Mbak Ambar,

Bisa dibilang, saya hampir selalu menggunakan e-tiket untuk bepergian. Selama 
ini tidak pernah ada masalah, dan saya merasa diuntungkan dengan efisiensi dan 
efektivitasnya. Tapi pernah sekali saya kena batunya november thn lalu dengan 
Lion Air. Waktu itu pertama kalinya saya coba beli e-tiket Lion. Semua step 
lancar, tapi sampai giliran bayar di payment step-nya gak berhasil-berhasil, 
dan gak pernah ada konfirmasi baik email or telp. Tau-tau, di tagihan CC saya 
ada pembelian e-tiket Lion Air one way. 


Waktu saya coba cari tau itu tiket untuk tujuan mana, saya kesulitan sekali 
menghubungi mereka. Di Surabaya ada 3 perwakilan, semuanya tidak dapat 
dihubungi. Akhirnya saya berhasil "menemukan" hotline service di Jakarta. Tapi 
parahnya, mereka pun gak bisa memberikan informasi flight apa yang saya beli. 
Online system mereka tidak bisa tarik data dari nama atau no credit card saya, 
bisanya dari jadwal terbang. Lah.. kan sama saja namanya, justru itu yg mau 
saya cari tau. Solusi satu-satunya dari mereka saya mesti datang ke kantor 
pusat di Jakarta or perwakilan di Bandara Juanda, yg artinya spend my time & my 
money, kontradiktif sama semangat e-tiket dah... Sejak itu, saya blm pernah 
lagi coba beli e-tiketnya Lion. Kalo yg lain sih gak pernah ada masalah. 


Salam, 

Lili





Posted by:      "Ambar Briastuti" [email protected]    ambar.briastuti  
Sun May 2, 2010 11:16 pm        (PDT) 


Dear teman-teman IBP,

Jaman budget flight gini udah lazim banget memakai e-tiket atau tiket
elektronik. Yaitu tiket yang dikirimkan ketika kita memesan tiket
pesawat lewat online ditandai dengan nomor referensi dan kode batang
(bar code) yang dikirim via email ataupun lewat print dari pemesanan.

Suka duka dengan tiket elektronik ini lumayan unik. Saya pernah
dicegat sekuriti dipintu bandara ngga boleh masuk karena tiket print
out yang nampak tidak meyakinkan (era LCC Asia belum sepopuler
sekarang, seingat saya sekitar 5 tahun yang lalu. maskapai: valuair
sebelum diakusisi Jetstar). Dari print out yang robek, rusak yang
membuat bagian cek-in memandang curiga.Atau sempat ditertawakan orang
ketika menunjukkan tiket yang hanya selembar kertas hitam putih.
"Emangnya itu tiket beneran mbak?" tanyanya seakan ngeles.

Nah mungkin teman-teman punya pengalaman suka duka yang bisa dibagikan
bersama disini. Entah penerbangan dalam negeri ataupun luar negeri.
Ohya akan lebih fokus jika penerbangan ini bersifat LCC (low cost
carrier) alias budget flight. Menurut Wiki, yang termasuk LCC di
Indonesia adalah Indonesia AirAsia, Lion Air, Mandala Airlines,
Batavia Air, Citilink. Sedangkan yang setingakat Asia Tenggara/Pasifik
seperti Jetstar, Airasia, Tiger, Cebu Pacific, Nok Air, One-Two-GO
Airlines dll. Daftar lengkapnya silakan dilihat disini:
http://en.wikipedia .org/wiki/ List_of_low- cost_airlines

Lantas apakah etiket ini lebih menguntungkan dibanding tiket 'biasa'?
benarkah e-tiket dipandang sebelah mata ketika apply visa ke luar
negeri? susah ngga sih secara teknis mencetak sendiri?

Seperti biasa kisah teman-teman akan dirangkum pada akhir diskusi.
Thanks banget atas berbagi pengalamannya.

Salam,
Ambar
salah satu moderator IBP


Back to top  Reply to sender  | Reply to group  | Reply via web post  
Messages in this topic  (1) 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke