Resa,
 
sekedar info ya :
 
1. Hampir mustahil untuk melintasi jalur darat masuk dan keluar Myanmar dengan 
motor, kecuali Resa membeli permit yang harganya selangit, sebab untuk pelintas 
darat aja untuk masuk dari Tachilek (border Thailand-Myanmar ) perlu permit 
seharga 100 USD dan harus diurus ke MTT (kementrian pariwisata Myanmar) sebulan 
sebelumnya, dan dari Tachilek juga jalan darat prohibited untuk umum, turis 
hanya diperkenankan melintas dengan terbang menuju Yangon dengan pesawat itupun 
jika sudah mendapat permit. 
 
ini dari wikitravel :
 
"
Tachileik / Mae Sai - foreigners can access this crossing from either side, and 
enter and/or exit either country here. As of March 2007, travel beyond Kengtung 
to the rest of Myanmar is not possible, even with a valid tourist visa. 
Travelers wishing to exit Myanmar at Tachileik can only do so with a permit 
from the MTT office in Yangon"
 
Untuk keluar lebih mustahil lagi :
 
1. Myanmar tidak punya perbatasan resmi dengan Bangladesh, kecuali mau coba 
curi2 yang mana berarti anda tidak punya cap keluar Myanmar dan cap masuk 
Bangladesh, trouble
 
" it is not currently feasible to independently cross the borders between 
Myanmar and Bangladesh"
 
2. border Myanmar dengan India hanya untuk pelintas lokal, bukan untuk turis. 
border ini terletak di Moreh/Imphal (India), ini pun trouble karena menuju 
Moreh pun anda perlu special permit dari MTT dan menuju Imphal (Manipur India) 
anda perlu special RAP (restricted area permit) yang harus diurus dari Foreign 
Registracy Office di Kolkata / Delhi. Pernah ada report bule yang melintas 
jalur legendary Burmese Road ini tapi mereka mengendarai kendaraan roda 4 dan 
DIKAWAL oleh pasukan bersenjata dari tentara Myanmar dan India karena jalur ini 
pun rawan (Manipur rawan pemberontakan)
 
"a land border crossing exists between India and Myanmar at Moreh/Tamu. While 
there have been confirmed reports of some travellers crossing into Myanmar from 
India, with their own transport as well as with permits arranged in advance, 
the general consensus is that obtaining all the necessary permits is very hard. 
At the least, a foreign (a person who is neither a citizen of India nor a 
citizen of Myanmar) will need to get a Indian permit to visit the state of 
Manipur, and an MTT permit to enter or leave Myanmar at Tamu. Travellers may 
also need a permit to travel from Tamu to Kalewa, although there are 
unconfirmed reports that this is no longer required."
 
Tapi Jika Resa mampu melakukannya tentu akan sangat membanggakan Indonesia . 
Ada pengendara moge dari Indonesia. Bapak JJ Ponalja melakukan touring dengan 
moge nya , walaupun dia gagal masuk Myanmar tapi dia berhasil masuk ke Bhutan 
(katanya pelintas darat dengan motor pertama dari asia yang berhasil masuk 
bhutan tanpa organised tour), pakistan,afganistan,dll
 
Thanks,
 
Rio


--- On Wed, 5/19/10, Resa Anasto <[email protected]> wrote:


From: Resa Anasto <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] La Pedrosa
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 19, 2010, 6:50 PM


  



Halo teman selamat pagi,
Saya ada rencana tahun depan berkeliling dengan motor ke India melalui 
Singapore-Malaysia-Thailand-Myanmar-Bangladesh-India, pertanyaannya:

1. Driving Licence international untuk motor dapat diurus di mana ya? Adakah 
temans yang memiliki pengalaman untuk mengurusnya? Di mana dan estimasi biaya 
berapakah?

2. Adakah sertifikasi untuk motor dari Indonesia saat akan melintasi 
negara-negara tersebut? Apakah semacam uji gas buang atau lainnya?

3. Saya rencana membawa motor tersebut dari BATAM ke Singapore, jika ada temans 
yang memiliki pengalaman, inikah jalur yang paling efisien?

Demikian temans IBP, terimakasih untuk sharing dan bantuannya.

Resa B. Anasto
-Jakarta-









      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke