Ngomong-ngomong soal air. Terakhir saya coba belajar kembali fisika dasar, bukan sebagai peneliti teknologi seperti Mas Pekik (kalau nga salah Mas Pekik angkatan '80 ya?) tapi dalam upaya untuk menemukan prinsip kerja alam dari tanda-tanda yang saya dapat dari Al Quran.
Anyway, entah dulu saya nga menyimak pelajaran fisikanya atau memang tidak diajarkan, saya agak bingung dengan fenomena "sifat kapiler pembuluh"nya air. Jika air bisa "naik" sehingga energi potensialnya jadi nambah, bukankah dalam hal ini sepertinya "hukum kekekalan energi"nya tidak berlaku karena adanya tambahan energy potensial"? Ada yang dapat membantu menerangkannya kembali? Terima kasih...! Jika memang energy potensial air bisa bertambah dengan menaikannya melalui "sifat kapiler pembuluh", Apakah kondisi ini bisa dibuat dalam skala yang lebih besar sehingga terjadi "energy"nya terus menerus dapat dimanfaatkan tanpa usaha-tanbahan apapun??? Terima kasih atas bantuan pencerahannya. Salam Z 2008/4/29 Indera Sadikin <[EMAIL PROTECTED]>: > Pak Zaenal, > > Tidak usah repot2 cari sumber renewable energy karena ada di mana2 dan > gratis seperti kata Pak Harlizon. Lihat dulu permasalahan dengan jelas. Yang > jadi halangan selama ini adalah penyimpanan atau reservoir energy. Batere > masih terlalu mahal dan manufakturing batere itu sendiri sudah tidak ramah > lingkungan. Di Jerman sekarang sedang direncanakan kolam besar penampung > air. Energi surplus dari turbin angin atau sel surya digunakan untuk memompa > air ke dalam kolam. Waktu dibutuhkan, air dialirkan lagi untuk memutar > turbin air. Ada juga yang pakai flywheel seperti design Pak Pekik tapi > menggunakan bearing magnetik. Itu yang dimaksud reservoir energy. Tujuannya > untuk energy-on-demand yang stabil. Kalau Anda sendiri tidak mau tinggal di > rumah yang listriknya naik turun atau mati waktu ga ada angin/matahari/air, > maka janganlah mengerjakan proyek serupa untuk orang lain. > > Itu semua adalah hal2 esensial. Konsep air sebagai penyimpan energi > potensial dan flywheel sudah ada di fisika dasar. Jadi kalau memang tulus > memajukan Indonesia, caranya bukan dengan proposal2 proyek dan pendanaan. > Yang benar adalah kumpulin uang dan disumbangkan ke Pak Pekik dkk. di ITB > buat riset. Apalagi bisnisnya kan sudah pakai bendera Ganesha. Anggap saja > biaya sewa brand/image almamater. Hahahaha. > > Regards, > > Indera > > _____________________________________ > Indera Sadikin on Mozilla Thunderbird > > > > Achmad Zaenal Abidin wrote: > > > Indera dan Rekans, > > > > Lebih baik dijelaskan apa saja kendala tentang pemakaian battery untuk > reservoir energy selama ini ? > > Apakah dengan battery ang telah ada tidak mampu dengan kapasitas AH yang > besar ? atau voltase yang tinggi ? > > Bagaimana dengan prekembangan battery produk lokal ? apakah masih masih > terbatas kepada attery untuk mobil saja yang lokal ? > > > > Maksud "terbukti insinyur dan pengusaha gagal berpikir dalam hal esensial > akibat tertutup duit. Just my 0.02 dollar." gimana ? apakah bisa dijelaskan > lebih lanjut ? supaya bisa ditindak lanjuti ? > > > > Salam, > > Zaenal > > > > At 10:19 24/04/2008, Indera Sadikin wrote: > > > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
