Ngomong2 soal perkembangan teknologi batrei, ada baiknya kita tanya kawan
kita Djoko TK-77 yang jadi kepala produksi pabrik aki di Tangerang.
Mungkin di mail list ITB-77 namanya ada?
HS.
> Gimana ITB bisa cetak ilmuwan?
> Untuk mencetak ilmuwan berarti ITB harus memperbanyak jumlah mahasiswa S2
> dan S3.
> Mana ada universitas terkenal yang mengandalkan mahasiswa S1.
> Akan tetapi, bagaimana orang tertarik ambil S2 dan S3 di ITB kalau alumni
> saja tidak mendukung.
> Yang disebut alumni ITB hanyalah alumni S1 ITB. Yang namanya mahasiswa ITB
> hanyalah mahasiswa S1. Yang menjadi anggota himpunan, hanyalah mahasiswa
> S1.
> Udah gitu, banyak perusahaan menolak lulusan S2 atau S3. Mereka bilang,
> kita2 cuma perlu lulusan S1.
> Untuk energy storage, sebenarnya banyak dosen ITB yang meneliti, termasuk
> saya.
> Cuma, kita2 memang males ngomong di Indonesia, jadi lebih banyak berkibar
> di luar negeri.
> Sejak tiga tahun yang lalu, saya sudah sering bilang bahwa kita tidak bisa
> berharap banyak dari renewable energy.
> Tetapi apa kata orang, saya dibilang melawan arus.
> Energy storage, entah itu battery, ultracapacitor, SMES, flywheel, atau
> yang lainnya, hambatan utamanya adalah biaya.
> Harganya masih terlalu mahal.
> Ngomong-ngomong, sebentar lagi saya pasang flywheel untuk meredam
> fluktuasi frekuensi PLTU karena beroperasinya smelter.
> Memang yang pasang bukan saya, tetapi saya yang design.
> Nanti kalau udah selesai saya kabarin.
> Salam
>
> ----- Original Message -----
> From: Achmad Zaenal Abidin
> To: [email protected]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, April 27, 2008 3:56 PM
> Subject: [indonesia] Apakah telah ada battery penyimpan energy besar ?
> bagaimana produk lokal ? butuh pemikir? was Ingin berbisnis di Industri
> ICT - "Ride the Wimax revolution"
>
>
> Indera dan Rekans,
>
> Lebih baik dijelaskan apa saja kendala tentang pemakaian battery untuk
> reservoir energy selama ini ?
> Apakah dengan battery ang telah ada tidak mampu dengan kapasitas AH yang
> besar ? atau voltase yang tinggi ?
> Bagaimana dengan prekembangan battery produk lokal ? apakah masih masih
> terbatas kepada attery untuk mobil saja yang lokal ?
>
> Maksud "terbukti insinyur dan pengusaha gagal berpikir dalam hal
> esensial akibat tertutup duit. Just my 0.02 dollar." gimana ? apakah
> bisa dijelaskan lebih lanjut ? supaya bisa ditindak lanjuti ?
>
> Salam,
> Zaenal
>
> At 10:19 24/04/2008, Indera Sadikin wrote:
>
> Mas Ramelan,
>
> Mungkin ini sebabnya ITB dan Indonesia tidak maju2. Cetaknya insinyur
> tukang rakit saja. Kemudian mau cetak industrialis, pengusaha, dll.
> Tidak ada yang mau jadi ilmuwan atau pemikir. Insinyur tukang rakit
> dan pengusaha cuma lihat untung rugi. Beramai2 ekstrak minyak dari
> jagung dan singkong padahal itu buat dimakan, akibatnya bahan makanan
> jadi serba mahal. Sekarang sibuk beramai2 mau bikin proyek turbin
> angin, sel surya, mikro-hidro bermega2 watt seperti oil rush jaman
> dulu. Tapi lupa mau disimpan dimana, padahal sumbernya fluktuatif.
>
> Belum pernah dengar diskusi soal batere penyimpan energi renewable
> atau reservoir energi di milis ini. Reservoir energi adalah tema yang
> hot di antara para ilmuwan renewable energy saat ini, turbin dan
> berbagai macam sel generator sudah teknologi puluhan tahun lalu yang
> terus disempurnakan. Mungkin sudah karakter manusia negara tropis yang
> tidak perlu kuatir dengan waktu, mau makan kapanpun tinggal jalan2
> keluar dan petik buah yang ada sepanjang tahun. Tidak seperti negara 4
> musim yang manusianya menghargai waktu. Sistem penyimpanan makanan
> sama pentingnya dengan berburu makanan. Kembali ke topik awal, jadi
> ITB juga wajib mencetak ilmuwan karena terbukti insinyur dan pengusaha
> gagal berpikir dalam hal esensial akibat tertutup duit. Just my 0.02
> dollar.
>
> Indera
>
>
> _____________________________________
> Indera Sadikin on Mozilla
> Thunderbird
>
> SW Ramelan wrote:
>
> tukang insinyur seyogyanya tidak hany amerakit dong, tetapi harus
> mampu mengetahui apa sih yang harus dikerjakannya, kemudian memahami
> mengapa harus begitu mengerjakannya, kemudian berfikir bagaimana
> lebih menyempurnakan cara mengerjakan disesuaikan dengan situasinya,
> agar mendapat keluaran lebih baik. Dengan demikian, industrialis
> yang mempekerjakannya akan dapat menjual dengan lebih bersaing.
>
> Kalau semua menjadi interpreneur tetapi tidak ada tukang insinyurnya
> .... gimanaya jadinya? Mengetahui, memahami apa itu interpreneur/
> pengusaha/ industrialis itu baik. Menjadi mereka juga baik, tetapi
> menjadi tukang insinyur dengan sikap seperti di atas juga baik dan
> diperlukan loh. Apalagi dia itu putri-putra terbaik Indonesia.
>
> Salam,
>
> =============================
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.5/1399 - Release Date:
26/04/2008 14:17
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt