Dari Milis Tetangga:

Semarak Kemilau Sulawesi 2010

PALU- Sebagai tuan rumah 
pelaksanaan Kemilau Sulawesi V tanggal 24-27 Juni 2010 mendatang, 
Pemerintah Provinsi Sulteng terus mematangkan persiapan. Kegiatan yang 
merupakan kegiatan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) 
Republik Indonesia itu, akan diikuti seluruh Kabupaten/Kota dari enam 
Provinsi di pulau Sulawesi yakni Sulteng, Sulut, Gorontalo, Sulbar, 
Sultra dan Sulsel. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 
Sulteng, Suaib Djafar mengatakan, program Kemilau Sulawesi itu merupakan 
program tahunan Kemenbudpar RI, yang digilir di enam provinsi di Pulau 
Sulawesi setiap tahun. 

Program tersebut pertama kalinya digelar 
di Kota Makassar Sulawesi Selatan, lalu Kemilau Sulawesi II digelar di Kota 
Manado Sulawesi Utara. Untuk 
Kemilau Sulawesi III digelar di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kemilau 
Sulawesi IV di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dan pada tahun ini 
Kemilau Sulawesi V, kebetulan Sulteng dipercayakan sebagai tuan rumah. 
Rencananya pada tahun depan, kegiatan Kemilau Sulawesi VI akan digelar 
di Mamuju, Sulawesi Barat. 

“Kita siap mensukseskan program ini, 
karena momentum ini merupakan sarana penting untuk mempromosikan Sulteng di 
tingkat regional, nasional maupun internasional,” jelas Suaib. 

Suaib mengatakan program Kemilau Sulawesi akan sangat menguntungkan bagi 
kemajuan dan perkembangan kepariwisataan di Sulteng, karena dipastikan 
akan mampu menarik wisatawan berkunjung ke Sulteng, baik wisatawan 
domestik maupun asing. 

Kegiatan yang rencananya akan dipusatkan 
di Lapangan Vatulemo itu, dengan maksud demi terjalinnya promosi terpadu 
regional Sulawesi, karena masing-masing provinsi dengan kabupaten dan 
kota, memiliki potensi wisata yang satu sama lainnya berbeda. 

Dia mencontohkan, Bunaken di Manado dan Togean di Touna, kedua objek wisata itu 
adalah wisata bahari, tapi 
masing-masing memiliki keunikan dan kekhasan yang tidak sama satu dengan yang 
lainnya. 

Suaib mengaku, melalui berbagai kegiatan termasuk Kemilau Sulawesi V tersebut, 
menandakan visi dan misi aman damai yang 
diusung oleh pasangan HB Paliudju dan H Achmad Yahya sudah terwujud, 
karena dengan kesan damai dan aman, menimbulkan kepercayaan publik untuk 
menggelar berbagai even berskala lokal, regional dan Nasional. “Kami 
yakin kedepan investasi wisata di Sulteng akan lebih meningkat,” 
tandasnya. 

Yang pasti lanjut Suaib, pihaknya berupaya maksimal 
untuk melakukan pergeseran wisata ke Pulau Sulawesi. Hal ini juga untuk 
mewujudkan kunjungan Indonesia 2010 dengan target 7 juta wisatawan 
mancanegara ke Indonesia. Untuk Sulteng sendiri, targetnya sekitar 5 
ribu sampai 6 ribu kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2010. “Itu baru 
wisatawan mancanegara, untuk wisatawan domestik akan lebih banyak lagi,” 
ungkapnya. 

Berbagai acara 
digelar adalam kegiatan ini, antara lain pameran pariwisata, pameran 
handicraft, gelar budaya dan pentas musik. 

Garuda Indonesia 
Turut Meriahkan

Penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Bandara 
Mutiara Palu pada awal Juli 2010 akan ikut memeriahkan Kemilau Sulawesi 
2010 yang digelar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. 

Penerbangan Garuda ini mempunyai arti penting dan strategis dalam pengembangan 
sektor kepariwisataan Sulteng, terutama setelah Garuda diizinkan untuk 
terbang kembali ke Eropa. "Pasar wisata kita di luar negeri paling besar dari 
Eropa. Jadi kalau Garuda terbang ke Palu, diyakini akan mampu 
menggenjot wisatawan asing ke daerah ini," ujarnya. 

Karena itu, 
pembukaan penerbangan Garuda ini sedang diupayakan bertepatan dengan 
Kemilau Sulawesi 2010, sehingga akan banyak wisatawan asing 
menyaksikannya. 

Kemilau Sulawesi V yang akan dibuka Menbudpar Jero Wacik ini akan dimeriahkan 
pula dengan parade 
budaya nusantara berkeliling Kota Palu. (*)

Informasi lebih 
lanjut, hubungi: 

indri novitasari: 0816786685, haris adtharin: 
08128385350



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke