Salam kenal,

Sangat menarik catatan perjalanan ini, lain kali saya juga akan mencoba. 

Oiya, sepanjang pengalaman saya dengan bus bandung - merak. Saya lebih nyaman 
menggunakan Laju Prima karena bus tersebut menggunakan mesin Mercedes plus 
Karoseri Adiputro yang memang terkenal nyaman sehingga banyak dipakai oleh 
perusahaan bus cepat / bus malam. Bangku nya yang lebih lebar serta jarak antar 
bangku yg lebih panjang plus footrest membuat saya bisa tidur dengan nyenyak. 
Kemudian, Waktu tempuh antara bandung - merak dan merak - bandung memang 
seringkali berbeda. Karena kalau dari bandung, bus sudah penuh oleh penumpang, 
jadi bus keluar dari terminal langsung masuk tol dan keluar di 
serang-cilegon-merak. Sedangkan bus dari Merak ke bandung biasanya masih kosong 
ketika keluar dari terminal merak, jadi mereka harus cari penumpang dulu di 
cilegon dan serang.

Thx

Salam,
Aziiz  
Follow me : www.twitter.com/alaziiz
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "weilin_yohana" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 12 Aug 2010 01:47:24 
To: <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Krakatau dan Way Kambas (diganti Mutun!)

Dear all, 
Sorry nih, kami baru tulis pengalaman kami, 26-30 July ybs, sewaktu kami pergi 
ke Krakatau. Kami sekeluarga 3 orang (2 dewasa, saya dan suami, serta anak 
cowoq kami yang berumur 10 thn). Ini perjalanan yang sudah kami rencanakan 
sejak setahun yang lalu, the dream comes true!

26 July:
- Setelah planning dan searching pengalaman berbagai orang, kami berangkat jam 
9 malam melalui Terminal Leuwipanjang (Bandung). Setahu kami bis yang bagus 
adalah Arimbi, tapi ternyata sudah penuh, bis berikutnya bukan Arimbi. Semula 
agak ragu untuk naik, tetapi daripada nganggur di terminal, kami putuskan untuk 
naik. Harga karcis Rp.50rb. Bis ini (Kalau gak salah Putra Jaya, waktu itu 
catatan saya keselip jadi tidak catat secara detil) ternyata lumayan cepat, 
Cuma 4 jam kami sudah sampai di Merak, tapi kursinya agak keras, jadi leher 
saya agak sakit, walau demikian kami bisa tidur cukup lama di bis. 

27 July 
- dini hari jam 1 an tiba di Merak, langsung beli karcis kapal ekonomi (dewasa 
Rp.10rb, anak Rp.6rb), kami dapat kapal Jemla. Kapal ini peraturannya tidak 
ketat, asal tidak penuh, kita bisa masuk ke ruang AC tanpa perlu membayar 
karcis tambahan. Kursinya keras dan dingin, tapi suasana tenang sehingga kami 
bisa beristirahat cukup (bandingkan dengan Jatra II dalam perjalanan pulang 
kami di bawah!)
- tiba di Bakauheni sekitar jam 5 an. Semula mau naik bis besar yang menuju 
Bandar Lampung, turun Kalianda(@Rp22rb). Akhirnya memutuskan untuk carter 
angkot (Rp.150ribu), supaya bisa lebih cepat sampai tidak perlu berputar-putar. 
- Tiba di Canti jam 6:30 an. Ada sebuah warung yang terletak di sebelah dok 
pelabuhan. Pemiliknya Pak Ismail (hp 081279175347). Bersama istri dan iparnya 
mengelola warung nasi. Mereka sangat ramah, dan memberi informasi bahwa kapal 
menuju P. Sebesi akan tiba sekitar jam 11 an. Di sini kami baru sadar bahwa 
dalam sehari hanya ada satu kapal yang datang dari P. Sebesi, membawa petani 
yang hendak menjual hasil pertanian mereka (kopra, pisang, kakao) dan mau 
membeli berbagai keperluan di Pasar Kalianda. Jadi kapal akan menunggu mereka, 
dan balik ke Sebesi sekitar pukul 13.00! Parahnya lagi, karena hari itu hujan, 
mereka telat, sekitar jam 11 baru tiba di Canti, dan akhirnya kami berangkat 
sekitar pukul 14.30 an! Untunglah suasana di sana juga cukup menghibur, kami 
bisa memandang laut lepas. Apalagi pak Ismail dan keluarga cukup ramah. 
- Sewaktu naik kapal berkenalan dengan Pak Chandra (pemilik kapal) yang juga 
sangat ramah. Sebenarnya kalau kita mau mencarter kapal (kapal beliau bisa muat 
s/d 40 orang, sekitar 1.8 juta Rp. bahkan tidur di rumah penduduk, bisa kontak 
Pak Chandra (hp: 081369686243). Kami sendiri sudah pesen kamar di Indonesian 
Travel Board.
- Perjalanan agak menegangkan, karena hari itu hujan angin, maka ombak besar 
(menurut kami), tetapi kapten kapal menenangkan bahwa itu masih termasuk ombak 
kecil!
- Sebelum ke Sebesi, kapal mampir di P. Sebuku, menurunkan para petani yang 
tinggal di sana. Surprise! Sebuku tidak memiliki pelabuhan, jadi kapal merapat 
ke pantai, dan para petani mengangkut barang-barang miliknya, terjun ke air 
setinggi kurang lebih selutut. 
- Akhirnya sekitar jam 5 kami merapat di Sebesi. Diantar oleh Pak Chandra ke 
penginapan Indonesian Tourism Board (ITB) di pinggir pantai yang dikelola oleh 
Pak Hayun (HP. 08187013757). Kamarnya kecil, dengan kamar mandi di dalam, ada 
dua ruangan. Listrik di sini hanya ada dari jam 18:00 s/d 24.00. Penginapan ITB 
memiliki generator, sehingga di sini kita bisa menikmati listrik s/d jam 6 
pagi. Istri Pak Hayun bisa memasakkan makanan bagi kita dengan biaya 
Rp.10rb/org. 
- Setelah membereskan barang-barang diantar jalan-jalan berkeliling sebagian P. 
Sebesi. Ternyata di sini ada sekitar 4000 penduduk, dan memiliki sekolah sampai 
jenjang SMA, bahkan hendak dicoba mendirikan universitas. 
- Kami memutuskan kalau besok cuaca tetap buruk, kami tidak pergi ke Krakatau, 
hanya berenang di pantai sekitar Sebesi. 
- 19:30, karena super lelah, kami semua tidur pulas!

28 July
- Bangun jam 8.30, langsung melongok keluar, Puji Tuhan! Cuaca baik sekali. 
Jadi kami memutuskan untuk menyewa perahu jukung yang bisa memuat 5 orang. 
Memutuskan tidak memanjat sampai ke dekat kawah, sehingga tidak perlu ditemani 
ranger (biaya ranger Rp.200rb)
- Memesan kelapa muda pada Pak Hayun, dan dijawab bahwa setelah kami pulang 
dari Krakatau baru bisa dapatkan, karena ia harus mencari seorang anak untuk 
memanjat pohon kelapa dan memetiknya! Fresh from the tree!
- Sekitar jam 9 berangkat ke Krakatau! The dream comes true! 
- Berenang di sekitar Anak Krakatau. Saat itu tidak terlalu aktif, hanya 
menyemburkan uap panas. 
- Pulang dari sana sempat melihat terumbu karang yang indah dan buesarrr!
- Jam 5 sore, tiba kembali di Sebesi, makan kelapa muda yang tadi pagi kami 
pesan, sekalian memesan makan malam pada Ibu Hayun. 
- Jam 19.30 tidur!

29 July
- Jam 5 sudah bangun, rencana setelah beres-beres barang, berenang sebentar di 
Pantai. 
- Ternyata kami tidur lagi sampai jam 6 (kapal berangkat jam 7), jadi akhirnya 
setelah beres-beres, hanya bisa berjalan-jalan di pantai. 
- Dalam perjalanan, banyak sekali kopra, kakao dan pisang yang diangkut hari 
itu! Saya sendiri menikmati naik kapal ini dan berbincang dengan penduduk 
setempat. Tetapi saran saya kalau memang mau naik kapal ini, sebaiknya membawa 
alas duduk plastic, supaya pakaian tidak kotor. Celana jeans saya terkena 
semacam getah kuning di beberapa tempat, yang setiba di Bandar Lampung langsung 
saya rendam dengan deterjen dan disikat setengah mati, untung bisa hilang. 
- Setiba di Canti, makan dulu di warung pak Ismail, kemudian bersama Pak Hayun 
dan dua motor ojeg (@ Rp.15rb, pergi ke suatu tempat bernama Fajar, di mana 
kami bisa naik travel (kami bertiga 2 dewasa dan 1 anak Rp.70rb), menuju Bandar 
Lampung, di mana kami hendak mengunjungi teman kami di sana, dan berencana ke 
Way Kambas. 
- Jam 11:30 tiba di Jl. WR. Supratman menemui teman kami, lalu makan siang 
bersama. 
- Kami bermalam di tempat teman. Surprise! Kami makan malam dengan aneka 
hidangan laut! Nyam¡­ nyam¡­.

30 July
- Jam 8 berangkat ke Way Kambas. Sebenarnya agak ragu, karena dari internet 
tidak mendapat gambaran yang jelas bagaimana bisa mencapai tempat tersebut 
dengan kendaraan umum. Tapi kalau bisa ke Krakatau masakan tidak bisa ke Way 
Kambas? Itu tekad kami. 
- Rute yang kami tempuh: Rumah ¨C  terminal rajabasa (2 kali angkot) ¨C metro 
(naik bus) ¨C Way Kambas. 
- Sampai jam 11, kami masih 45 km dari Way Kambas. Ketika kami Tanya supir bus, 
apakah dalam waktu setengah jam bisa sampai, beliau menjawab: ¡°paling cepat 
satu setengah jam¡±! 45 km selama satu setengah jam! 
- Kami membuat perhitungan:
* Karena kami berencana Sabtu sudah sampai di Bandung: kalau tetap ke Way 
Kambas, berarti sekitar jam 13 baru tiba, mungkin lebih. Kemungkinan harus 
bermalam, besoknya (Sabtu siang) baru bisa kembali ke Bandar Lampung, hari 
Minggu siang baru bisa sampai di Bandung. Oleh karena kami berdua mempunyai 
tugas di gereja, maka kami harus menelpon teman-teman di Bandung untuk 
menggantikan tugas kami. 
*  Segera balik ke Bandar Lampung dan pergi ke Pantai Mutun, malam hari naik 
bus ke Bakauheni, untuk kembali ke Bandung sesuai rencana semula. 
- Setelah berpikir sejenak kami memutuskan untuk mengambil keputusan ke dua. 
Cukup kecewa juga, karena kami beranggapan Krakatau lebih terpencil, tapi 
ternyata lebih mudah di capai! Perjalanan ke Way Kambas ini telah memakan biaya 
sebesar Rp.80.000!
- Jadi kami kontak teman-teman untuk siap-siap ke Pantai Mutun. 
- Dalam perjalanan pulang, kami makan siang di sebuah cafeteria, lalu langsung 
menjemput teman-teman yang mau ke Mutun bersama kami. 
- Sewa angkot ke Mutun RP.100rb, di sana ada karcis masuk @ Rp.5000, mobil 
Rp.10rb. 
- Di sana cukup menyenangkan, kami naik kapal, ongkos @Rp.10rb. Di sana 
berenang dan makan kelapa muda (Lagi!)
- Jam 17 kami berangkat pulang, tiba di rumah langsung berberes barang, 
pamitan, dan berangkat ke Rajabasa. 
- Terjadi kejadian yang cukup menegangkan. Supir angkot kami sepertinya 
ditawarkan minuman super keras oleh temannya di suatu setopan. Setelah 
menenggak minuman tersebut dia jadi beringas, serampangan mengemudi ¡­ tetapi 
akhirnya kami bisa sampai dengan selamat di Rajabasa!
- Dari Rajabasa ke Bakauheni mencoba naik bus non-AC (Rp.17rb). Wah¡­ cukup 
pengap (karena jendela yang terbuka hanya bagian atas), dan sempit. Tapi 
bolehlah. Supirnya juga menjalankan mobil dengan cukup baik. 
- Jam 00:30 tiba di Bakauheni, beli karcis dan mendapat Jatra II. Semula cukup 
senang karena ruang AC di kapal ini tempat duduknya seperti sofa! Walaupun 
ternyata harus menambah Rp.6000/org dewasa untuk fasilitas ini, dengan harapan 
dapat beristirahat dengan baik, kami setujui. Sesaat setelah kami bayar karcis 
¡­ dimulai pertunjukkan nyanyi dangdut! Saya bukan anti dangdut, malahan 
menurut saya kualitas suara mereka cukup bagus, boleh juga daftar Indonesia 
Mencari Bakat ¡­ MASALAHNYA KAMI INGIN ISTIRAHAT! Pertunjukkan terus 
berlangsung sampai kapal merapat jam 4:30! Cukup membuat kami keki, apalagi 
anjuran kepada pegawai kapal untuk mengecilkan suara diiyakan saja tanpa 
dijalankan, dengan alasan pemain musiknya tidak mau mengecilkan! Kami tidak 
langsung protes ke pemain music, karena banyak juga penumpang yang rupanya 
menggemari pertunjukkan tersebut. Yah¡­ apa boleh buat, akhirnya suami saya 
menjaga barang-barang, sedangkan saya dan anak naik ke dek atas. Kasihan juga 
Josiah, sudah lelah, gak bisa tidur, sampai akhirnya dia masuk lagi ke ruang 
duduk, dan di tengah hinggar binger music itu, dia tertidur¡­.
- Di Merak kami mendapat bis Arimbi, yang memang ingin juga kami rasakan. 
Kursinya lebih empuk, sehingga tubuh lebih nyaman, tetapi jarak antar bangku 
lebih sempit. Selain itu¡­ rutenya ternyata berputar-putar! Kalau waktu 
berangkat hanya 4 jam perjalanan, perjalanan pulang mencapai 6 jam! Jadi kalau 
mau memilih, mungkin bisa dipikirkan mau cepat, atau mau duduknya enak! Oh ya, 
WC Arimbi juga lebih keren, karena ada pintu kaca pembatas ke tempat duduk 
penumpang, sehingga hawa tak sedap tidak berkeliaran di bagian penumpang. 

Begitulah perjalanan kami. Ini untuk pertamakali kami bertualang dengan pergi 
ke suatu tempat sendiri, dan dengan cara termurah! Capek, tapi menyenangkan dan 
mungkin akan kami ulangi dengan ke Aceh tahun depan!

Yohana and fam





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Kunjungi website IBP:
http://www.indobackpacker.com 

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja. 

Cara mengatur keanggotaan di milis ini:

Mengirim email ke grup: [email protected] (moderasi penuh)
Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected]
Satu email perhari: [email protected]
No-email/web only: [email protected]
Berhenti dari milist kirim email kosong: 
[email protected]
Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: 
[email protected]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke