Halo Andre, Tadinya Shangri-La adalah salah satu tujuan saya backpacking ke China tahun ini. Nama asli kota Shangri La adalah Zhongdian, diganti karena pemerintah China ingin menarik sebanyak mungkin wisatawan kesini. Bisa diakses lewat Kunming kemudian ambil bis atau pesawat.
Zhongdian (orang lokal masih memanggil begini) sebenarnya adalah kota kecil di pegunungan Yunnan yang mempunyai keterkaitan dengan Budhist Tibet. Suku-suku yang tinggal disini adalah masih berdekatan dengan Tibet ketimbang dengan etnis Han, China. Perubahan nama ini dilakukan sejak tahun 2000 karena adanya daya tarik terbesar disini yakni Biara Budha Gandan Sumtseling. Shangri-La sebenarnya adalah tempat fiksi karangan novelist James Hilton tahun 1930an (saya lagi baca nih!). Konsep tempat yang indah, tidak ada peperangan, tidak ada penderitaan dan manusia bisa hidup hingga 200tahun. Walau tempat sempurna ini dalam masyarakat Tibet disebut sebagai Shambala, tetapi dalam khasanah modern/barat menjadi Shangri La. Saya baca artikel Mark Jenkins di National Geographic tentang Zhongdian ini. Agak miris juga karena derasnya turis for the sake of marketing purposes. Tercatat 3 juta pengunjung kesana, dan 90% pengunjung adalah dari China. (Angka yang hampir sama dengan Lhasa di Tibet). http://ngm.nationalgeographic.com/2009/05/parallel-rivers/jenkins-text Saya putuskan untuk melewatkan saja Shangri-La. Tips: Google aja Zhongdian, Shangrila pasti ketemu di wiki atau wikitravel Salam, Ambar --- In [email protected], adechandra...@... wrote: > > Selamat pagi rekans semua!!!! > > Saya dapat info bahwa china selatan mempunyai kawasan yg sangat indah > diskitar propinsi Yunnan sd ke Tibet, malah ada yg menginfokan ada sebuah > tempat yg menjadi "surga" bagi para backpacker yaitu "Shangrilla", apakah > temen2 ada info mengenai sekitar daerah tsb? Akomodasi nya? > > Thanks sebelumnya > Sent from my BlackBerry0 3 smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! >
