Nimbrung,
 
Sempat maen ke Pulau Tidung bulan Mei lalu, memang sih belum terlalu
padat tapi sempat hampir nggak kebagian sewa sepeda. Waktu itu sempat 
dengar akan ada rombongan trip sejumlah hampir seribu orang pas libur 
panjang....
nggak kebayang gimana ramainya pulau itu....
 
Terakhir ke Pulau Harapan akhir Juli lalu, kapal ojek nurunin penumpang di 
Pulau 
Pramuka dan agak kaget (gumon kalo orang Jawa bilang hehe) tumben dermaga
Pulau Pramuka sepi, padahal akhir pekan nggak seperti dulu. Info yang didapat
memang semenjak Pulau Tidung naik daun....Pulau Pramuka kena imbas......
 
Ardi

--- Pada Ming, 29/8/10, Libert <[email protected]> menulis:


Dari: Libert <[email protected]>
Judul: Re: [indobackpacker] Gathering ke Pulau Tidung
Kepada: "Obing Katubi" <[email protected]>, "fanny fajarianti" 
<[email protected]>, "Akbar Syahputra" <[email protected]>, 
[email protected], "pandu jati" <[email protected]>, "Imel Melda 
<[email protected]> Dheva Ibnu" <[email protected]>
Cc: [email protected], [email protected]
Tanggal: Minggu, 29 Agustus, 2010, 1:27 PM


  



Wow! mau gathering di ranu kumbolo. :)
Count me in. Tapi kalau bisa sesudah bulan Juli ya acaranya. ;)

Saya absen yang di Sebesi waktu itu, karena tdk bs bolos dari kerjaan, padahal 
domisili masih di Lampung.

Dulu saya tertarik mengunjungi pulau Tidung, tapi lama-kelamaan kok jadi malas 
karena sudah semakin crowded dan komersil.
Saya setuju dengan kalimat mas Obing berikut; Memang objek alam yang terekspos 
oleh media secara masif selalu memunculkan plus dan minus.
Seperti yang di alami Kiluan. (IMHO)
Plus nya semakin banyak orang tahu keberadaan tempat ini, dan bisa membantu 
masyarakat setempat, akan tetapi minus nya.. saya ingat waktu itu sampai salah 
seorang pengelola pulau bilang di grup FB bahwa.. bedakan eco tourism dengan 
rave party. Rupanya ada yang setel musik hingga larut malam dan berpesta ria di 
pulau yang seharusnya tenang itu.

Mengutip John kay...
Bring nothing but silence
Show nothing but grace
Seek nothing but shelter 
...
Take nothing but pictures
Kill nothing but time
Leave nothing but footprints
To show you came by

Gratefully Yours,
Libert

________________________________
From: Obing Katubi <[email protected]>
To: fanny fajarianti <[email protected]>; Akbar Syahputra 
<[email protected]>; [email protected]; pandu jati 
<[email protected]>; "Imel Melda <[email protected]> Dheva Ibnu" 
<[email protected]>
Cc: [email protected]; [email protected]
Sent: Sunday, August 29, 2010 11:54:17
Subject: Re: [indobackpacker] Gathering ke Pulau Tidung

Dear friends,

Thanks atas info terkini tentang Pulau Tidung. Wah, nggak nyangka juga kalau 
situasinya kini berubah drastis kayak gitu, ya. Memang objek alam yang 
terekspos 
oleh media secara masif selalu memunculkan plus dan minus. Kalau kita mau, ya 
harus memperkecil minus. Misalnya, kalau datang ke sana slaah satu misinya 
adalah meracang kerja sosial untuk pembenahan objek. Teman-teman IBP kan 
kreativitasnya tinggi tuk mengemas acara hehehehehehehehehehe. Lha wong 
anak-anak IBP menyumbang panti asuhan saja bisa, kok. Kenapa kerja sosial untuk 
alam tidak bisa? hihhihihihihihi 

Tentang rencana gethering thn depan ke Ranukumbolo seperti yang diinfokan di 
gathering Pulau Sebesi, itu tetap jalan saja. Kita di IBP kan bisa 
kumpul-kumpul 
kapan saja dan ke mana saja sepanjang teman-teman bersepakat. Persoalannya kan 
hanya "skala" kegiatan, besar atau kecil. Kalau gathering (kumpul-kumpul) skala 
besar, memang harus dipikirkan buanyakkkkk sekali hal. Kalau sekadar 
kumpu-kumpul tuk jalan bareng, ya... skala kegiatannya seperti rutinitas saja, 
seperti yang dilakukan teman-teman IBP setiap minggunya. 

Yang pasti, kita nikmati perjalanan selama kita mau asal tidak merusak alam dan 
merugikan masyarakat sekitarnya. SETUJU????? 

Atau ada usul lain? 

Salam 
ObingKatubi

[Non-text portions of this message have been removed]










[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke