Selamat siang Rahmat, Saya mau menceritakan pengalaman saya sewaktu backpack ke Kuala Lumpur & Melaka bulan Ramadhan tahun 2009 kemarin. Awalnya saya memang berniat untuk tidak jebol & itu berhasil saya lakukan, kalau sahur saya hanya makan roti & minum air mineral di dormitory room, sedangkan buka puasa pergi ke masjid jamik untuk berbuka puasa bersama, ada sajian khas penganan berbuka yang menjadi favorit di Malaysia selama bulan Ramadahan adalah bubur lambu, coba disana ya. Yang justru bingung justru teman-teman dormitory saya yang dari Argentina & Vietnam, mereka bingung karena ketika jalan bersama mereka saya tidak makan & minum, setelah saya jelaskan tentang arti & maksud puasa bagi seorang muslim barulah mereka mengerti. Di Kuala Lumpur maupun Melaka sama saja seperti di Jakarta selama bulan Ramadhan secara mereka terdiri dari etnis India & etnis Cina. Saran saya niatkan dulu untuk berpuasa selagi masih diberi kesempatan untuk melakukan, tapi kalau mengingat kondisi tubuh yang tidak memungkinkan berbuka saja daripada membahyakan tubuh secara rahmat dalam kondisi perjalanan.
Thanks James --- On Sat, 7/10/10, rahmat milanisti <[email protected]> wrote: From: rahmat milanisti <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Traveling while fasting To: [email protected] Date: Saturday, July 10, 2010, 9:32 AM Dear all,. Insya Allah bulan depan (Agustus) saya akan traveling ke negara-negara Asia Tenggara. Sebenarnya gak murni traveling sih soalnya dibeberapa tempat saya akan mengikuti conference dan melakukan kerja sosial. Akan tetapi, selebihnya saya harus bertahan dan menjadi backpacker. Negara yang akan saya kunjungi adalah Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Selama di Malaysia mungkin masih aman2 aja kali ya, tp masalahnya ketika nanti saya ke Kamboja dan Vietnma, itu pas bulan ramadhan dan saya akan disna selama hampir 3 minggu. Bener2 gak kebayang gimana harus memaksimalkan waktu yang ada buat jalan2 di kedua negara tersebut. Apalagi nanti saya akan jalan-jalan dari Saigon ke Hanoi naik kereta api selama 2 hari. Sedikit ada kekhawatiran juga sih bakal bisa bertahan dengan berpuasa sambil traveling ato tidak. Tp saya udah niatkan untuk tetep bepuasa dan tetap berpetualang. Semoga saja semuanya baik2 saja. Dari rekan2 sekalian, adakah yang pernah traveling pas puasa?? ada tips untuk ttp sehat, bugar, dan survive saat traveling sambil puasa?? Mohon dishare pengalamannya :) Salam, Rahmat Milanisti [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
