bagian kota tua
Versailles. Gedung pertama yang menarik perhatian adalah gedung Grand
Community. Gedung ini terletak
persis di sebelah taman istana Versailles. Warna dindingnya krem. Diantara
jendela-jendelanya ada dinding dengan susunan batu bata berwarna merah bata.
Sehingga warnya dindingnya menjadi campuran antara krem dan merah bat. Atapnya
berwarna hitam dan mempunyai jendela. Tidak jauh dari gedung tersebut ada
sebuah gedung yang mempunyai style yang hamper sama yang bernama Hotel Pos tua.
Di samping gedung Hotel Post tua, terdapat sebuah
gedung unik. Gedung itu bernama Hotel de la Guerre atau Hotel Perang. Jika warna
dinding gedung Grand Community dan hotel Pos tua berwarna didominasi krem dan
diselingi merah bata, warna dinding hotel Perang didominasi warna merah bata
atau cenderung pin gelap dan diselingi warna krem. Pintu gerbang gedung ini
memiliki pahatan dan patung-patung yang mengagumkan.
Setelah hotel Perang, saya mendapatkan sebuah
gedung yang bernama hotel Surintendance
des Bâtiments. Gedung ini dibangun oleh raja Hendri IV. Mempunyai dinding
berwarna krem. DI dalam gedung, ada perpustakaan dan ruang membaca. Dan dari
depan gedung ini, kita akan melihat salah satu bagian dari taman istana
Versailles.
Saya lanjutkan perjalanan
saya menuju katedral Saint Louise yang
dibangun antara tahun 1743 dan 1754 M. Bagian dinding luar berwarna krem tetapi
dinding
bagian dalamnya berwarna putih. Di atas pintunya yang berwarna biru, terdapat
jam berwarna emas. Di bagian dalam katedral, terdapat lampu kristal yang
digantung di langit-langit katedral dan itu sangat mengagumkan.
Di sekeliling katedral
Saint Louise kita akan menemukan air mancur Saint Louise, kapel Providence
danLe Potager du Roi juga. Khusus
untuk Le Potager du Roi, itu adalah sebuah kebun sayur dan buah yang dibangun
oleh Louise XIV. Seseorang yang hobi berkebun dapat mengunjungi kebun ini.
Walau kunjungan itu tidak gratis, kita akan mendapat banyak ilmu tentang
berkebun di sini.
Tidak
jauh dari katedral, saya menemukan deretan gedung bernama les Carrés
Saint-Loiuse. Hal unik dari gedung-gedung di daerah ini
adalah tinggi antara atap dan tanah. Tinggi antara atap dan tanah hanya kurang
dari 2 meter sehingga gedung-gedung yang dibangun tahun 1735 M ini terlihat
kecil.
Saat ini, gedung-gedung ini digunakan sebagai toko dan restoran. Kalau melihat
deretan gedung ini seperti melihat deretan rumah liliput diantara gedung-gedung
raksasa.
Sebelum
saya mengakhiri perjalanan saya di kota tua Versailles, saya melewati rumah
dimana Jendral Hoche (salah satu jendral besar di France) dilahirkan. Saat ini,
lantai dasar rumah ini digunakan sebagai restoran. Di sebelah rumah ini
terdapat toko-toko.
Saya melewati juga aula Jeu de Paume. Di masa lalu, Jeu de Paume adalah aula
untuk
permainan tennis dan dibangun oleh Louise XIV. Lokasi aula ini agak tersembunyi.
Bagian bawah aula ini terbuat dari batu dan bagian atasnya dari kayu.
Gedung unik terakhir yang saya kunjungi pada hari
itu adalah Congress palace (Istana Kongres). Gedung mempunayi
dinding berwarna putih. Dinding yang dibentuk dari bongkahan batu yang tersusun
rapi dan memberikan kesan karismatik.
Bagian Moderen Kota
Ketika saya berada di
kantor pariwisata, petugas mengatakan kepada saya tidak ada souvenir atau
makanan special di kota ini. Hal itu tidaklah menjadi masalah bagi saya. Saya
pikir saya dapat menikmati gedung-gedung yang megagumkan di kota ini.
Tidak jauh dari kantor
pariwisata dan stasiun kereta api, terdapat gedung Hotel de Ville Versailles
(gedung pemerintah kota Versailles). Di
dinding gedung pemerintahan ini, terdapat kombinasi atau selang seling
horiziontal warna merah putih. Ada beberapa jendela yang indah di atapnya yang
berwarna hitam.
Selanjutnya, tidak jauh dari
gedung ini terdapat gedung Prefecture kota Versailles. Dindingnya berwarna krem
dan jendelanya berwarna putih. Banyak pahatan di dindingnya.
Saya lanjutkan perjalanan saya menuju kapel Hopital Civil. Gedung ini termasuk
besar. Atapnya berwarna hijau. Di depan pintunya, terdapat 4 pilar besar. Di
atas pilar-pilar tersebut, terdapat pahatan yang menawan. Gedung ini terlihat
elegan.
Tidak jauh dari kapel,
saya menemukan museum Lambinet. Di
depan museum ini terdapat taman. Koleksi dari museum ini adalah benda-benda
antic abad 18 dan 19 yang berkaitan dengan kenangan kota ini.
Tujuan saya selanjutnya
adalah Hotel Bailliage yang dibangun
tahun 1725 M.
warna gedung ini hádala krem. Ketika saya mengunjungi tempat ini, ada patung
kerbau dari besi di depan gedung ini. Jika seseorang senang akan barang antik,
daerah sekitar ini merupakan tempat yang tepat dengan kecintaan mereka. Ada
banyak toko barang antic di sekitar tempat ini.
Saya berjalan di jalan Passage de la Geole yang terdapat di
sebelah Hotel Baillage. Jalan ini dibuat dari batu granit seperti abad
pertengahan. Jika kita lihat toko-toko barang antik di jalan ini, suasana
menjadi seperti tahun 60 dan 70 an. Dari jendela, kita dapat melihat koleksi
barang antik yang sangat menarik. Penjual mengatur dengan baik barang-barang
koleksi mereka. Koleksi-koleksi itu terlihat sangat eksotik. Jika seseorang
tertarik dengan benda-benda itu, dia akan dengan mudah masuk ke dalam toko-toko
tersebut.
Di area yang sama,
terdapat pasar Notre Dame. Walau
pasar tradisional ini dibangun oleh Louise XIV, bagunan aula pasar ini
dihancurkan tahun 1894 dengan alasan kesehatan. Dan itu dibangun lagi di tahun
yang sama. Di bagian luar, kita akan menemukan pasar terbuka. Di sekitar pasar
ini, kita kan menemukan beberapa kafe. Ketika kita menikmati minuma di
kafe-kafe ini, kita akan dapat merasakan situasi pasar tradicional juga.
Di pasar Notre dame, kita
dapat membeli sayuran, buah-buahan, pakaian, perlengkapan rumah dan kebutuhan
lain. Pasar di dalam (aula pasar) buka dari hari selasa sampai sabtu mulai jam
07.00 sampai 19.30 dan di hari minggu jam 07.00 sampai 14.00. Sedangkan untuk
pasar
terbuka akan dibukan di hari Selasa, Jumat dan minggu dari jam 07.00 sampai
14.00.
Saya tidak berapa lama di
pasar ini, saya takut tidak dapat menahan emosi untuk membeli barang-barang
yang menarik di pasar ini. Walaupun itu berat, saya lanjutkan langkah saya
menuju Paroki Notre Dame yang tidak
jauh dari pasar ini. Paroki ini dibangun tahun 1686 M dan mempunyai dinding
luar berwarna krem. Diatas pintu-pintunya terdapat pahatan yang bagus. Kita
akan dapat menemukan jam berwarna biru emas di atas pintu utama. Jka kita
memasuki paroki ini, kita kan melihat dinding berwarna putih dan
jendela-jendela dari fiberglass yang berwarn-warni. Dan setiap jendela
mempunyai cerita-cerita sendiri.
Jendral Muda yang Besar
Saya beristirahat dan
duduk di salah satu bangku di taman Hoche. Saya melihat patung Jendral Hoche
yang ada di tengah-tengah taman.
Sepengetahuan saya, kita kan dapat menemukan nama “Hoche” hampir di seluruh
Perancis.
Saya tertarik dengan
sejarah yang jendral ini yang dipahat di sebuah prasasti yang tepat berada di
bawah patung Jendral Hoche. Dia dilahirkan di Versailles tanggal 24 Juni 1768.
Pada umur 16 tahun dia menjadi seorang prajurit. Umur 25 tahun tahun ia menjadi
seorang Jendral besar. Hal ini sangat
prestisius. Saya piker dia ini adalah orang muda yang menjadi bintang yang
meroket dan permata di angkatan bersenjata pada masanya. Sayangnya, dia
meninggal pada umur 29 tahun.
Ini merupakan contoh yang sangat baik untuk generasi muda bagaimana orang muda
mengisi hidupnya yang singkat dengan prestasi yang membaggakan. Tidaklah aneh
kalau nama dia diabadikan untuk
tempat-tempat besar di Perancis.
Taman Hoche tidaklah
terlalu besar. Ada beberapa pohon besar dan rumputnya dibentuk secara bagus.
Ada beberapa bagku taman. Dari taman ini bisa terlihat Paroki Notre
Dame.
Akhir Perjalanan
Di akhir perjalanan, saya mengunjungi dua tempat bersejarah
kota Versailles. Tempat tersebut adalah hotel tua Madame Pompadour dan gedung
teater Montansier. Hotel tua Madame Pompadour mempunyai dinding berwarna
putih dan gedung teater Montansier punya dinding berwarna oranye. Kita dapat
menonton pertunjukan teater di gedung teater Montansier sampai kini. Kedua
gedung ini terletak sangat dekat dengan istana Versailles.
Ketika saya meninggalkan Versailles, saya pikir
saya telah mendapatkan banyak pengalaman baru di kunjungan saya ke Versailles.
Ternyata Versailles mempunyai banyak tempat wisata menarik dan bervariasi
selain istana Versailles. (Luth)
Terima kasih untuk Iwan dan
Nana (Paris) untuk segala kebaikannya
Photo : Luth & Susy Barrat
Diterbitkan majalah CHIC no 58, Maret 2010.
[Non-text portions of this message have been removed]