Terima Kasih atas pendapat temans semua.
Kalau pendapat saya : Kalau saya di sisi tour operator (jasa layanan tour), tentunya sangat salah kalau saya mengajak teman-teman tanpa itinerary yang jelas dan tanpa budget yang jelas juga tanpa akomodasi yang jelas. Yang biasa saya lakukan apabila saya bepergian tanpa tour operator dan mungkin juga teman-teman lakukan, adalah gooling. Mencari tahu informasi sebanyak mungkin tentang daerah tujuan yang akan saya kunjungi. Mencari tahu tempat-tempat wisata ataupun daerah-daerah terpencil didaerah tersebut, kemudian mulai nge-cek google map supaya ada bayangan letak dari tempat-tempat tersebut untuk mengetahui jarak dan juga estimasi lama perjalanan. Lalu mulai mencari informasi mengenai transportasi dan penginapan, apakah bisa dengan transportasi umum atau harus sewa mobil, transportasi menyebrang pulau. Untuk penginapan bersyukur kalau bisa dapet homestay karena pasti budgetnya sangat terjangkau, bersyukur lagi kalau punya kenalan didaerah tersebut dan teman kenalan itu bersedia menampung saya dirumahnya. Kendalanya kalau pergi berdua, pilihan sewa mobil atau sewa boat sudah pasti saya coret dalam daftar pilihan karena budgetnya terlampau besar. Pilihan jalan darat tinggal sewa ojek atau naik kendaraan umum, berarti itinerary akan banyak berubah. Begitu juga untuk menyeberang pulau, kalau harus sewa boat dan hanya ber-2 berarti batal ke pulau tujuan. Dan kalau pergi lebih dari 2 orang dan memungkinkan untuk sewa mobil, ini akan lebih mudah. Namun kendala perubahan itinerary bukan tidak mungkin berubah, mengingat kondisi jalan, daerah, dan jarak yang sering kali meleset dari perkiraan. Sulitnya penghitungan budget lebih dikarenakan informasi yang tidak terlalu banyak. Untuk ticket kereta dan pesawat tentu kita bisa mendapat infonya dengan mudah, namun sulit untuk info sewa mobil, ojek ataupun boat, harganya tidak fix biasanya range antaran sekian ratus ribu hingga sekian ratus ribu, apalagi untuk angkutan umum, biasanya baru tahu ketika kita ada diperjalanan tersebut. Semua perjalanan tentunya harus dipersiapkan dengan matang, tanpa itinerary dan tanpa budget itu sudah pasti tidak mungkin. Pastinya kita pegang gambaran terkasar dari lama itinerary dan budget yang diperlukan dan disesuaikan dengan waktu yang kita punya. Namun bukan tidak mungkin kendala teknis dilapangan bisa merubah semua rencana matang sebelum pergi, dan itu butuh kesiapan dari diri kita masing-masing. Hal yang sama akan saya lakukan ketika seorang teman akan mengajak saya bepergian. Saya tidak akan bergantung informasi dari teman yang mengajak saya, saya akan mencari informasi-informasi lain mengenai rencana perjalanan kami. Semakin banyak informasi dan pilihan semoga akan semakin membantu satu-sama lain untuk memutuskan segala sesuatunya. Karena saya dan teman saya akan pergi sebagai tim. Saya percaya teman-teman backpacker tentunya punya banyak pengalaman seperti ini. Dan tanpa menyesali apa yang telah terjadi selama dalam perjalanan, bertengkar dengan teman sejalan, nyasar dijalan, bingung cari penginapan, panik karena itinerary berantakan, namun semuanya dapat dilalui bersama-sama. Semua bagian dari cerita seru suatu perjalanan. Tidak semata-mata tempat tujuan yang akan kita capai tapi perjalanan itu sendiri merupakan paket lengkap dari tempat tujuan. Ya itu adalah pendapat saya. No plan, no itinerary, no budgeting = nonsense. Have plan, have itinerary, have budgeting = still have so many risks Selamat jalan-jalan. -- thanks and regards, in__ http://djepret.multiply.com/ http://bosenjalan.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
