-------- Original Message -------- Subject: Status Gunung Kelut Diturunkan Dari Awas (Level IV) Menjadi Siaga (Level III) Date: Thu, 08 Nov 2007 09:21:03 +0700
Status Gunung Kelut Diturunkan Dari Awas (Level IV) Menjadi Siaga (Level III) Pada 8 Nopember 2007 pukul 04:05 WIB, status G. Kelud diturunkan dari status Awas (level IV) menjadi status Siaga (level III). http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/index.php?option=com_content&task=view&id=290&Itemid=2 Rekomendasi dari PVMBG. Dalam status Siaga maka direkomendasikan sebagai berikut : * Masyarakat di sekitar G. Kelud diharap tetap tenang, tidak terpancing isyu-isyu yang tidak jelas tentang letusan G. Kelud. * Para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas seperti biasa. Namun jika terjadi peningkatan aktifitas secara tiba-tiba, dan statusnya dinaikan menjadi Awas (karena sifat G. Kelud yang dapat berubah - ubah), maka masyarakat harus siap diungsikan ke wilayah yang lebih aman dari ancaman bahaya letusan G. Kelud. * Hembusan asap bertekanan dan bertemperatur tinggi masih akan berlangsung di kawah G. Kelud hingga waktu yang sulit ditentukan. Dalam hembusan asap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi berpotensi mengandung gas-gas beracun yang berbahaya bagi kehidupan. Maka masyarakat dilarang memasuki wilayah dalam radius 1 (satu) km dari danau kawah karena bepotensi terancam bahaya hembusan asap yang bertekanan dan temperatur tinggi, menghirup gas beracun serta terancam bahaya letusan freatik yang terjadi secara tiba - tiba. * Temperatur kubah lava masih tinggi, pada musim hujan air hujan ditambah sisa air kawah dapat meresap ke dalam tubuh G.Kelud dan berpotensi terjadi pembentukkan uap dapat menyebabkan letusan freatik secara tiba-tiba, maka dalam radius 3 km dari Kawah G. Kelud terancam bahaya letusan freatik. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar G. Kelud tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pada radius 3 km dari kawah G. Kelud * Karena ketidakstabilan danau kawah akibat adanya pertumbuhan kubah lava, maka di musim penghujan ini masyarakat yang bermukim dibantaran sungai dan yang beraktifitas di dalam sungai Bladak harap berhati - hati karena dapat berpotensi terancam limpahan air danau kawah G. Kelud. * Dalam status Siaga, sistem pemantauan aktivitas G. Kelud menerapkan "prosedur baku" pemantauan gunungapi dalam status Awas, termasuk koordinasi dengan Bakornas PB, Satkorlak PB Propinsi Jawa Timur, Satlak PB (Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang). Oleh karena itu semua pihak yang melakukan penanganan bencana letusan G. Kelud, menerapkan prosedur baku status Awas, guna mengantisipasi perubahan peningkatan aktivitas G. Kelud secara tiba-tiba. * Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Kelud di Kampung Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri (Telp. 0342-804400) atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung * Satlak PB (Kediri, Blitar dan Malang) harap melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat sewaktu-waktu siap diungsikan jika ada peningkatan aktivitas G. Kelud secara tiba-tiba. * Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan Bakornas PB, Satkorlak PB Jawa Timur dan Satlak PB (Kediri Blitar dan Malang) dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Kelud.

