*Seren Taun di Kampung Adat Ciptagelar (gn.Halimun - Sukabumi) 2010* Pada tahun ini dilaksanakan mulai 29 Juli - 1 Agustus 2010. Kampung Ciptagelar terkenal karena upacara adat Seren Taun, yang digelar masyarakat adat Banten Kidul sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan panen. Setiap tahun, biasanya seremoni itu diselenggarakan satu kali, sekitar bulan Agustus.
Karena Seren Taun, Ciptagelar menjadi salah satu tujuan wisata budaya dan ekologi yang paling menarik di Jawa Barat. Tapi, daya tarik Ciptagelar bukan hanya Seren Taun. Salah satu dari delapan kampung adat di Jawa Barat ini punya banyak pesona yang lain. Sebagai pusat Kasepuhan Banten Kidul dan berada di ketinggian sekitar 1200 meter dari permukaan laut, secara administratif Ciptagelar termasuk Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Yang disebut komunitas adat Banten Kidul sendiri luas wilayahnya tak main-main. Mulai dari Sukabumi, Bogor, hingga Pandeglang. Abah Anom, Ketua Adat Kasepuhan Banten Kidul, tinggal di Cipagelar. Ke sanalah warga adat Banten Kidul mengambil acuan hidup sebagai masyarakat agraris. Di Ciptagelar bisa disaksikan kehidupan masyarakat yang bergulat mencapai kemajuan sekaligus menjaga kelestarian alam dan tanah ulayat mereka. Ini bukan hal yang mudah. Soal pembangunan fisik di Ciptagelar belakangan ini memang menimbulkan kontroversi. Maklum, kampung ini bersinggungan dengan kawasan konservasi yaitu Taman Nasional Gunung Halimun. Sebagai misal, pembangunan jalan secara swadaya oleh masyarakatdari Ciptarasa ke Ciptagelar, diprotes oleh sebagian pihak luar. Dianggap merusak hutan. Meski demikian, seperti kata Abah, masyarakat Ciptagelar tak bermaksud serampangan membabat hutan. Hanya sesuai kebutuhan. Bagaimanapun mereka punya kearifan tradisional untuk melestarikan alam. Kalau merusak hutan, dari mana mengairi sawah. Lalu dari mana kami makan jika sawah kekeringan. Buat kami, merusak hutan sama saja bunuh diri, katanya suatu kali. **** Kampung ini terbaring di sebuah lembah kecil di tengah-tengah perbukitan terjal. Ada ratusan rumah penduduk di sana. Bentukan rumah, juga lokasinya, sangat khas. Lumbung padi ada di banyak titik, menandakan pertanian padi adalah hal yang utama dalam kehidupan masyarakat setempat. Tadinya, bukan di sini Abah Anom menetap. Melainkan di Kampung Ciptarasabeberapa kilometer jauhnya. Baru pada tahun 2001 si Abah beserta baris kolot (para pemuka adat) boyongan ke Ciptagelar setelah mendapat wangsit. Pusat kasepuhan pun ikut hijrah. Ciptagelar berarti pasrah atau terbuka. Yang disebut pusat kampung adalah lapangan mirip alun-alun kecil yang dikelilingi oleh beberapa bangunan. Di sana ada balai pertemuan, imah gede atau kediaman Kepala Adat Abah Anom, serta lumbung padi pusaka yang dinamai Si Jimat. Mengingat letaknya yang di tengah-tengah perbukitan dan terpecil, tak heran jika akses masuk ke Ciptagelar jauh dari kata mudah. Namun hal itu justru menjadi daya tarik lain bagi yang menyukai aroma petualangan. Untuk mencapai Ciptagelar, rute terpopuler dari Pelabuhan Ratu. Ambil jalan di pesisir selatan yang ke arah Cikotok, lalu belok ke kanan di persimpangan Cicadas. Jika naik angkutan umum berupa colt, ongkosnya Rp5.000. Dari Pelabuhan Ratu ke Cicadas makan waktu sekitar 90 menit. Nah, jika sudah tiba di Cicadas, barulah perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Dengan mobil jip, perjalanan akan melintasi jalanan berbatu. Sungguh, bagi yang tidak biasa, perjalanan ini akan jauh dari kata nyaman. Jalanan yang dimaksud sebenarnya sulit disebut jalan. Selain belum diaspal, berbatu, rusak berat dan penuh lubang, tanjakan atau turunannya pun tidak kira-kira curamnya. Hati-hati wajib hukumnya! Untung saja pemandangan selama perjalanan sangat indah. Melegakan mata dan menghibur hati. Tak pelak, perjalanan pun terasa khas sebagai sebuah petualangan. Selain jip, rute berat itu bisa pula ditempuh dengan ojek motor. Namun jangan kaget apabila ongkosnya cukup mahal, mencapai Rp25.000. Ke Ciptagelar dari Cicadas juga memakan waktu sekitar satu setengah jam. Bagaimana jika tak mau lewat Cicadas? Ada alternatif lain lewat Parung Kuda dan lalu Pamengpeuk. Dari Jakarta atau Bogor, titik Parung Kuda dicapai dengan melintasi jalan menuju arah Sukabumi. Dari situ perjalanan dilanjutkan dengan colt menuju Terminal Cipeteuy, bertarif Rp5.000. Kemudian, untuk menuju Ciptagelar dapat berjalan kaki atau naik ojek. ***** Jika kita mengunjungi Ciptagelar bertepatan dengan penyelenggaraan Seren Taun, tentu banyak yang bisa dilihat. Misalnya prosesi iring-iringan pembawa padi yang kemudian akan dimasukkan ke dalam Si Jimat dan prosesi doanya. Juga tari dan kesenian seperti dog-dog lojor, debus, calung, rengkong, serta jipeng. Pawai ini panjangnya lebih dari satu kilometer. Acara puncak biasanya pada Minggu pagi, namun rangkaian acara pendukung sudah digelar sejak Jumat malam. Sebutlah misalnya pameran hasil bumi, aneka pertunjukan seperti wayang golek, dan panggung hiburan. Apabila kita datang bukan di saat penyelenggaraan Seren Taun, jangan khawatir. Penyambutan akan sama hangatnya. Boleh jadi justru lebih enak karena kita benar-benar leluasa berbaur dengan kehidupan masyarakat setempat. Maklum, hari biasa tentu lebih sepi. Di samping melihat alam yang indah, kita bisa menyaksikan aktivitas sehari-hari masyarakat Ciptagelar seperti menanam padi dan berkebun. Mau jalan-jalan di pematang sawah sambil menghirup udara segar? Boleh saja. Bagi yang suka trekking, melintasi jalan setapak di tengah hutan pun silakan. Kalau perlu sampai tembus ke Ciptarasa. Di tempat ini hutan dibagi ke dalam tiga jenis. Yang pertama hutan primer yang biasa disebut Leuweng kolot. Lalu ada Leuweng titipan alias hutan keramatpemanfataannya harus seizin Abah. Terakhir, Leuweng sumpalan (hutan bukaan) yang boleh dibuka untuk kebutuhan warga kasepuhan. Berwisata seperti ini jenisnya disebut ecotourism alias wisata ekologi. Alam beserta segala isinya, lingkungan, serta kehidupan tradisional di tempat tujuan menjadi daya tarik utama. Jadi tidak seperti wisata konvensional yang identik dengan fasilitas akomodasi nyaman, transportasi ber-AC, dan makanan dengan menu mewah. Di Dunia Barat, wisata ekologi berkembang sejak 20-30 tahun lalu. Masyarakat yang bosan terhadap wisata konvensional beralih ke jenis wisata yang menawarkan kedekatan dengan alam dan penduduk setempat, serta bernuansa petualangan. Negara dunia ketika seperti Kenya, Nepal, atau Peru menghasilkan banyak devisa dari wisata semacam ini. Di Indonesia, jenis wisata ekologi mulai berkembang lima sampai sepuluh tahun lalu. Dewasa ini paket-paket wisata ekologi semakin banyak ditawarkan dan diminati. Nah, buat yang suka melihat dan berbaur dengan masyarakat adat, agaknya Kampung Ciptagelar menjadi tujuan yang menarik. link http://alamhalimun.co.cc/kegiatan-adat/seren-taun-pelestarian-adat-dan-budaya-leluhur.html#more-287 -- ~~~~~~~~~ take only pictures, leave only bubbles..!!! Save our "Coral Triangle"... ^^ b[L]ackpacker-Indonesia [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Kunjungi website IBP: http://www.indobackpacker.com Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja. Cara mengatur keanggotaan di milis ini: Mengirim email ke grup: [email protected] (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected] Satu email perhari: [email protected] No-email/web only: [email protected] Berhenti dari milist kirim email kosong: [email protected] Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
