Petualangan bisa dirasakan dari rumah cukup dg duduk depan TV atau lihat film, 
dg adanya audio visual yg bagus mantap rasanya didepan TV. Tapi itu semua orang 
lain, yg merasakan orang lain. Belajar yg afdol di kehidupan sesungguhnya ya 
mengalaminya sendiri, dari situ akan merasakan sensasi yg berbeda terhadap 
objek lain. Persepsinya bisa berbeda untuk setiap individu berbeda.  Bisa 
menimbulkan rasa dan pemahaman lain. Melihat tempat lain, budaya, bahasa, 
hubungan personal itu akan memperkaya batin mungkin juga bisa menterjemahkan 
dalam bentuk ciptaan lain, berkreasi, mencontoh dan mengaplikasikan. Hasilnya 
bisa saja diterapkan di dunia kerja atau malah bisa menghasilkan kerja? atau 
diterapkan ke diri kita sendiri. Malahan disebutkan perdagangan pada musim 
dingin Suku Qurais ke Yaman pada musim panas ke Syam, itu mengajarkan bahwa 
perjalanan itu sudah dari sononya. Bagi saya ambil positifnya bahwa perjalanan 
saya kemanapun adalah dalam rangka tadzabur
 alam. 

Apapun pastilah yg dicari manfaatnya( tidak hanya sekedar capek dr 
petualangan), sudah keluar biaya, tenaga, waktu, pikiran nggak dapat apa2 ya 
stop saja.
Salam
Zanni


________________________________



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke