Penerbangan memakan waktu 2 jam 40 menit. Beberapa saat sebelum mendarat 
pesawat melintasi beberapa pulau yang terlihat menarik dari ketinggian.Saya gak 
tahu nama-nama pulau tersebut.

Pesawat mendarat dengan smooth dan parkir disalah satu sisi terminal. Disisi 
lain terlihat beberapa pesawat ukuran kecil berpenumpang 4 atau 6 orang. 
Mungkin pesawat pribadi atau pesawat reguler untuk penerbangan ke pulau-pulau 
lainnya disekitaran laut Andaman ini.
Penumpang segera keluar dari pesawat dan kemudian mengantri di depat loket 
imigrasi. Jalur loket dibagi dua, ada loket biasa dan ada jalur untuk visitor 
yang membawa keluarga dan anak-anak. Lumayan lama ngantri disana. Setiap orang 
yang diperiksa paspornya harus berdiri di depan sebuah kamera yang terletak di 
depan loket, mungkin maksudnya untuk di foto dan dicocokan wajahnya dengan foto 
di paspor. 
Ketika lepas dari pemeriksaan imigrasi para penumpang segera mengambil 
bagasinya dan sewaktu keluar tidak lupa mengambil brosur2 yang beberapa 
diantaranya sudah tersedia dalam bentuk kantong yang berisi beberapa macam 
brosur. Begitupun saya setelah menyambar beberapa brosur kemudian mendekati 
sebuah booth kartu perdana yang tampak rame dikerubuti para penumpang yang 
kebanyakan dari Indonesia. Ternyata provider kartu tersebut sedang membagikan 
kartu perdana gratis kepada setiap penumpang yang berminat, promosinya dengan 
kartu itu kita akan lebih hemat biaya kalau mau melakukan pembicaraan ke negara 
asal, begitu juga bila mau sms-an. Nama providernya adalah TRUE. Namun kartu 
perdana ini belum berisi pulsa, jadi harus di top up dulu kalau mau dipake. 
Kalau mau isi disana kita bisa top up dengan harga minimal 100 bath, tapi kalau 
mau top up di tempat lain yaitu disemua jaringan 7 eleven maka minimum top up 
nya adalah 300 bath, tentu saja saya milih top up
 di both ini. Kami di layani beberapa SPG dan dua orang SPB yang cara 
berbicaranya agak melambai juga :)
Kelar dari sana ruang kedatangan telah sepi karena saya penumpang terakhir yang 
baru selesai dengan urusan kartu-kartu an ini.  Phuket International Airport 
memang tidak begitu besar seperti Soeta Airport, ya mirip2 airport2 di daerah 
lah. Jadi ramenya hanya ketika ada kedatangan penerbangan. Sekeluar dari 
terminal seperti petunjuk dari milis milis yang saya baca maka saya segera 
berbelok arah kanan dari pintu keluar untuk mendapatkan loket taximeter. Benar 
saja di sana ada semacam loket dengan tulisan besar di depan mejanya 
menginformasikan biaya pesan kendaraan ke tempat tujuan.  
Yang tertulis kira2 sbb : 
Taxi    600 bath,
 Van  Patong  150 bath
          Karon    200 Bath
          Phuket Town  100 Bath
         dll. 

Saya memesan pemberangkatan dengan van dan membayar sebanyak 150 bath. Si 
petugas memberikan secarik kertas sebagai tiket dan mempersilahkan saya untuk 
menunggu di ujung terminal dimana tampak jejeran beberapa mobil van parkir di 
depan sebuah kantor cabang Bank Thailand. 
Walaupun van sudah tersedia namun karena penumpang belum mencukupi 10 orang 
sesuai dengan kapasitas kursinya maka kita harus menunggu di luar sambil 
berdiri ( memang ga disediakan kursi buat menunggu disana, cuman tersedia 
semacam pagar untuk nyender doang ). Cukup lama saya disana karena pas saya 
mesan ternyata saya merupakan penumpang terakhir yang datang sehingga 
sepertinya saya harus menunggu penumpang lainnya yang berasal dari penerbangan 
berikutnya yang akan mendarat.
Dari sini sudah mulai saya sadari bahwa perawakan orang Indonesia tidak bisa 
dibedakan langsung dengan orang Thailand, kecuali dengan bahasanya. Beberapa 
calo pertama kali mencoba menyapa dengan bahasa Thai, tapi karena melihat saya 
bengang bengong akhirnya ketahuan kalau saya bukan orang Thai. Calo2 disana 
juga membawa karton bertuliskan harga2 taxi mereka, rata2 menawarkan 600 bath, 
tapi sebenarnya ini bisa ditawar, kecuali yang van ini, harga untuk van sudah 
fix 150 bath, bahkan kalau tujuannya lebih jauh biaya bisa bertambah. Namun 
kalau menggunakan van ini kita harus menunggu ke 10 seat terisi penuh dulu baru 
bisa jalan dan diantar langsung ke hotel atau rumah masing2. 
Selain taxi dan van pilihan transportasi lainnya bisa menggunakan bus bandara 
dengan tujuan Phuket town, nanti kita akan diturunkan di terminal bis. Biayanya 
hanya 85 bath. Dari sana bisa menaiki bis lainnya sesuai tujuan kita. Saya 
sendiri tujuannya adalah pantai Patong. 
Di phuket sendiri banyak sekali pantai pantai yang menjadi spot wisata. Pantai 
- pantainya terkenal indah dan didukung infrastruktur yang bagus. Hotel dan 
hostel bertaburan di sepanjang pantai. Pantai-Pantai yang terkenal itu selain 
Patong Beach sebagai pusat turisme yang happening, antara lain ada pantai 
Kemala, Pantai karon, Pantai Kata, Pantai Rawai, Pantai Chalong. dll

Setelah lama menunggu sampai pegal berdiri akhirnya van kami pun berangkat, 
isinya satu orang melayu alias saya sendiri, satu orang thai ( dua orang sama 
sopir), dan sisanya bule2 dari berbagai negara.

Sepanjang perjalanan saya melihat daerah Phuket ini sangat mirip dengan wilayah 
di Indonesia, Semuanya, baik orangnya, daerahnya,bangunannya, toko-tokonya 
sehingga kita akan merasa sedang di salah satu daerah di Indonesia. Yang 
membuat beda dan menyadarkan kita bahwa kita bukan di Indonesia hanyalah 
tulisan tulisan cacing/palawa di setiap tempat. 

Sepanjang perjalanan para bule itu sibuk ngobrol membicarakan tempat tujuan dan 
aktivitas mereka nanti di Phuket dan Patong. Beberapa saat kemudian sopir 
memberhentikan mobil di sebuah trravel agent. Kami diminta turun disana dan 
menyerahkan tiket ke petugas travel agent di dalam. Ini merupakan trik mereka 
dan sudah merupakan SOP transportasi dari bandara ke tempat tujuan. Didalam 
kita akan ditawari penginapan dan berbagai macam jenis tour. Dan ternyata bule2 
teman seperjalanan saya itu sudah jago dalam menolak dengan halus tawaran 2 
itu. Saya sendiri karena ga gitu ahli jadi terlibat pembicaraan panjang dengan 
salah seorang petugas di sana karena dia terlihat ngotot menawarkan paket 
tournya . Namun karena harganya belum cocok akhirnya saya diperbolehkan kembali 
ke van dan kembali saya menjadi orang terakhir yang masuk ke van itu.

Tujuan saya di pantai Patong adalah Lamai Guesthouse yang sudah  di booking 
dari Indonesia. Dan pada suatu tempat sopir menurunkan saya dan menunjuk sebuah 
gedung yang menurutnya adalah tempat penginapan saya itu. Ketika van sudah 
berangkat dan saya memasuki lobby hotel ternyata hotel itu bernama Lamai 
Apartment. Sama sama bernama Lamai tapi yang pasti itu bukan penginapan yang 
saya booking dan sudah bayar penuh itu. FO menunjukan saya tempat yang 
sebenarnya melalui peta yang ada di meja, dan itu cukup jauh.  Diantara 
kebingungan si FO menawarkan saya untuk mengantarkan ke Lamai Guesthouse dan 
itu free.. ah tengkiu banget.

Untuk cerita lengkap bisa kunjungi  
http://jalanjalanhemat.multiply.com/journal/item/30



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke