Dear kawan-kawan Indobackpacker, Topik Free Seat Airasia yang sempat menghangat di ruang ini melahirkan beberapa pertanyaan baru. Gimana sih bisa tahu kalau ada promo Airasia ataupun budget lainnya? Emang ini beneran atau cuman strategi marketing doang?
Soal tips apa aja yang perlu diperhatikan saat memesan tiket di Airasia dan Free Seat bisa dilihat disini: Guidelines Memesan Tiket Murah Airasia: Freeseat dan Marketing Gimmick http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/message/32842 Lantas gimana kita mengetahui ada free seat atau program sale dari budget airlines ini? Ada beberapa cara dan tautan yang bisa dipergunakan untuk memantau kapan saatnya dibuka promosi tadi. 1. Berlangganan berita atau Newsletter lewat email Airasia menggunakan fasilitas yang disebut RedAlert Newsletter untuk berhubungan dengan kustomer/calon pembeli. Bentuknya adalah seperti flyer dengan beberapa program mereka. Untuk mendapatkan fasilitas ini harus terlebih dulu membuat akun ID di situs Airsia. Akun dibuat TIDAK MUSTI orang yang pernah/akan membooking tiket. Silakan menuju tautan ini:http://www.airasia.com/my/en/Redalertsignup.html Jika udah punya akun, tinggal menuju My Profile > Update Profile > Lihat di bagian *'Subscribe to Reda!ert' untuk berlangganan. Pilih Yes untuk "*Do you want to receive our newsletter?" Berita ini berbasis email, jadi hanya bisa dinikmati bagi pengguna email, dan bukannya web aktif (Catatan: Airasia sudah ada versi mobile.airasia.com). Metode ini paling efektif jika kita mempunyai email yang rajin dibuka ataupun di relay ke mobile/hape. Biasanya Airasia memberikan pre-review sebelum launching promo Free Seat bagi para RedAlert's sekitar 1-2 hari sebelumnya. 2. Membaca koran/majalah nasional khususnya edisi weekend atau kolom traveling. Walaupun Airasia dan budget airlines lainnya menggunakan strategi 'smart marketing' yakni lebih banyak menggunakan media online, tetapi ternyata untuk Indonesia mereka masih menggunakan metode lama yakni iklan di koran. Walaupun mungkin agak telat tetapi cukup membantu bagi siapa saja yang lagi mencari tiket murah. Kelemahannya sih, kadang iklan nongol ketika promo udah jalan beberapa hari. Sehingga beberapa destinasi favorit udah habis digarong orang lain. (Catatan: bagi independen traveler seperti kita ini, siap2lah bersaing dengan para travel agent yang memborong tiket dengan maksud resale atau repackaged). 3. Mengikuti di Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Ini tidak terlalu memakan upaya yang besar jika udah terbiasa menggunakan fasilitas jejaring sosial. Fungsi Twitter dan Facebook bagi budget airlines adalah memberikan 'Flash News' yang bersifat berita cepat, singkat dan padat. Untuk Airasia silakan dilihat tautan ini: http://www.facebook.com/AirAsia ataupun mengikuti via Twitter di http://twitter.com/airasiadotcom Beberapa publik figur Airasia juga bisa diikuti untuk melihat rencana kedepan mereka, misalnya: Azran Osman Rani CEO AirasiaX ( http://twitter.com/azranosmanrani) dan Tony Fernandes CEO Airaisia Berhad ( http://twitter.com/tonyfernandes). Jejaring sosial menurut saya cukup efektif, tetapi ada beberapa maskapai yang cenderung menggunakan salah satu atau sedikit (seperti JetBlue, TigerAirways, Jetstar) untuk mengupdate program promo mereka. AA dalam katagori cukup mapan, sedangkan beberapa maskapai Asia Pasifik masih beberapa saja. Misalnya: http://twitter.com/MAS http://twitter.com/tigerairwaysaus http://twitter.com/tigerairways http://twitter.com/garudaindonesia http://twitter.com/newmandala http://twitter.com/cebupacific5 http://twitter.com/bataviaair http://twitter.com/jetstarairways Disclaimer: Untuk memberikan netralitas, saya bukanlah travel agen atapun pegawe AA. Dalam hal ini saya tidak sepakat dengan strategi 'Free Seat' AA yang cenderung mislead. Saya pernah memaparkan, "Di Eropa, praktek Freeseat ini mendapat kritik pedas ketika Ryanair memasarkan strategi yang sama. Pihak Badan Pengontrol Iklan (Advertising Standard Authority) di Inggris akhirnya melarang iklan ini. AA sendiri memanfaatkan lemahnya kontrol pengawas media di Malaysia dan Asia khususnya untuk meloloskan Kampanye Freeseat ini." Saya juga menjelaskan, "bahwa praktek Freeseat tsb sudah dilarang di Eropa sejak November 2006 dan ditinggalkan di Australia. Gratis TIDAKSAMADENGAN murah." [Non-text portions of this message have been removed]
