Temans, Meskipun saya belum pernah ke Blora selain hanya melintasi karena pulang dari Jawa Timur waktu masih remaja, tapi saya lumayan familier dengan beberapa cerita dari kawasan Blora. Khususnya komunitas Samin dan ajaran2nya yang sudah sering saya dengar sejak kecil, walau belum pernah ketemu secara langsung.
Bagi pecinta budaya atau traveling yang berhubungan dengan komunitas masyarakat yang memiliki budaya khas tertentu rasanya sayang kalau gak mampir ke daerah Wong Samin ini yang tersebar pertamakali di daerah Klopoduwur, Blora. Bebarapa ajaran yang saya dengar secara turun temurun dari orang2 tua dan yg paling saya ingat adalah kejujuran mereka. Saking jujurnya jika menerima tamu dan tamu tersebut ditanya mau minum atau makan apa? Dan jika jawaban tamu adalah basa basi dan pura2 menolak tawaran tersebut ya benar2 tidak disuguhi apa2 hehe... Info lengkap tentang Samin dan ajarannya bisa dibaca antara lain di http://id.wikipedia.org/wiki/Ajaran_Samin yg beberapa cuplikannya adalah: Pengikut ajaran Samin mempunyai lima ajaran: tidak bersekolah,tidak memakai peci, tapi memakai "iket", yaitu semacam kain yang diikatkan di kepala mirip orang Jawa dahulu,tidak berpoligami,tidak memakai celana panjang, dan hanya pakai celana selutut,tidak berdagang.penolakan terhadap kapitalisme. Mudah2an tertarik mengunjungi komunitas ini kemudian share ke kita2 ya... Saya sendiri juga berharap suatu hari bisa mengunjungi saudara2 kita tersebut. Yukkk :) Salam, Dewi Setiawati Email: [email protected], [email protected] Blog: http://dewist1.wordpress.com, http://dewist1.multiply.com YM: dewisti --- On Fri, 8/13/10, joko santoso <[email protected]> wrote: From: joko santoso <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Blora - Rembang - Lasem (Akhir September) To: [email protected] Date: Friday, August 13, 2010, 2:14 PM Anda tinggal di mana dan mau memulai perjalanan dari mana? Jalur Blora - Rembang - Lasem enaknya diawali dari Purwodadi atau Cepu, sementara jalur Lasem - Rembang - Blora idealnya diawali dari Juwono/Pati atau Tuban. Karena beberapa rekan sudah menulis tentang Lasem dan Rembang, saya mau nambah sedikit tentang Blora. Apa yang bisa dilihat di kota yang terkepung hutan jati itu? Blora setidaknya punya seni Kentrung, tambang minyak tradisional dan (alm) Pramoedya Ananta Toer (PAT). Kalau Anda pembaca setia buku-buku PAT, apalagi sudah katam 'Bukan Pasar Malam', 'Perburuan' atau 'Cerita Dari Blora', singgah di kota pensiunan itu layaknya napak tilas. Napak tilas sejarah kotanya sekaligus riwayat penulisnya. Anda bisa singgah di rumah bersejarah milik keluarga Pak Toer dan ngobrol panjang-lebar dengan pemiliknya. Sembari napak tilas Anda bisa menikmati sate Blora, lonthong pecel, maupun wedang kawis. Karena saya vegetarian, saya hanya tahu sate Blora dari keunikan penyajiannya. Tusuk (lidi) sate yang dimakan jangan dibuang karena akan jadi patokan bagi penjual untuk menghitung berapa yang mesti dibayar. Tentang Rembang, sekalipun tidak punya perhatian pada sejarah, orang yang lewat sana menyempatkan mampir ke rumah "Raden Ajeng" yang telah menjadi "Ibu Kita". Akan halnya Lasem (konon asal katanya Lao Sam) silakan baca Laporan Jurnalistik KOMPAS Ekspedisi Anjer - Panaroekan. Salam dari Sangatta 14-Agustus-2010 ________________________________ From: qwerty asdfgh <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, 11 August 2010 09:54:01 Subject: [indobackpacker] Blora - Rembang - Lasem (Akhir September) Dear Teman, Saya dan seorang teman saya berencana ingin ubek-ubek Blora - Rembang - Lasem, akhir September ini. Ada diantara teman-teman yang berminat gabung ? Atau ada diantara teman-teman yang bisa sumbang saran, usul, ide, sharing info lainnya tentang Blora - Rembang - Lasem. -- thanks and regards, in__ http://bosenjalan.com/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
